Kado Pahit Ultah Bunga Zainal, Rumah Produksi Suami Ditutup Imbas Wabah Corona

Meski sempat merasakan gejala mirip, Bunga Zainal negatif virus Corona. Namun sayang, rumah produksi sang suami kini terpaksa tutup karena wabah virus Corona.
« Kembali Baca berita lengkap »

WOWKEREN

Rayakan Hari Raya Nyepi, Happy Salma Doakan Indonesia dengan Bakar Ogoh-Ogoh

Happy Salma turut merayakan Hari Raya Nyepi bersama keluarganya di Bali. Dalam perayaan ini, ia menyelipkan seuntai doa untuk Indonesia yang tengah dilanda wabah Corona.

20 jam19 menit Wowkeren

WOWKEREN

Westny DJ Rasakan Keajaiban Jelang Kelahiran Anak Pertama

Westny DJ menceritakan kisahnya saat merayakan Nyepi yang berbeda dari tahun sebelumnya. Tidak hanya karena bersama sang suami, melainkan juga maraknya wabah Corona.

20 jam19 menit Wowkeren

WOWKEREN

Nikita Mirzani Beri Uang Cuma-Cuma ke Driver Ojol, Ternyata Segini Nominalnya

Nikita Mirzani membenarkan aksinya memberi uang pada driver ojek online dalam suatu kesempatan. Ia ternyata kala itu sedang memesan makanan via ojol dan memberikan uang dengan jumlah fantastis.

20 jam19 menit Wowkeren

Viva.co

Ketidaksabaran Real Madrid Bakal Berbuah Pahit, AC Milan Untung

Real Madrid mendepak Theo Hernandez.

20 jam19 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Pemain Baru Barcelona Alami Keuntungan Akibat LaLiga Ditunda

Ia pun bisa lebih memahami permainan Barcelona.

20 jam19 menit Viva

Viva.co

Wabah Corona, Riko Simanjutak Pulang Kampung dan Terapkan #DiRumahAja

Riko Simanjuntak pulang kampung karena Persija diliburkan.

20 jam19 menit Viva

Viva.co

Kevin Sanjaya Sukamuljo Bikin Gerakan Perangi Virus Corona

Pebulutangkis Indonesia, Kevin Sanjaya bantu tenaga medis.

20 jam20 menit Viva

Viva.co

COVID-19 Mengganas, Pembukaan MotoGP 2020 Semakin Tidak Jelas

Balapan MotoGP Spanyol yang diproyeksikan jadi pembuka resmi ditunda.

20 jam20 menit Viva

Viva.co

Banyak Kafe Tutup Imbas COVID-19, Anang Minta Pemerintah Buat Solusi

Banyak pekerja yang gantungkan hidup di sektor ekonomi kreatif.

20 jam20 menit Viva

Viva.co

Rekomendasi Drama Asia Seru Biar Kamu Gak Bosen di Rumah Aja

Ada banyak tontonan seru yang bisa kamu saksikan saat di rumah aja

20 jam20 menit Viva

Viva.co

Project Pop Buat Lagu ‘Gara-gara Corona’

Proses kreatifnya cepat.

20 jam20 menit Viva

Viva.co

Inggris Siap Jual Alat Tes Virus Corona di Amazon

Alat itu akan tersedia dalam jumlah jutaan.

20 jam21 menit Viva

Viva.co

Thailand Lockdown Hingga April untuk Hentikan Penyebaran Virus Corona

Jumlah kasus positif corona di Thailand capai 1.000 orang.

20 jam21 menit Viva

Viva.co

Hakim Agung MD Pasaribu Meninggal, Kolega Dilarang Melayat

RSPAD Gatot Subroto melarang jajaran MA untuk melayat jenazah.

20 jam21 menit Viva

Viva.co

Wabah Corona, 3 Petugas RSUD Malah Curi Masker 40 Dus

Petugas RSUD Cianjur tertangkap mencuri masker hingga 40 kardus.

20 jam22 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

30 Maret 2020, Pulau Galang dan Sebaru Siap Tampung Pasien Corona

Kedua pulau ini memiliki fasilitas observasi skala besar.

20 jam22 menit Viva

Viva.co

Tegal Kota Terdepan Terapkan Lockdown

Menyusul Bogor yang lebih dulu.

20 jam22 menit Viva

Detik

Ibarat Perang Lawan Corona, Prajurit di Garda Depan Butuh Update Data

IDI Jateng mendesak pemerintah melakukan update data terperinci terkait pasien COVID-19. Ini diperlukan untuk menentukan langkah yang tepat.

20 jam22 menit Detik

Detik

Terdepan Lawan Corona, Tenaga Kesehatan Bertumbangan karena Kurang APD

Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan sebanyak 50 tenaga medis terpapar corona. Ikatan Dokter Indonesia menyoroti minimnya Alat Pelindung Diri.

20 jam22 menit Detik

Detik

Bosan Isolasi Saat Pandemi Corona? Coba Tonton Film Rekomendasi WHO Ini

WHO membuat beberapa daftar film yang bisa ditonton untuk menambah pengetahuan soal dunia kesehatan. Cocok ditonton bila bosan saat isolasi di rumah.

20 jam22 menit Detik

Detik

Begini Cara Orang-orang Rayakan Pesta Ulang Tahun di Tengah Pandemi Corona

Aries dan Taurus tak harus melewatkan momen pertambahan usia untuk dirayakan. Kamu bisa membuat pesta ulang tahun di tengah pandemi viurs Corona seperti ini.

20 jam23 menit Detik

Detik

Krisis Virus Corona, Ariana Grande dan Taylor Swift Bantu Fans Pengangguran

Sebagai bentuk kepedulian, mereka memberi uang langsung kepada fans yang kehilangan pekerjaan imbas virus corona.

20 jam23 menit Detik

Detik

Olahraga Bareng Adinda Bakrie untuk Amal, Nia Ramadhani Bikin Gregetan

Bagaimana jadinya jika dua wanita cantik di keluarga Bakrie berolahraga bersama secara virtual? Itulah yang baru saja dilakukan Nia Ramadhani dan Adinda Bakrie.

20 jam23 menit Detik

Detik

Jika Ibu Hamil Terinfeksi Virus Corona, Bagaimana Janinnya? Ini Kata Pakar

Tidak sedikit wanita yang khawatir apakah tepat dan aman jika ingin merencanakan kehamilan di tengah pandemi virus corona.

20 jam23 menit Detik

Detik

Corona Bikin Hotel di Luar Negeri Berbondong-bodong Nyumbang Kamar

Semua elemen bersatu padu memerangi pandemi Corona. Kini sering terdengar pemilik hotel mengalihfungsikan propertinya jadi rumah sakit darurat.

20 jam23 menit Detik