.VOA.

NASA Pantau Asteroid yang akan Melintas “Dekat Bumi” hari Sabtu

Observatorium “dekat bumi” milik NASA (NEO) kini sedang memantau asteroid yang lebih besar dari gedung Empire State di New York yang diperkirakan akan melintas dekat bumi hari Sabtu (6/6). Menurut NEO, asteroid yang dikenal sebagai 2002 NN4 itu pada bagian terbesarnya memiliki garis tengah 570 meter. Tinggi gedung Empire State sedikit lebih dari 426 meter. Tetapi para ilmuwan di NEO mengatakan tidak ada yang perlu ditakutkan dari asteroid itu karena “dekat bumi” adalah istilah yang relatif. Mereka mengukur jarak benda-benda antariksa itu dengan satuan astronomi. Satu satuan astronomi hampir sama dengan jarak rata-rata antara matahari dan bumi – sekitar 150 juta kilometer. Apa pun yang berada dalam jarak 1,3 satuan astronomi dari matahari, dianggap sebagai objek dekat bumi Pada jarak terdekatnya, Asteroid 2002 NN4 diperkirakan akan melintas pada posisi sekitar 0,034 unit astronomi – atau sekitar 5,09 juta kilometer dari Bumi, sekitar 13 kali jarak antara bumi dan bulan. NASA mendirikan Program Observasi Objek Dekat Bumi pada tahun 1998 untuk memantau benda-benda tersebut. Mereka mengatakan sejumlah kecil “objek dekat bumi” lewat cukup dekat ke bumi dan ukurannya cukup besar untuk memungkinkan pengamatan dengan saksama. Mereka mengatakan daya tarik gravitasi dari planet-planet dapat menyebabkan jalur orbit suatu benda angkasa masuk ke dalam orbit yang melintasi orbit Bumi, sehingga menciptakan kemungkinan tabrakan pada masa depan. NASA mengatakan telah memiliki rencana darurat untuk menghadapi peristiwa semacam itu. Tetapi dalam diskusi baru-baru ini yang diunggah di situs web badan antariksa itu, Direktur NASA untuk Ilmu Keplanetan, Dr. Lori Glaze, mengatakan kemungkinan itu tidak mengkhawatirkannya. [lt/ii]

1 jam7 menit VOAIndonesia

TRIBUNNEWS

Terancam Bangkrut, Tottenham Hotspur Ajukan Utang dengan Jumlah Fantastis

Klub Liga Inggris, Tottenham Hotspur melakukan peminjaman uang dengan jumlah fantastis untuk menghindari kondisi keuangan klub yang merugi.

1 jam7 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Alasan Kelompok Nisa Tidak Dapat Nilai A: Kunci Jawaban Belajar dari Rumah di TVRI Kelas 1-3 SD

Berikut soal dan jawaban dari materi pelajaran Belajar dari Rumah di TVRI untuk kelas 1-3 SD, Jumat (5/6/2020): Sahabat Pelangi: Senam Irama

1 jam7 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Seorang Wartawan di Subulussalam Aceh Polisikan Pengurus Partai terkait Kasus Pemukulan

Muhlis mengaku mendapat aksi pemukulan dari pelaku berinisial BH dan sempat ditangkis dengan kedua tangannya.

1 jam7 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Jawaban Soal TVRI, Apakah Kamu Setuju dengan Ide Nisa Menggunakan Musik Tradisional dalam Senam?

Jawaban soal TVRI SD kelas 1-3 Belajar dari Rumah: Apakah kamu setuju dengan ide Nisa untuk menggunakan musik tradisional dalam kegiatan senam?

1 jam8 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Sinopsis Drama Korea VIP Episode 2: Rahasia yang Disimpan Setiap Orang

Berikut sinopsis episode 2 drama Korea VIP di mana setiap orang memiliki rahasia.

1 jam8 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang Hingga 18 Juni 2020

Bupati Bogor Ade Yasin menyebut, PSBB di Kabupaten Bogor ini diperpanjang hingga 18 Juni 2020, atau selama 14 hari ke depan.

1 jam8 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Jawaban Soal TVRI SD Kelas 1-3: Tuliskan 5 Jenis Tari Tradisional dan Daerah Asalnya

Jawaban soal TVRI SD kelas 1-3 Belajar dari Rumah: tuliskan 5 jenis tari tradisional dan daerah asalnya.

1 jam8 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Pro Kontra Usulan PSSI Soal Penghapusan Degradasi: Arema FC Adopsi Langkah J League

Pro kontra disampaikan oleh Persebaya dan Arema FC mengenai usulan PSSI soal penghapusan sistem degradasi di Liga 1 2020.

1 jam8 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

KUNCI Jawaban Soal TVRI SD Kelas 4-6, Penyajian Data Gemar Matematika Bersama Pak Ridwan

Berikut kunci jawaban soal TVRI SD kelas 4, 5, dan 6, Jumat 5 Juni 2020: Gemar Matematika bersama Pak Ridwan materi Penyajian Data.

1 jam8 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Kontroversi Ferdian Paleka: Prank Sampah, Sempat Kabur, Dibully di Penjara Hingga Akhirnya Bebas

Selain menjadi pemberitaan media massa, bebasnya Ferdian Paleka tersebar di akun-akun gosip di Instagram.

1 jam8 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Video Klip Lagu Kekeyi Dihapus, Namanya Disebut di Youtube, Ini Penjelasan Rinni Wulandari

Video clip lagu 'Keke Bukan Boneka' kembali menjadi sorotan dan dibuat geger, setelah youtube menghapus video klip itu dari lamannya.

1 jam8 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

LOGIN WWW.PLN.CO.ID atau WA 08122123123, Klaim Token Listrik Gratis PLN Bulan Juni 2020

Login www.pln.co.id atau WhatsApp 08122123123 untuk klaim token listrik gratis PLN selama bulan Juni 2020.

1 jam9 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Hari Ini MRT Jakarta Kembali Beroperasi Normal, Seluruh Stasiun Dibuka

Sebanyak 13 stasiun alias seluruh stasiun MRT Jakarta akan beroperasi penuh, setelah di masa PSBB tahap III kemarin ditutup sebagian.

1 jam9 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Berapa Perbandingan Jumlah Peserta Sebelum Hari Rabu dan Setelah Hari Kamis? Jawaban Soal TVRI

Jawaban soal TVRI SD kelas 4-6: Berapa perbandingan jumlah peserta sebelum hari Rabu dan setelah hari Kamis? Buatlah tabel data dan penjelasannya!

1 jam9 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Deg-degan Hadapi New Normal, Gisella Anastasia Pasrah, Tidak Ada Pilihan Lain

Gisella Anastasia menanggapi kabar soal kehidupan new normal atau normal baru, yang akan diterapkan Pemerintah Indonesia atas adanya wabah virus coron

1 jam9 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Drogba dari Indonesia Belum Bisa Move On, Sebut Alumnus Arema FC jadi Duet Terindah

Dedik 'Drogba' Setiawan mengatakan bahwa Makan Konate merupakan partner terindah yang pernah bermain dengannya di Arema FC.

1 jam9 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Siapa Dody Usodo Hargo? Komisaris Utama PT Adhi Karya yang Gantikan Fadjroel Rahman

Sosok Dody Usodo Hargo, purnawirawan TNI yang gantikan Fadjroel Rahman jadi Komisaris Utama PT Adhi Karya. Pernah jadi Staf Khusus KSAD.

1 jam9 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Peti Jenazah Terjatuh Saat Hendak Dimakamkan, Ketua Gugus Tugas Covid-19 PALI Sumsel Minta Maaf

Jenazah yang berada didalam peti terjatuh saat hendak dimakamkan, sehingga sontak membuat pihak keluarga emosi.

1 jam9 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

KUNCI Jawaban Soal TVRI SMP Belajar dari Rumah Jumat 5 Juni 2020: Menjaga Hutan Indonesia

Inilah jawaban soal SMP Belajar dari Rumah TVRI Jumat, 5 Juni 2020 dengan materi Menjaga Hutan Indonesia.

1 jam10 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Cara Klaim Token Listrik PLN Juni 2020, LOGIN www.pln.co.id atau Chat WA 08122-123-123

Berikut cara dan penjelasannya akses token gratis dan diskon melalui website dan WhatsApp, dilansir oleh Instagram PLN:

1 jam10 menit Tribunnews

ANTARA NEWS

Saham Jerman merosot, Indeks DAX 30 ditutup turun 0,45 persen

Saham-saham Jerman ditutup sedikit lebih rendah pada perdagangan Kamis (4/6/2020), menghentikan kenaikan dua hari berturut-turut dengan indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt melemah 0,45 persen atau 56,80 poin, menjadi ...

1 jam10 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Kemarin, tarif listrik tak naik hingga bahan pokok dipastikan cukup

Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Kamis (4/6) mulai dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan bahan pokok tercukupi hingga Kementerian ESDM memastikan tarif tenaga listrik bagi 13 pelanggan non ...

1 jam10 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Jumat pertama PSBB transisi, cuaca DKI Jakarta cerah berawan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta cerah berawan di hari pertama masa  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi menuju normal baru pada Jumat. Kondisi ...

1 jam10 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Harga emas "rebound," dipicu dolar lemah dan Wall Street hentikan reli

Harga emas rebound lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) karena dolar melemah dan Wall Street menghentikan reli setelah data perdagangan AS yang suram membayangi angka pasar tenaga kerja yang ...

1 jam10 menit Antaranews