.VOA.

Laporan TGPF: Aparat Diduga Terlibat dalam Pembunuhan Pendeta Yeremia

Laporan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) menemukan adanya dugaan keterlibatan aparat dalam kasus pembunuhan pendeta Yeremia Zanambani di Kabupaten Intan Jaya Papua. 

6 menit VOAIndonesia

.VOA.

Siprus, Yunani dan Mesir Bertemu untuk Bahas Turki  

Para pemimpin Siprus, Mesir dan Yunani, Rabu (21/10), memperbaharui undangan kepada Turki sebagai mitra untuk mendapatkan keuntungan dari potensi cadangan gas lepas pantai sekaligus mendesak Ankara agarmengakhiri tindakan ‘agresif’ di Laut timur Mediterania. KTT regional satu hari di Siprus itu terselenggara di tengah ketegangan tinggi di antara sekutu NATO dan negara yang saling bertetangga, Yunani dan Turki, mengenai perbatasan maritim, setelah Ankara mengirim sebuah kapal penelitian yang dikawal beberapa kapal perang ke perairan yang dipersengketakan di antara pulau-pulau Yunani, Turki selatan, dan Siprus. Turki juga mengerahkan kapal-kapal pengeboran ke lokasi yang menurut Siprus pihaknya mempunyai hak ekonomi eksklusif. Pembicaraan antara Presiden Siprus Nicos Anastasiades, Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis meliputi sejumlah kerja sama di berbagai bidang mulai dari energi hingga upaya memerangi terorisme. Ketiga negara itu mengutuk berbagai "provokasi" Turki yang dinilai telah meningkatkan ketegangan secaradrastis dan mengancam perdamaian di kawasan. [mg/jm]  

2 jam6 menit VOAIndonesia

.VOA.

CDC: AS Catat Lebih dari 220 Ribu Kematian Terkait Covid-19

Kajian baru yang dirilis pada Selasa (20/10) oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan Amerika mencatat lebih dari 220 ribu kematian antara akhir Januari dan awal Oktober. Dua pertiga di antaranya karena wabah virus corona. Badan kesehatan federal itu memperkirakan, dari jumlah itu, lebih dari 198 ribu  atau lebih dari dua pertiga, terkait Covid-19, meskipun tidak dicatat seperti itu pada surat kematian. Kajian itu mengatakan sebagian kematian akibat penyebab lain.  CDC mendapati, kematian pada dewasa muda antara usia 25 dan 44 tahun, naik 26,5 dalam jangka waktu itu, peningkatan terbesar di antara semua kelompok umur. Persentase kematian juga tinggi di kalangan orang kulit berwarna. Di kalangan Hispanik tercatat kematian meningkat 56 persen, kalangan kulit hitam mencatat kenaikan 33 persen, jauh lebih tinggi daripada peningkatan 12 persen di antara kematian orang kulit putih. Orang Hispanik dan kulit hitam, serta lanjut usia Amerika, terimbas secara tidak proporsional oleh pandemi Covid-19. Amerika secara resmi memimpin dunia dengan lebih dari 221 ribu kematian karena Covid-19 yang dikonfirmasi, menurut data yang dikumpulkan Pusat Penelitian Virus Corona Johns Hopkins University. [ka/ab]  

4 jam6 menit VOAIndonesia

.VOA.

PM Thailand Mungkin akan Cabut Dekrit Darurat

Perdana menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha pada Rabu (21/10) mengumumkan ia mungkin mencabut dekrit darurat yang gagal menahan gerakan protes yang semakin berkembang. Demonstran menuntut perdana menteri mundur dan reformasi kerajaan. Demonstran antipemerintah berhadapan dengan demonstran tandingan yang setia pada kerajaan di seluruh negeri. Setelah seharian berdemonstrasi, ribuan aktivis demokrasi yang marah berbaris menuju Gedung Parlemen, menentang dekrit darurat yang diberlakukan pekan lalu untuk melarang pertemuan yang dihadiri lebih dari empat orang, sebagaimana dikutip dari AFP. Sementara demonstran meneriakkan agar ia mengundurkan diri, Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha berbicara kepada bangsa itu. Ia mengatakan akan membuat "langkah pertama untuk meredakan" situasi. "Saya siap mencabut keadaan darurat yang parah di Bangkok dan akan segera melakukannya jika tidak ada insiden kekerasan," kata perdana menteri, tanpa menyebut jangka waktu. Aktivis demokrasi berkumpul di Monumen Kemenangan Bangkok, sementara ribuan orang yang setia pada kerajaan terpusat di provinsi Narathiwat, Thailand selatan, dan sebagian lagi di Bangkok. [ka/ab]  

4 jam6 menit VOAIndonesia

.VOA.

Penembakan Demonstran di Lagos, Nigeria, 1 Tewas

Gubenur Lagos di Nigeria Babajide Sanwo-Olu mengatakan satu orang tewas setelah insiden Selasa (20/10) malam di mana tentara diduga menembaki sekelompok demonstran yang menentang kebrutalan polisi. Dalam cuitan di Twitter pada hari Rabu (21/10), Gubernur Sanwo-Olu mengatakan orang tersebut meninggal di Rumah Sakit Reddington di Lagos “akibat pukulan benda tumpul di kepala” namun mengatakan itu merupakan kasus terpisah. Sanwo-Olu mengatakan pihak berwenang sedang menyelidiki apakah orang tersebut adalah demonstran. Gubernur Lagos sebelumnya mencuit bahwa 30 orang terluka dalam penembakan di Lekki Toll Plaza, distrik kelas atas di Lagos, kota terbesar dan pusat keuangan Nigeria. Sanwo-Olu mengatakan 25 orang dirawat karena cedera ringan hingga sedang di dua rumah sakit, termasuk dua yang dirawat intensif. Tiga lainnya dirawat dan telah dibebaskan. “Ini merupakan malam terberat dalam kehidupan kita karena kekuatan di luar kendali kita telah membuat catatan kelam dalam sejarah kita,” tulis gubernur dalam rangkaian cuitan di Twitter, yang disertai foto saat ia mengunjungi para korban. Ia menyadari tanggungjawab ada di tangannya dan ia akan bekerja sama dengan pemerintah federal untuk menyelesaikan masalah ini hingga ke akarnya dan menstabilkan seluruh operasi keamanan untuk melindungi warga. [lj/ka]  

4 jam6 menit VOAIndonesia

.VOA.

Kapal Perang Inggris Sita 450 Kg Metamfetamin di Laut Arab

Kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris menyita 450 kilogram metamfetamin di wilayah utara Laut Arab –  penyitaan terbesar yang pernah dilakukan operasi maritim gabungan di wilayah itu, kata para pejabat Uni Emirat Arab, Rabu (21/10). HMS Montrose menyita narkoba itu dari kapal kargo tradisional yang biasa mengarungi Teluk Persia dan perairan sekitarnya, kata satuan tugas operasi gabungan tersebut dalam pernyataan. Kapal itu tidak berbendera negara manapun sehingga masih belum diketahui pemiliknya. Penyitaan itu terjadi pada Rabu pekan lalu. Satgas tersebut mengatakan tidak mengetahui dari mana narkoba itu berasal, siapa yang membuatnya atau kemana tujuan akhirnya. Namun, Iran selama dekade terakhir telah mengalami ledakan penggunaan metamfetamin, yang oleh masyarakat setempat disebut shisheh. Penggunaan metamfetamin ini juga telah meluas ke negara tetangganya, Irak. Laporan PBB soal Narkoba Dunia pada 2020 menunjukkan, sementara produksi narkoba menurun dalam beberapa tahun terakhir di Iran, produksinya meningkat di Afghanistan. Narkoba dari Afghanistan biasanya diselundupkan ke Iran melalui Pakistan. Baik Pakistan maupun Iran terletak di wilayah Utara Laut Arab. [ab/ka]  

4 jam6 menit VOAIndonesia

.VOA.

Orang Tua 545 Anak yang Terpisah di Perbatasan AS Belum Ditemukan

Pengacara yang ditunjuk pengadilan pada hari Selasa (20/10) mengatakan bahwa mereka tidak dapat menemukan orang tua dari 545 anak yang dipisahkan di perbatasan Amerika dengan Meksiko pada awal pemerintahan Trump.  Pemisahan anak-anak dari orangtua itu terjadi antara 1 Juli 2017 dan 26 Juni 2018. Jaksa federal di San Diego memutuskan agar anak-anak yang berada dalam tahanan pemerintah dipertemukan kembali dengan orangtua mereka.  Anak-anak dari masa itu sulit ditemukan karena pemerintah tidak memiliki sistem pelacakan yang memadai. Sukarelawan telah mencari mereka dan orangtua mereka dengan mendatangi tiap rumah di Guatemala dan Honduras.  Lebih dari 2.700 anak dipisahkan dari orangtua mereka pada Juni 2018 ketika Hakim Distrik Dana Sabraw memerintahkan diakhirinya praktik itu berdasar kebijakan "tanpa toleransi" untuk menuntut pidana setiap orang dewasa yang memasuki Amerika secara ilegal dari Meksiko. Keputusan itu memicu protes internasional ketika orang-orangtua tidak bisa menemukan anak-anak mereka.  Sementara keluarga-keluarga itu dipersatukan kembali di bawah perintah pengadilan, pihak berwenang kemudian mendapati hingga 1.556 anak yang dipisahkan berdasar kebijakan itu sejak musim panas 2017, termasuk ratusan yang dipisahkan dari keluarga di El Paso, Texas, dari Juli hingga November 2017, yang tidak diungkap ke publik pada saat itu. [ka/ab]

4 jam6 menit VOAIndonesia

.VOA.

Stoltenberg: NATO Dukung Perpanjangan START oleh AS dan Rusia 

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, Rabu (21/10), menyatakan negara-negara anggota NATO mendukung perpanjangan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) oleh Amerika Serikat dan Rusia.  Berbicara dalam sebuah jumpa pers virtual sehari sebelum pertemuan para menteri pertahanan, Jens Stoltenberg mengemukakan dirinya menyambut baik "kemajuan terkait masalah itu dalam beberapa hari terakhir" dan tidak ingin NATO berada “dalam sebuah situasi dimana tidak ada perjanjian yang mengatur jumlah senjata nuklir.”  Stoltenberg menjelaskan negara anggota NATO berada pada tahun ke enam peningkatan belanja pertahanan dan menyampaikan anggaran baru dari negara anggota Eropa dan Kanada tahun yang dinaikkan sebesar 4,3%.  "Kami berharap tren ini terus berlanjut, negara-negara anggota NATO juga melakukan investasi untuk meningkatkan kemampuan, dan tetap menyumbang pada misi dan operasi NATO," Stoltenberg menjelaskan lebih jauh.  Ia juga mengemukakan NATO masih mempunyai 12 ribu tentara di Afghanistan dan mendesak Taliban untuk memenuhi komitmen mereka. [mg/jm]   

4 jam6 menit VOAIndonesia

.VOA.

Laporan Pajak Tunjukkan Trump Coba Dapatkan Proyek di China

Presiden Donald Trump selama satu dekade berusaha mendapatkan proyek di China tetapii tidak berhasil. Untuk itu dia membuka kantor di China selama masa kampanyenya yang pertama pada 2016, serta menjalin kemitraan dengan perusahaan besar yang dikuasai pemerintah China, demikian dilaporkan oleh New York Times pada hari Selasa (20/10).  China merupakan satu dari tiga negara asing – dua lainnya, Inggris dan Irlandia - dimana Trump mempunyai rekening bank, menurut sebuah analisis New York Times terkait laporan pajak presiden AS itu. Rekening bank asing ini tidak muncul dalam laporan keuangan publik Trump, di mana ia harus mencantumkan aset pribadinya, karena menggunakan nama perusahaan.  Akun di China itu dikelola oleh Trump International Hotels Management LLC, yang menurut catatan pajak telah membayar pajak sebesar $ 188.561.di China ketika berusaha menjual ijin lisensi di negeri tirai bambu itu dari tahun 2013 hingga 2015.  Menjawab beberapa pertanyaan dari New York Times, pengacara Trump Organization Alan Garten menyatakan perusahaan itu "membuka rekening di sebuah bank China yang memiliki cabang di Amerika Serikat untuk membayar pajak lokal" terkait dengan upaya melakukan bisnis di China. Ia menambahkan perusahaan itu telah membuka akun tersebut setelah mendirikan kantor di China "untuk menjajaki potensi bagi pembukaan hotel di Asia."  Namun, menurut Garten, tidak ada kesepakatan, transaksi, atau aktivitas bisnis lainnya yang pernah terwujud disana. Sejak tahun 2015, kantor itu  tidak aktif,” kata Garten. “Meskipun rekening bank itu dipertahankan, namun tidak pernah digunakan untuk tujuan lain.”  Garten tidak bersedia mengidentifikasi nama bank China itu di mana rekening itu berada. [mg/jm]   

4 jam6 menit VOAIndonesia

.VOA.

Untuk Bangkitkan Pariwisata, Pemerintah Kucurkan Dana Hibah Rp 3,3 Triliun

Sektor pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak pandemi. Pemerintah pun menganggarkan dana triliunan rupiah untuk menghidukan kembali sektor ini.

4 jam6 menit VOAIndonesia

.VOA.

Pesawat Antariksa NASA Sentuh Permukaan Asteroid untuk Ambil Sampel

Pesawat antariksa Badan Antariksa dan Ruang Angkasa Amerika Serikat (NASA) sempat menyentuh asteroid pada Selasa (20/10) dalam misi mengambil debu dan kerikil untuk dibawa ke Bumi. Pesawat antariksa OSIRIS-REx – singkatan Origins, Spectral Interpretation, Resource Identification, Security-Regolith Explorer - melakukan operasi di asteroid Bennu yang terletak sekitar 321 juta kilometer dari Bumi.  NASA mengatakan data telemetri dari pesawat antariksa itu menunjukkan misi berjalan sesuai harapan, tetapi ilmuwan perlu waktu seminggu untuk mengukuhkan berapa banyak sampel yang bisa dikumpulkan pesawat tersebut.  Jika jumlahnya tidak mencukupi, pesawat itu akan melakukan upaya kedua di lokasi lain di Bennu pada Januari mendatang.  Tim ilmuwan tertarik pada Bennu karena mereka yakin Bennu mengandung materi dari awal tata surya dan mungkin mengandung prekursor molekuler bagi kehidupan dan lautan di Bumi.  Asteroid setinggi gedung Empire State di New York City itu berpotensi mengancam Bumi pada akhir abad mendatang.   OSIRIS-REx akan mengorbit asteroid itu hingga tahun depan, ketika pesawat itu akan memulai perjalanan pulang ke Bumi. Pesawat itu diperkirakan mendarat dengan membawa sampel itu pada tahun 2023. [ka/ab]

6 jam5 menit VOAIndonesia

.VOA.

Paus Tidak Kenakan Masker dalam Pertemuan di Ruang Tertutup

Sehari setelah mengenakan masker untuk pertama kalinya dalam misa, Paus Fransiskus kembali tidak mengenakan masker, Rabu (21/10), meskipun penularan virus corona melonjak di berbagai penjuru Eropa.  Paus Fransiskus tidak mengenakan masker sewaktu melangsungkan audiensi umum di auditorium Vatikan, dan menyapa enam uskup tanpa masker pada akhir pertemuan. Dia menjabat tangan para uskup itu dan mengobrol secara pribadi dalam jarak dekat dengan masing-masing uskup tersebut.  Sementara mengenakan masker saat duduk selama audiensi, para uskup itu -- kecuali satu -- melepas masker saat berbicara dengan paus. Namun, uskup yang mengenakan masker itu pun menurunkan maskernya hingga di bawah dagu pada akhir obrolannya dengan paus.  Peraturan Vatikan sekarang mengharuskan masker dikenakan di dalam dan di luar ruangan di mana social distancing tidak selalu dapat dijamin. Vatikan belum menjawab pertanyaan mengapa paus tidak mengikuti peraturan Vatikan atau langkah-langkah dasar pencegahan penularan Covid-19.  Paus menjelaskan kepada hadirin mengapa dia tidak terjun ke kerumunan pengunjung pada awal audiensi seperti yang biasanya dia lakukan. Ia mengatakan, ia sengaja melakukan itu demi kebaikan mereka, untuk mencegah kerumunan terbentuk di sekitarnya.  “Saya minta maaf untuk ini, tapi ini untuk keselamatan kalian sendiri,'' katanya. “Daripada mendekati kalian, berjabat tangan dan menyapa kalian, saya menyapa kalian dari jauh. Tapi ketahuilah bahwa hati saya dekat dengan kalian.''  Paus Fransiskus tidak membahas keputusannya untuk tidak mengenakan masker. Ia mengenakan masker putih sewaktu berpartisipasi dalam acara doa bersama antaragama di pusat kota Roma, Selasa (20/10), dan melepasnya hanya ketika berbicara. Dia sebelumnya hanya sempat terlihat mengenakan masker sewaktu masuk dan ke luar dari mobilnya di halaman Vatikan pada 9 September. Undang-undang Italia mewajibkan masker dikenakan di dalam dan di luar ruangan.  Pada usia 83 tahun dan dengan sebagian paru-parunya diangkat ketika ia berusia 20-an karena sakit, paus berisiko tinggi terkena komplikasi Covid-19. Dia mendesak masyarakat agar mematuhi peraturan pemerintah terkait penggunaan masker untuk melindungi kesehatan masyarakat.  Pekan lalu, 11 anggota pasukan pengawal paus yang biasa disebut Garda Swiss dan seorang tamu hotel tempat Paus menginap, dinyatakan positif tertular virus corona.  Di Italia, kasus virus corona sedang melonjak, dengan wilayah Lazio di sekitar Vatikan termasuk yang paling parah dilanda wabah itu.  Di auditorium Vatikan pada hari Rabu (21/10), kerumunan massa dan para anggota Garda Swiss mengenakan masker. Paus dan dua pembantunya tidak mengenakan masker. [ab/ka] 

6 jam5 menit VOAIndonesia

.VOA.

Ideologi Islam Transnasional dan Transformasi ke Konteks Lokal

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi perubahan cukup signifikan dalam pola gerakan organisasi yang membawa ideologi transnasional. Menyadari bahwa ide-ide yang mereka usung memiliki jarak dengan masyarakat Indonesia, gerakan tersebut kini mencoba mencari konteks lokal. Peneliti Australian Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) Jordan Newton memaparkan hal itu dalam forum AICONICS, Selasa (21/10).  “Mereka memahami bahwa mereka telah dilihat sebagai ajaran dari luar, membawa ideologi asing atau ideologi transnasional. Jadi, mereka melakukan upaya lebih jauh untuk membawa ideologi itu dalam konteks Indonesia, dan menjadikannya lebih mudah dipahami oleh muslim Indonesia,” kata Jordan.  AICONICS adalah Adab-International Conference on Information and Cultural Sciences, yang diselenggarakan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tahun ini menjadi gelaran kedua seri konferensi tersebut, dan berlangsung pada 19-22 Oktober 2020.  Dalam paparannya, Jordan mengambil salah satu upaya gerakan ideologi transnasional untuk lebih mendekat ke masyarakat Indonesia, misalnya melalui film. Belum lama ini, film "Jejak Khilafah di Nusantara" dirilis dan memperoleh perhatian cukup baik dari masyarakat. “Film ini menerima perhatian besar dari mereka yang bersimpati kepada Hizbut Tahrir Indonesia, dan dia berupaya menjelaskan konsep mengenai khilafah yang terdengar begitu asing dan menakutkan bagi kebanyakan muslim Indonesia. Mereka berupaya membuat orang Indonesia lebih bersimpati kepada ide mengenai khilafah,” lanjut Jordan.  Sejumlah penyesuaian juga dilakukan gerakan ini, misalnya penggunaan simbol seperti bendera Indonesia, slogan NKRI bersyariah, hingga perhatian pada Pancasila dengan pemusatan ide hanya pada sila pertama. Mereka, kata Jordan, mengadaptasi pesan aktivitasnya, agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Indonesia. Satu Ideologi Beragam Wajah Ideologi transnasional Islam, menurut Jordan, terinspirasi oleh konteks peristiwa di luar negeri. Ikhwanul Muslimin adalah gerakan pascakolonialisme di Mesir. Sedangkan Hizbut Tahrir dibentuk oleh komunitas pengungsi Palestina di Yordania. Kelompok Al Qaida atau ISIS didorong oleh adanya monarki dan pemerintah sekuler di Timur Tengah. Mereka mengkampanyekan keemasan masa lalu dunia Islam, sebagai solusi persoalan muslim saat ini. Di Indonesia, ideologi ini diekspresikan dalam tiga model oleh penganutnya. Pertama adalah jaringan teroris yang melakukan aksi kekerasan. Jumlah mereka sangat sedikit dengan sumber inspirasi seperti Al Qaida, ISIS dan Darul Islam. Bentuk kedua adalah gerakan tanpa kekerasan, yang memiliki basis massa cukup besar dan sebagian ada di parlemen. Inspirasi mereka adalah Ikhawanul Muslimin dan Hizbut Tahrir. Sedangkan format ketiga, adalah gerakan nirkekerasan konservatif sosial, yang mempromosikan kembali nilai-nilai konservatif ke dalam masyarakat. Mereka adalah Salafi dan Wahabi. Bagi Indonesia, lanjut Jordan, tantangan dari ketiganya datang dalam bentuk beragam. Teroris melakukan aksi kekerasan, kelompok kedua melakukan gerakan massa dan kelompok ketiga mengkampanyekan gaya hidup konservatif yang makin menarik bagi kalangan muda di Indonesia, dan populer dengan istilah hijrah. Beberapa langkah dilakukan Indonesia sejauh ini, seperti pembubaran HTI tahun 2017, tuntutan hukum bagi tokoh tertentu, hingga penyaringan ideologi untuk mereka yang ingin menjadi PNS. Sementara di tingkat bawah, ada tindakan main hakim sendiri dari masyarakat berupa pembubaran pengajian dan penyebaran hoax mengenai kelompok-kelompok itu. Jalan Tengah Muslim Indonesia.  Cendekiawan muslim, Prof Azyumardi Azra, menyebut muslim Indonesia sebenarnya sejak awal sudah selalu mengambil jalan tengah. Mayoritas tidak bersimpati kepada teologi literal yang kaku, tetapi juga tidak bisa menerima teologi liberal di sisi lain. Karena itulah, lanjut akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, mazhab Syafii adalah yang paling populer dibanding mazhab lain di Indonesia.  Bentuk sikap memilih jalan tengah itu, lanjut Azra, juga terlihat dari naiknya pamor Islam wasathiyah atau moderat. Modernisasi itu semakin terlihat pada awal abad 20, dengan perkembangan organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) dan sejumlah organisasi Islam lain. “Muslim Indonesia sejak abad 17 selalu ada di tengah. Itulah mengapa sejak awal pengembangan Islam sampai sekarang, mereka mengikuti doktrin dan praktik Islam wasathiyah. Wasathiyah adalah yang modern,” kata Azra.  Azra juga mengakui, ada grup sangat kecil tetapi sangat militan dan bersuara keras di tengah aliran utama Islam di Indonesia. Grup kecil gerakan Islam ini memiliki orientasi ideologi transnasional, seperti yang dipaparkan Jordan Newton di atas. Kejatuhan Soeharto menjadi momentum bagi gerakan ini dengan memanfaatkan demokrasi yang memungkinkan mereka bergerak bebas. Azra memberi contoh, HTI yang diperkenalkan di Indonesia pada akhir abad 19, hanya bisa aktif setelah kejatuhan Soeharto. Meski membenarkan paparan mengenai penguatan dan perubahan strategi Islam transnasional, Azra cenderung percaya bahwa Islam wasathiyah di Indonesia terlalu besar untuk dijatuhkan. Muhammadiyah dan NU, kata Azra, adalah dua sayap Islam Indonesia yang wasathiyah.   “Gerakan radikal ini tidak akan bisa merubah muslim Indonesia yang didukung oleh dua organisasi besar muslim. Muslim Indonesia sangat kuat, memiliki basis di lebih 30 ribu pesantren dan 28 ribu di antaranya dikelola kyai NU. Bagaimana mereka akan mengubah ini menjadi pesantren yang radikal. Apakah itu mungkin? Bagi saya itu tidak mungkin,” lanjut Azra.  Namun, tetap diperlukan upaya pencegahan agar ideologi transnasional itu tidak semakin menunjukkan pengaruh di Indonesia. Azra merekomendasikan lima langkah penting. Pertama, adalah menguatkan Indonesia sebagai negara Pancasila. Kedua, Indonesia perlu memperdalam penerapan demokrasi agar mampu menjadi jawaban, agar masyarakat tidak beralih ke ideologi lain seperti totalitarianisme  maupun sistem khilafah. Ketiga, menurut Azra diperlukan penguatan organisasi muslim arus utama. Dilanjutkannya, solusi keempat memperkuat peran perempuan dan kelima adalah melanjutkan reformasi sistem pendidikan Islam. Dua pembicara lain juga berbicara dalam forum ini, yaitu Prof Dudung Abdurrahman dan Dr Nurul Hak, keduanya dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Dudung membahas moderasi Islam dalam sejarah sufisme di Indonesia. Sedangkan Nurul Hak memaparkan bagaimana moderasi Islam dan para kyai, dalam sebuah studi yang memotret hal itu di Tasikmalaya, Jawa Barat pada periode tahun 1945-1950. Indonesia Kiblat Kajian Islam  Dekan Fakultas adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga, Dr. Muhammad Wildan mengatakan konferensi ini fokus pada empat bidang keilmuan, yaitu Bahasa dan Sastra Arab, Sejarah Kebudayaan Islam, Ilmu Perpustakaan dan Sastra Inggris. Konferensi diselenggarakan untuk memberi gambaran tren penelitian berperspektif global. Sejumlah pakar dari Mesir, Tunisia, Australia, Kazakhstan dan Indonesia sendiri hadir sebagai pembicara.  “Topik- topik yang didiskusikan kali ini tentu sangat relevan dengan kondisi masyarakat muslim global kontemporer. Sehingga AICONICS ini diharapkan mampu menampung dan menyumbangkan gagasan dari para ahli untuk menjawab persoalan global,” kata Wildan. Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Phil. Al Makin berujar Indonesia sudah saatnya menjadi kiblat kajian keislaman dunia. Selama ini, kajian-kajian keislaman dunia masih dikuasai para sarjana dan ahli dari Timur Tengah.  “Tema-tema seminar The 2nd AICONICS ini cukup signifikan untuk mengangkat wajah Islam Indonesia ke dunia global. UIN Sunan Kalijaga sudah memulai upaya ini dari berbagai lini, termasuk dalam kegiatan-kegiatan riset, jurnal hingga kerjasama-kerjasama yang dilakukan dengan berbagai pihak,”papar Al Makin. [ns/ab]   

8 jam5 menit VOAIndonesia

.VOA.

Buruh Tuntut DPR Kaji Ulang UU Cipta Kerja

Buruh berencana akan melakukan kembali unjuk rasa besar-besaran menolak Undang-undang Cipta Kerja. Selain itu buruh juga menuntut lembaga legisaltif mengkaji kembali undang-undang yang menimbulkan kontroversi itu.

8 jam5 menit VOAIndonesia

.VOA.

Tentara Nigeria Tembaki Demonstran

Pihak berwenang Nigeria sedang menyelidiki laporan bahwa tentara menembaki demonstran yang menentang kebrutalan polisi pada Selasa (20/10) malam. Insiden itu terjadi di Lekki Toll Plaza, distrik kelas atas di Lagos, kota terbesar dan pusat keuangan Nigeria. Seorang saksi mata, Akinbosola Ogunsanya, mengatakan kepada media berita bahwa tentara datang ke lokasi dan setelah lampu dipadamkan, mulai menembaki. Ogunsanya dan saksi mata lainnya mengatakan terdapat banyak korban jiwa di tempat kejadian. Laporan mengenai penembakan itu datang pada malam pertama dari jam malam selama 24 jam yang diberlakukan Gubernur Lagos Babajide Sanwo-Olu. Selama jam malam, semua orang dilarang turun ke jalan setelah jam 4 sore kecuali pekerja esensial dan petugas darurat. Juru bicara gubernur, Gboyega Akosile, mengatakan di Twitter bahwa pemerintah negara bagian Lagos telah memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut. Dalam pernyataan, Organisasi HAM Amnesty International mengatakan, ada "bukti yang bisa dipertanggungjawabkan, tetapi memprihatinkan" mengenai adanya korban jiwa akibat penembakan di Lekki Toll Plaza. Negara di Afrika Barat itu dilanda protes besar-besaran dalam dua minggu ini menolak "Pasukan Khusus Antiperampokan" yang dikenal sebagai SARS. Protes dipicu video yang diduga menunjukkan seorang laki-laki dipukuli petugas SARS. Unit pasukan tersebut telah lama dituduh melakukan pelecehan, penculikan, pemerasan, penyiksaan dan pembunuhan. Demonstrasi, yang dilakukan dengan tagar #EndSARS, itu memaksa pemerintah Nigeria membubarkan unit polisi yang kontroversial tersebut. Namun, demonstrasi berlanjut dan berubah menjadi kekerasan sementara demonstran menuntut perubahan yang lebih luas terhadap kepolisian dan pemberantasan korupsi. [ka/ab]  

8 jam5 menit VOAIndonesia

.VOA.

Mahasiswa Thailand Menentang Dekrit Darurat di Pengadilan

Pihak berwenang Thailand menyeret dua pimpinan kunci gerakan protes mahasiswa di negara itu ke pengadilan pada hari Rabu (21/10). Mereka mencoba memperpanjang penahanan mereka, setelah menangkap kembali mereka pada hari sebelumnya begitu mereka dikeluarkan dengan jaminan. Parit "Penguin" Chiwarak dan Panusaya "Rung" Sithijirawattanakul awalnya ditahan dalam percobaan demonstrasi di luar kantor perdana menteri pada 14 Oktober malam. Selagi mobil penjara memasuki kompleks Pusat Pengadilan Kriminal di Bangkok, Penguin membuka jendela, memberi hormat tiga jari - simbol pembangkangan demonstran - dan berteriak "pengadilan harus berpihak pada rakyat!" Pada saat yang sama enam mahasiswa menggugat dekrit pemerintah pekan lalu tentang keadaan darurat di Pengadilan Sipil. Seorang mahasiswa hukum, usia 20 tahun, mengatakan bahwa mereka meminta pencabutan sementara dekrit itu sampai keputusan penuh dapat dibuat. Dekrit tersebut memberlakukan pembatasan baru termasuk melarang pertemuan politik yang dihadiri lima orang atau lebih. Sehari setelah dekrit dikeluarkan, polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan demonstrasi damai ribuan pemuda di persimpangan jalan di Bangkok. Para mahasiswa, yang membacakan petisi mereka ke media dalam bahasa Thailand, Inggris dan Jerman, mengatakan pembubaran tersebut gagal memenuhi standar internasional. Mereka mengatakan keputusan itu digunakan sebagai alat hukum untuk membatasi hak berkumpul dan secara tidak adil melanggar hak dan kebebasan orang tanpa menghormati konstitusi. Gerakan protes mahasiswa itu menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, penyusunan konstitusi baru, dan yang paling eksplosif, reformasi monarki yang berkuasa. [ka/ab]

8 jam5 menit VOAIndonesia

.VOA.

Badai Tropis Saudel Ancam Vietnam Setelah Hantam Filipina

Vietnam, Rabu (21/10), bergegas mengevakuasi ribuan orang sewaktu badai tropis Suadel bergerak semakin mendekati.     Badai itu diperkirakan akan menghantam negara yang masih kesulitan itu, Minggu (25/10), setelah selama berpekan-pekan menghadapi hujan lebat dan banjir yang menewaskan lebih dari 100 orang.  Setelah memorakmoranda Filipina, Saudel bergerak melintasi Laut China Selatan, dan akan menghantam Vietnam Tengah yang sedang mengalami banjir terburuk dalam dua puluh tahun terakhir.  “Kerusakan yang akan ditimbulkannya sangat besar jika kita tidak mempersiapkan diri dengan baik, mengingat kawasan yang diperkirakan akan dihantam sedang menghadapi banjir dan tanah longsor,” kata Mai Van Khiem, Kepala Badan Pengawasan Cuaca Vietnam, dalam sebuah pernyataan.  Vietnam Tengah diguyur hujan lebat akibat fenomena La Nina, yang dicirikan temperatur yang tidak biasanya dingin di wilayah ekuator Samudera Pasifik.   Kelompok-kelompok HAM memperingatkan, banjir di Vietnam akan semakin menyulitkan hidup komunitas-komunitas miskin yang sudah sangat menderita akibat wabah Covid-19.   Bantuan makanan dan medis sulit disampaikan ke para korban karena tertutupnya akses-akses transportasi. [ab/ka]

8 jam5 menit VOAIndonesia

.VOA.

Pengadilan AS Perpanjang Tenggat Surat Suara via Pos di North Carolina

Pengadilan banding federal Amerika memutuskan, petugas pemilu dapat menghitung surat suara meskipun tiba setelah Hari Pemilihan asalkan pemilih di negara bagian North Carolina mengirim surat suara via pos selambat-lambatnya pada Hari Pemilihan. Pengadilan Banding Sirkuit ke-4, Selasa (20/10), menolak gugatan terhadap aturan Dewan Pemilu Negara Bagian North Carolina yang mengatakan akan menerima surat suara via pos hingga 12 November. Peraturan sebelumnya menetapkan 6 November sebagai batas waktu.  Putusan dengan suara 12 banding 3 itu melibatkan semua hakim aktif di pengadilan itu, bukan panel tiga hakim seperti biasanya. Ini menandakan pentingnya kasus tersebut.  Masalah ini muncul di pengadilan di seluruh Amerika sementara pejabat pemilu, partai politik, dan kelompok HAM berselisih tentang pertanyaan sejauh mana aturan di setiap negara bagian harus diubah sementara semakin banyak orang hendak menghindari keharusan pergi ke tempat pemungutan suara pada 3 November karena pandemi virus corona. Pengadilan umumnya berpihak pada aturan yang diberlakukan badan legislatif dan pejabat pemilu negara bagian, dan menolak gugatan dari partai politik dan kelompok luar.  Gugatan hukum itu diajukan di banyak negara bagian yang dianggap kunci untuk memutuskan calon mana yang akan memenangkan pemilihan presiden, seperti Pennsylvania, Wisconsin, dan Michigan.  Mahkamah Agung Amerika, Senin (19/10), menguatkan keputusan pengadilan tinggi Pennsylvania yang mengizinkan penghitungan surat suara yang masuk apabila tiba sebelum 6 November.  Berbagai pengadilan memberi pemilih di Georgia, Michigan dan Wisconsin perpanjangan serupa, tetapi pengadilan yang lebih tinggi membatalkan putusan tersebut. Para pemilih di ketiga negara bagian itu kini harus memastikan surat suara mereka diterima pada Hari Pemilihan supaya bisa dihitung.  Secara keseluruhan, sekitar 20 negara bagian mengizinkan surat suara masuk setelah Hari Pemilu asalkan diberi cap pos paling lambat 3 November.  Banyak negara bagian juga mengizinkan orang memberikan suara secara langsung sebelum Hari Pemilu. Digabung dengan suara via pos, sekitar 38 juta orang telah memberikan suara pada Selasa (20/10) malam, menurut Proyek Pemilu Amerika. [ka/ab] 

8 jam5 menit VOAIndonesia

.VOA.

Budaya Jadi Alasan Utama Orang Asing Pelajari Bahasa Indonesia

Penggunaan bahasa Indonesia dan daerah makin marak di kalangan orang asing. Mereka tak segan memamerkan kefasihan berbahasa daerah di media sosial. Bahkan beberapa menjadi selebritas dengan puluhan ribu pengikut. Apa yang mendorong ketertarikan para penutur asing itu dan apa tantangannya?

10 jam5 menit VOAIndonesia

.VOA.

Jepang Menentang Aksi yang Tingkatkan Ketegangan di Laut China Selatan dan Timur

Perdana Menteri Yoshihide Suga, Rabu (21/10), mengatakan Jepang menentang tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan di Laut China Selatan dan Timur. Ia juga menegaskankan, Tokyo tidak bermaksud membangun NATO versi Asia untuk mengendalikan suatu negara. Hal tersebut diungkapkan Suga saat mengakhiri lawatannya ke Indonesia.  Lawatan Suga selama empat hari ke Indonesia, dan sebelumnya Vietnam,  adalah bagian dari usaha Jepang untuk memperkokoh hubungan dengan negara-negara yang menjadi sekutu kunci Tokyo di Asia Tenggara, di tengah-tengah kekhawatiran mengenai sikap China yang semakin agresif di kawasan itu. Lawatan Suga ini menyusul pertemuan Quad di Tokyo bulan ini. Quad adalah kelompok informal yang terdiri dari India, Australia, Jepang dan AS. Washington memandang Quad sebagai benteng perlawanan terhadap pengaruh Tiongkok yang semakin berkembang di Asia. "Dalam mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, kami tidak mengincar suatu negara. Kita bisa bekerjasama dengan negara manapun yang mempunyai pandangan serupa,” kata Suga pada sebuah konferensi pers di Jakarta. “Kita tidak berpikir untuk membentuk NATO versi Indo-Pasifik.” Beberapa negara ASEAN menghadapi sengketa wilayah dengan China di Laut China Selatan namun tidak ingin mengasingkan China mengingat Beijing adalah mitra ekonomi utama kelompok itu. Mereka juga tidak ingin terjebak dalam sengketa sengit antara Washington dan Beijing. [ab/ka]  

10 jam5 menit VOAIndonesia

.VOA.

Kekerasan Seksual Dominasi Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Difabel

Kekerasan seksual mendominasi kasus kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan difabel. Hal itu harus menjadi perhatian penegak hukum, pembuat dan pelaksana kebijakan.

10 jam5 menit VOAIndonesia

.VOA.

Sedikitnya 11 Perempuan Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Visa Pakistan

Sedikitnya 11 perempuan tewas akibat terinjak-injak ketika sebuah kerusuhan terjadi di tengah-tengah ribuan warga Afghanistan yang sedang menunggu untuk mendapatkan visa ke Pakistan di sebuah stadion sepak bola di Provinsi Nangarhar. Gubernur Nangarhar Attaullah Khogyani mengatakan, mereka yang tewas umumnya yang berusia lanjut. Ia juga mengungkapkan, 13 orang lainnya, umumnya perempuan, juga cedera dalam peristiwa itu. Dalam sebuah insiden terpisah, sedikitnya 34 polisi Afghanistan tewas setelah disergap kelompok militan Taliban di wilayah utara Afghanistan. Penyergapan tersebut merupakan serangan yang paling banyak menelan korban jiwa sejak Taliban dan pemerintah Afghanistan mulai mengadakan pembicaraan perdamaian yang sudah lama tertunda pada bulan lalu.  Pembicaraan itu sendiri merupakan bagian dari kesepakatan yang ditandatangani oleh AS ddan Taliban Februari lalu, dan dipandang banyak pihak sebagai peluang terbaik untuk mewujudkan perdamaian dan mengakhiri perang yang telah berlangsung puluhan tahun. Belum ada komentar atau pengakuan bertanggung jawab dari Taliban, yang mengontrol kawasan di mana serangan terjadi. Kedubes Pakistan di Kabul mengatakan telah mengeluarkan lebih dari 19 ribu visa dalam sepekan terakhir menyusul keputusan Islamabad memberlakukan kebijakan visa persahabatan dan membuka kembali perbatasannya September lalu setelah berbulan-bulan tutup. Mengantisipasi lonjakan jumlah pelamar visa setelah delapan bulan tutup, Konsulat Pakistan di Nangarhar mengalihkan operasinya ke stadion sepakbola. [ab/ka]  

10 jam5 menit VOAIndonesia

.VOA.

AS Dukung Pembebasan Tahanan ISIS 'Tingkat Rendah' di Suriah

Washington menanggapi upaya untuk mengurangi beban di penjara yang penuh sesak di Suriah dengan optimistis dan kewaspadaan, meskipun upaya tersebut mencakup pembebasan ratusan pengikut kelompok teror itu. Penjara itu menahan ribuan militan ISIS yang ditangkap. Rencana tersebut minggu lalu diberlakukan oleh Dewan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Council/SDC) yang dipimpin Kurdi, sayap politik Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces/SDF) yang didukung AS. Mereka menyerukan pembebasan anggota ISIS "tingkat rendah" berdasarkan pengampunan umum. Sebanyak 631 warga Suriah dalam kategori itu sudah dibebaskan dan diizinkan kembali ke rumah mereka. Sementara 253 lainnya hukumannya dikurangi separuhnya dan pejabat Kurdi mengatakan pembebasan lebih banyak diharapkan dalam beberapa bulan mendatang. Sejauh ini, Amerika menyetujuinya. "Kita melihat prakarsa pemulangan dan reintegrasi ini sebagai hal yang positif," kata juru bicara Departemen Luar Negeri kepada VOA. Dia mengatakan pembebasan itu "berfokus pada pelaku non-kekerasan yang tidak dinilai menimbulkan risiko radikalisasi bagi komunitas mereka." Pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat tidak menyebut namanya mengingat kesensitifan masalah tersebut, juga menyarankan tersedianya bantuan untuk kelancaran proses. “Kita, bersama mitra koalisi siap untuk mendukung komunitas penerima sebagai bagian dari inisiatif stabilisasi yang sedang berlangsung,” kata juru bicara itu. Kekhawatiran mengenai apa yang harus dilakukan terhadap pejuang ISIS yang ditangkap dan pendukung ISIS meningkat sejak runtuhnya kekhalifahan kelompok teror itu pada Maret 2019. Dalam beberapa bulan, pejabat penting Pentagon memperingatkan bahwa puluhan penjara darurat yang didirikan SDF untuk menahan mereka, yang ketika itu menangkap lebih dari 10 ribu militan ISIS yang termasuk 2.000 pejuang asing, tidak bisa dipertahankan. [my/ft]

12 jam5 menit VOAIndonesia

.VOA.

Miss Muslimah AS, Kontes untuk Berdayakan Perempuan

Ada berbagai upaya digelar untuk memberdayakan Muslim di Amerika, khususnya perempuan. Sejumlah aktivis perempuan Muslim di AS melakukannya dengan menggelar kontes kecantikan perempuan Muslim. Apa yang membedakan kegiatan itu dengan kontes-kontes kecantikan lain yang kerap digelar di AS?

14 jam5 menit VOAIndonesia

.VOA.

Ketua DPR AS Capai 'Kemajuan' dengan Pemerintah terkait Stimulus Covid-19

Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi, Selasa (20/10), mengatakan perundingan antara Gedung Putih dan Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikuasai Partai Demokrat pada putaran kedua bantuan besar--besaran untuk virus corona sudah mencapai kemajuan Dalam wawancara dengan Bloomberg News menjelang pembicaraannya melalui telepon dengan Menteri Keuangan Steve Mnuchin, Pelosi mengatakan kedua belah pihak sedang menyelesaikan perselisihan terkait bahasa, menetapkan strategi pengujian nasional untuk mendeteksi virus corona, serta menangani dampak pandemi pada komunitas kulit berwarna. Kedua belah pihak masih merundingkan bahasa untuk pendanaan darurat bagi pemerintah negara bagian dan lokal yang kekurangan dana. Pelosi sebelumnya menetapkan Selasa (20/10) sebagai hari terakhir untuk mencapai kesepakatan dengan pemerintahan Trump sebelum pemilihan presiden dan Kongres, yang tinggal dua minggu lagi pada 3 November. Namun, ia tidak membesar-besarkan tenggat yang ditentukannya sendiri itu, dengan mengatakan pada Selasa (20/10) "hari ini bukan hari dimana kita akan membuat kesepakatan, tetapi hari dimana kita memiliki ketentuan-ketentuan kita untuk bisa melakukan langkah selanjutnya." Ketua fraksi Mayoritas di Senat Mitch McConnell, Selasa (20/10), berkomitmen untuk membawa rancangan undang-undang (RUU) apapun yang disetujui Trump, hasil dari kesepakatan pada Senat untuk pemungutan suara. "Jika kesepakatan seperti itu di setujui DPR, tentu dengan persetujuan atau janji presiden, kita akan membawanya ke Senat," kata McConnell kepada wartawan. Jika perundingan antara Gedung Putih dan Dewan Perwakilan Rakyat yang dikuasai Partai Demokrat gagal, kesempatan berikutnya untuk merundingkan bantuan baru akan diperoleh selama sesi Kongres pada November dan Desember. [my/pp]

14 jam5 menit VOAIndonesia