BLACKPINK Hingga NCT 127, Deretan Idol K-Pop Ini Diprediksi Bakal Masuk Nominasi GRAMMY Awards

Berdasarkan beberapa perubahan pada aturan pada GRAMMY Awards, sekarang mungkin ada beberapa artis K-Pop yang meraih nominasi. Menurut Forbes, ada 4 grup yang diprediksi akan masuk dalam kategori itu.
« Kembali Baca berita lengkap »

Viva.co

Kisah Ronaldo Nyaris 'Dibunuh' Ibunya Sendiri

Sang Ibu sempat berpikir untuk menggugurkan Ronaldo.

18 jam57 menit Viva

Viva.co

Pensiun dari Bulutangkis, Owi Punya 'Kendaraan Tempur'

Tontowi Ahmad ungkap aktivitas terbaru.

18 jam57 menit Viva

Viva.co

Clara Gopa Duo Semangka Minta Maaf ke Atta-Aurel, Kenapa?

Clara Gopa dianggap pansos.

18 jam58 menit Viva

Viva.co

Universitas di Sydney Dikritik Usai Hapus Cuitan di Twitter Soal China

Menghapus unggahan di Twitter yang bernada kritis terhadap Beijing

18 jam58 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Ormas Sayap PDIP Temui Rizal Ramli, Ada Apa?

Mereka menemui Rizal Ramli di kediamannya.

18 jam58 menit Viva

Viva.co

Penanganan COVID-19, Ma'ruf Minta Ibu-Ibu PKK Bergerak Door to Door

Wapres Ma'ruf Amin menyebut ibu-ibu PKK bisa dilibatkan.

18 jam59 menit Viva

Detik

5 Alasan Minum Air Hangat Sebelum Tidur, Termasuk Menurunkan Berat Badan

Banyak orang menghindari minum air saat ingin tidur karena malas untuk buang air kecil di malam hari. Padahal ada banyak manfaat sehatnya lho.

18 jam59 menit Detik

Detik

Menpora: Inpres Piala Dunia U-20 2021 Terbit 2 Hari Lagi

Instruksi Presiden (Inpres) untuk Piala Dunia U-20 2021 segera terbit. Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyebut Inpres akan keluar dalam dua hari.

19 jam0 menit Detik

Detik

Dortmund Beri Tenggat Waktu kepada MU untuk Gaet Sancho

Jadon Sancho semakin dekat dengan pintu keluar dari Borussia Dortmund. Manchester United pun diberi tenggat waktu untuk memboyongnya.

19 jam0 menit Detik

Detik

Perajin Kok Rumahan di Demak Masih Bertahan di Masa Pandemi Corona

Pengusaha shuttlecock rumahan di Demak masih bertahan meski hadapi pandemi COVID-19. Usaha rumahan itu juga berdayakan warga sekitar untuk bantu penuhi pesanan.

19 jam0 menit Detik

Detik

Masa Pandemi, Petani Senyum Berkat Harga Gabah Naik 1,44%

Dari 1.629 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama Juli 2020, sebanyak 60,28 persen di antaranya merupakan gabah kering panen (GKP).

19 jam0 menit Detik

Detik

Mau Bikin Emas Cetakan Khusus Kayak Dewi Persik, Berapa Ongkosnya?

Berapa biaya yang dibutuhkan untuk bikin emas cetakan khusus seperti Dewi Persik?

19 jam1 menit Detik

Detik

Ancam Ledakan Bom di Pusat Bisnis Ukraina, Pria Uzbekistan Ditangkap

Polisi khusus Ukraina menangkap seorang pria asal Uzbekistan yang mengancam akan meledakan bom di pusat bisnis di ibu kota Ukraina, Kiev.

19 jam1 menit Detik

Detik

Human Initiative Sebar Kurban ke 236.760 Orang dari RI Hingga Kenya

Di luar negeri tersebar di delapan negara yakni Myanmar, Suriah, Palestina, Uganda, Somalia, Tanzania, Kenya, Ethiopia.

19 jam1 menit Detik

Detik

Bentrok Antar Kelompok di Pademangan Jakut, Seorang Pemuda Tewas

Bentrok antar kelompok terjadi di Pademangan, Jakarta Utara. Akibatnya, seorang pemuda tewas.

19 jam1 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

20 Warga Nagan Raya Reaktif Corona Usai Mandikan Jenazah Positif COVID

Hasil swab baru terbit dari Balitbangkes Aceh di Banda Aceh setelah sehari pasien Corona meninggal dimakamkan oleh warga di desa.

19 jam1 menit Detik

.VOA.

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jokowi Galakkan Kampanye Protokol Kesehatan

Presiden Joko Widodo ingin kampanye protokol kesehatan lebih ditingkatkan agar kedislipinan masyarakat dalam menerapkannya meningkat.

20 jam10 menit VOAIndonesia

.VOA.

Menlu Lebanon Mengundurkan Diri

Menteri Luar Negeri Lebanon telah mengundurkan diri. Nassif Hitti menyerahkan surat pengunduran dirinya hari Senin (3/8). Ia memperingatkan bahwa krisis finansial negara itu dan kurangnya kemauan politik untuk berubah dapat menjadi ancaman terbesar bagi negara itu sejak perang saudara di sana. “Saya ambil bagian dalam pemerintah ini untuk bekerja bagi satu bos yang disebut Lebanon,” kata Hitti dalam suatu pernyataan. “Lalu saya dapati di negara saya ini banyak bos dan kepentingan yang saling bertentangan. Jika mereka tidak bersatu dalam kepentingan menyelamatkan rakyat Lebanon, mudah-mudahan tidak terjadi, negara ini akan tenggelam bersama dengan semua orang di dalamnya,” lanjut Hitti. Hitti mengatakan Lebanon menghadapi risiko menjadi “negara yang gagal.” Diplomat karier ini menjadi menteri luar negeri pada Januari lalu sebagai bagian dari pemerintah PM Hassan Diab. Hitti dikabarkan frustrasi dengan kritik Diab terhadap Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian, menyusul kunjungan diplomat Perancis itu ke Beirut baru-baru ini. [uh/ab]

20 jam10 menit VOAIndonesia

.VOA.

John Hume, Politisi Irlandia Utara dan Peraih Nobel, Meninggal Dunia

Politisi Irlandia dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian John Hume meninggal dunia hari Senin (3/8) dalam usia 83 tahun. Hume, pemimpin Katolik di Partai Sosial Demokrat dan Buruh (SDLP) yang berhaluan moderat di Irlandia Utara, bersama-sama meraih Nobel 1998 dengan David Trimble, Menteri I Irlandia Utara ketika itu, atas peran mereka dalam memastikan tercapainya perjanjian perdamaian pada Jumat Agung 1998.  Hume menghadapi kemunduran gerakan nasionalis di Irlandia Utara dan dorongan bagi pemerintahan otonom di provinsi yang diperintah Inggris itu, dengan masukan dari semua pihak. Ia berharap pada akhirnya akan mencapai persatuan dengan Republik Irlandia. Hume pernah mengatakan, “Irlandia bukan sebuah mimpi romantis, bukan sekadar bendera. Irlandia adalah 4,5 juta orang yang terbagi menjadi dua tradisi yang kuat. Solusinya akan ditemukan bukan berbasis pada kemenangan bagi salah satunya, tetapi berdasarkan kesepakatan dan kemitraan antara keduanya. Pembagian nyata Irlandia bukanlah garis yang ditarik pada peta, tetapi pada pikiran dan hati rakyatnya.” Hume mengumumkan pensiun sepenuhnya dari politik pada 4 Februari 2004. [uh/ab]

20 jam11 menit VOAIndonesia

TRIBUNNEWS

Zainudin Amali tak Komentari Batalnya TC Timnas Indonesia

Zainudin Amali turut berkomentar terkait batalnya kembali TC Timnas Indonesia senior dan U-19 yang dijadwalkan pada 1 Agustus

20 jam11 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Universitas di Sydney Dikritik Setelah Menghapus Unggahan Twitter Soal China

University of New South Wales menerima kritik setelah menghapus unggahan di Twitter yang bernada kritis terhadap Beijing, yang sempat…

20 jam11 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

'Status Bencana COVID-19' : Ribuan Toko dan Perusahaan di Melbourne Ditutup

Ribuan toko, pabrik, dan perusahaan telah dipaksa tutup di seluruh Melbourne dengan perkiraan 250 ribu orang pekerja akan diam di…

20 jam11 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Perdagangan Orang Semakin Meluas di Indonesia, Sindikat Akan Diberantas

Telah menjadi rahasia umum perdagangan orang di Indonesia dilakukan oleh sindikat dengan keterlibatan oknum di sejumlah instansi pemerintahan…

20 jam11 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Dua Negara Bagian Australia yang Sudah Lama Tak Mencatat Penularan Corona

Lebih dari seperempat kasus kematian di Australia selama sepekan terakhir terkait dengan pandemi virus corona, berdasarkan data yang…

20 jam11 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Kemungkinan Besar 'Lockdown' Kedua di Melbourne Akan Diperpanjang

100 warga di Melbourne yang dinyatakan positif tertular virus corona tidak ada di rumah ketika dicek tentara. Dengan angka penularan…

20 jam11 menit Tribunnews