Viva.co

Tragis, Kisah Dennis Rodman Cuma Jadi Pelampiasan Model Seksi Amerika

Model seksi Amerika ingin nikah dengan Dennis Rodman karena kesepian.

12 menit Viva

Detik

Jadwal Baru Dadakan Buat Pelatih Persib Bandung Kehilangan Kata-kata

Menjelang restart Shopee Liga 1 2020, PT LIB mengubah jadwal. Jadwal baru itu membuat Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts kehabisan kata-kata.

14 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Kapolda NTT Temui Personel TNI-Polri di Perbatasan RI-Timor Leste

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mengecek kondisi pasukan TNI-Polri di perbatasan Indonesia-Timur Leste menjelang peringatan HUT TNI ke-75.

34 menit Detik

TRIBUNNEWS

LOGIN www.prakerja.go.id untuk Daftar Kartu Pra Kerja Gelombang 10, Simak Syarat-syaratnya

Berikut panduan pendaftaran Kartu Pra Kerja gelombang 10 di www.prakerja.go.id. Pendaftaran Kartu Pra Kerja sampai di tahap akhir.

1 jam5 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Susunan Pemain Inter Milan vs Fiorentina, Duet Lukaku dan Lautaro Kembali Jadi Andalan

Inter Milan selaku tuan rumah kembali mengandalkan duet Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez untuk meraih kemenangan melawan Fiorentina.

1 jam6 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Live Streaming TV Online, Real Betis vs Real Madrid di Bein Sports 1, Luka Jovic Starter

Zinedine Zidane tampaknya memberi kesempatan bagi Luka Jovic untuk membuktikan kualitas terbaiknya setelah sang pemain masuk dalam starter.

1 jam6 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Nelayan Lansia Ini Berada dalam Kotak Gabus dan Terombang Ambing di Lautan Selama 6 Hari

Video berdurasi 2 menit 70 detik itu memperlihatkan seorang pria tua yang terapung di tengah laut sendirian

1 jam6 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming RCTI, Inter Milan vs Fiorentina, Conte Mainkan Ivan Perisic

Inter Milan selaku tuan rumah kembali mengandalkan duet Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez untuk meraih kemenangan melawan Fiorentina.

1 jam6 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Dikabarkan Positif Covid-19, Istri Gubernur Bali Unggah Video Bercaption OTG, Ini Katanya

Putri Koster juga memperlihatkan kamar selama karantina dan cukup nyaman dan membuat tenang dan melakukan kegiatan yang membuat imun terjaga baik

1 jam7 menit Tribunnews

ANTARA NEWS

Magetan tambah sembilan pasien COVID-19, jadi 361 orang

Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mencatat tambahan sembilan kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 pada Sabtu sehingga keseluruhan kasusnya naik dari 352 orang menjadi 361 orang. Kepala Diskominfo Kabupaten Magetan ...

1 jam7 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Everton sempurna di awal musim, Ancelotti puji semangat skuatnya

Manajer Everton Carlo Ancelotti memuji semangat di dalam skuatnya yang disebutnya jadi alasan besar keberhasilan menorehkan catatan sempurna mereka di awal musim 2020/21. Everton mengalahkan Crystal Palace 2-1 dalam laga pekan ...

1 jam7 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

ANTARA NEWS

Kapolres dan Dandim Jaksel patroli bersama disiplin protokol kesehatan

Polres Metro Jakarta Selatan dan Kodim 0504/JS melaksanakan patroli bermotor operasi yustisi pendisiplinan protokol kesehatan pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap kedua, Minggu dini hari. Patroli ...

1 jam8 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Javi Gracia akui Valencia tak dapat hasil bagus, tapi patut dihargai

Manajer Valencia, Javi Gracia, mengakui timnya tak mendapat hasil bagus ketika diimbangi tamunya Huesca 1-1 dalam laga pekan ketiga Liga Spanyol di Mestalla, Sabtu, tetapi satu poin itu patut dihargai. Pasalnya, Gracia sadar ...

1 jam8 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Rennes ambil alih puncak seusai taklukan Saint-Etienne 3-0

Rennes sukses mengambil alih puncak klasemen sementara Liga Prancis seusai menaklukan tuan rumah AS Saint-Etienne 3-0 dalam laga pekan kelima di Stadion Geoffroy-Giunchard, Sabtu. Tiga gol kemenangan yang dicetak Nayef Aguerd, ...

1 jam8 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Lazio bawa pulang kemenangan 2-0 dari markas Cagliari

Lazio membawa pulang kemenangan 2-0 dari markas Cagliari dalam pertandingan perdana mereka di Liga Italia musim 2020/2021, Sabtu waktu setempat atau Minggu dini hari WIB. Klub ibu kota itu membuka keunggulan melalui gol Manuel ...

1 jam8 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Chelsea berjibaku amankan satu poin dari markas West Brom

Chelsea dipaksa berjibaku untuk bisa mengamankan satu poin dan mengimbangi tuan rumah West Bromwich Albion 3-3 dalam laga pekan ketiga Liga Inggris di Stadion The Hawthorns, Sabtu waktu setempat (Minggu WIB). Lini belakang ...

1 jam9 menit Antaranews

WOWKEREN

Jadi Sutradara, Jungkook Bagikan Tema Yang Diinginkan Untuk MV Comeback BTS Mendatang

BTS ingin membuat film dengan cara yang tulus, jujur, dan seperti mimpi. Setelah semua ide curah pendapat dikumpulkan dan diatur, V dan Jungkook pergi bertemu staf untuk mendiskusikan proses pembuatan

1 jam11 menit Wowkeren

Viva.co

Gol Menit Akhir Selamatkan Chelsea dari Kekalahan

Chelsea tahan imbang West Brom setelah tertinggal 0-3 di babak I.

1 jam31 menit Viva

Viva.co

Kremasi Kucing, Salmafina Didoakan Dapat Hidayah

Kucing Salmafina Sunan belum lama ini mati.

1 jam31 menit Viva

Detik

Cagliari Vs Lazio: Immobile Sumbang Gol, Biancoceleste Menang 2-0

Lazio meraih poin penuh pada laga pertamanya di Liga Italia 2020/2021. Biancoceleste menumpas Cagliari dengan skor 2-0.

1 jam33 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Dramatis, West Bromwich Vs Chelsea Berakhir Imbang 3-3

Chelsea kembali gagal menang di pekan ketiga Liga Inggris. Menghadapi West Bromwich Albion, skuad asuhan Frank Lampard hanya bermain imbang 3-3.

1 jam33 menit Detik

Detik

Seorang Pria Tewas dalam Bentrokan dengan Polisi di Mesir

Seorang pria di Mesir tewas dalam bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi dalam demonstrasi.

1 jam34 menit Detik

Detik

Lima Rumah Warga di Bengkulu Rusak Berat Diterjang Puting Beliung

Sebanyak lima rumah warga di Kelurahan Pekan Sabtu, Kota Bengkulu, rusak berat akibat diterjang angin puting beliung.

1 jam34 menit Detik

TRIBUNNEWS

Pelatih Timnas U-16 Lebih Sering Komunikasi dengan Indra Sjafri Ketimbang dengan Shin Tae-yong

Bima Sakti lebih sering berkoordinasi dengan Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri.

2 jam21 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Penyampaian Informasi KPU ke Publik Soal Pilkada di Tengah Pandemi Dinilai Buruk

Saat ini justru pemerintah yang seolah-olah berada jauh lebih di depan soal sosialisasi pilkada di tengah pandemi

2 jam21 menit Tribunnews