TRIBUNNEWS

Umuh Muchtar Berharap Permasalahan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api Bisa Cepat Selesai

Maung Bandung dipastikan akan menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api ( Stadion GBLA) sebagai kandang.

34 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Persib Bandung Ingin Kompetisi Liga 1 2020 Tetap Ada Degradasi Dengan Format Lain

Robert Alberts memberikan tanggapannya terkait dihapuskannya degradasi pada Liga 1 2020.

34 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Diduga Cemburu, Buruh Proyek Tikam Kekasihnya hingga Tewas

EA, wanita usia 31 tahun jadi korban penganiayaan. Ia tewas di tangan OPM (32), kekasihnya.

35 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Shin Tae-yong Bocorkan Alasan Utama Panggil Elkan Baggott

Elkan Baggott tak bisa menyembunyikan kebahagiaan karena bisa dipanggil mengikuti pemusatan latihan atau training centre (TC) Timmnas U-19 Indonesia.

35 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Fokus Komite Penanganan Covid-19, Erick Thohir: Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit

Pemerintah berupaya keras melewati badai pandemi covid-19 dengan menangani sisi kesehatan dan perekonomian secara bersamaan.

35 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Elkan Baggott Tidak Bisa Ikut TC Jangka Panjang Timnas Indonesia Karena Harus Kembali ke Inggris

Elkan Baggott tidak bisa berlama-lama mengikuti pemusatan latihan Timnas U-19 Indonesia di Jakarta.

36 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Cristiano Ronaldo Harus Bertanggung Jawab Kegagalan Juventus di Liga Champions kata Fans Juventus

Cristiano Ronaldo merupakan pemain termahal di Juventus dengan gaji yang mencapai 31 juta pounds (Rp 593 Miliar) per tahun.

36 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Angka Kematian COVID-19 di Melbourne Jadi Peringatan Bagi Negara Bagian Lain

Australia mencatat jumlah kematian harian tertinggi sejak pandemi COVID-19. Pemerintah Victoria di Melbourne mengaku virus corona…

36 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

'Binggung dan Stress': Perbatasan Antar Negara Bagian Australia Mempersulit Warga

Di tengah pandemi COVID-19, warga Australia saat ini tidak saja mengalami kesulitan untuk kembali dari luar negeri, namun juga perjalanan…

36 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Pejabat Pemkot Sydney Terlibat Organisasi yang Terkait Partai Komunis China

Robert Kok, seorang pejabat Pemerintah Kota Sydney, Australia, mengakui keterlibatannya dalam sebuah organisasi yang disebut-sebut…

37 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Proses Visa Pasangan Untuk Ke Australia Semakin Lama Karena COVID-19

Proses untuk mendapatkan visa pasangan bagi warga asing yang menikah dengan warga Australia semakin lama. Banyak diantara mereka yang…

37 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Pakar: Bali Seharusnya 'Lockdown' Ketat Bukannya Malah Dibuka Untuk Turis

Pulau Bali sudah kembali dibuka untuk turis dalam negeri akhir Juli lalu, namun menurut seorang pakar, saat pandemi COVID-19 belum…

37 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Arti Nama Panembahan Al Nahyan Nasution, Cucu Keempat Presiden Jokowi

Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution memberikan nama Panembahan Al Nahyan Nasution kepada anak keduanya.

38 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Pengamat Ekonomi Nilai Omnibus Law Cipta Kerja Mampu Selamatkan Indonesia dari Ancaman Resesi

Ancaman resesi diketahui semakin nyata setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil pertumbuhan ekonomi RI kuartal kedua minus 5,32 persen.

38 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Pemberian ASI untuk Si Kecil Bantu Kecilkan Rahim dan Cegah Pendarahan Pada Ibu Pascamelahirkan

Pemberian air susu ibu (ASI) sejak bayi lahir telah menjadi standar emas makanan bayi yang ditentukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

38 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan Misterius di Serpong

Polisi menindaklanjuti kasus penembakan misterius di Wilayah Serpong, Tangerang Selatan.

38 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Beli Handphone untuk Dijual, Putra Siregar Tak Tahu Barang Itu Ilegal

Putra siregar jadi terdakwa kasus penjualan handphone ilegal. Proses hukumnya berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

39 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Terpengaruh Narkoba, Pria Ini Berupaya Rudapaksa Ibu Kandung dan Todongkan Senpi Rakitan

Merasa terkejut dengan tindakan nekat pelaku, korban ketakutan dan berhasil kabur untuk menyelamatkan diri

1 jam56 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Isyana Sarasvati Akui Susah Tidur Malam

Karena kebiasaan itu, penyanyi berusia 27 tahun ini bahkan pernah tidak tidur hingga pukul 8 pagi.

1 jam56 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Harapan Direktur PT LIB Jelang Liga 1 Bergulir, Ingin 18 Klub Lanjut Ikuti Kompetisi

Menurutnya yang pasti untuknya saat ini adalah bahwa PT LIB tetap masih berusaha keras untuk bisa menggelar kompetisi dengan 18 peserta klub.

1 jam57 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Ikut Latihan Perdana Timnas Indonesia, Ryuji Utomo Merasa Bangga Kenakan Kostum Berlambang Garuda

Ryuji Utomo mengaku bangga saat mengikuti latihan perdana bersama Timnas Indonesia terutama kenakan kostum berlambang Garuda.

1 jam57 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Jelang Gelar Latihan Perdana, Pelatih Persik Kediri Sebut Pemain Belum Bisa Komplit

Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo mengatakan bahwa ada beberapa pemain yang sudah meminta izin telat bergabung latihan.

1 jam57 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Perasaan Kapten Persib Bandung Setelah Ikuti Latihan Perdana, Sempat Rasakan Khawatir

Jelang Liga 1 bergulir, Supardi Nasir sempat mengkhawatirkan intensitas latihan perdana Persib Bandung.

1 jam57 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Gerakan Tri Wani yang Dijalankan oleh Persebaya Surabaya dan Bonek Kembali Mendapatkan Dukungan

Hari ini gerakan Tri Wani yang dijalankan oleh Persebaya dan Bonek kembali mendapatkan dukungan.

1 jam57 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

LIVE Streaming TV Online SCTV Manchester United vs Copenhagen Perempat Final Liga Eropa, Pukul 02.00

Duel seru Manchester United vs Copenhagen akan berlangsung di RheinEnergie Stadium mulai pukul 02.00 WIB, Live SCTV. Simak live streaming di sini

1 jam58 menit Tribunnews