Suka Mencuri Ternyata Jadi Alasan Devano Danendra Dijatah Uang Jajan Rp 10 Juta

Sebelumnya diketahui bahwa Devano Danendra mendapatkan jatah uang jajan Rp 10 juta dari Iis Dahlia. Rupanya hal tersebut terjadi lantaran dulunya Devano suka mencuri uang yang ada di mamanya.
« Kembali Baca berita lengkap »

Viva.co

Kaitlynn Carter Eks Miley Cyrus Foto Berbikini, Tubuhnya Kurus Kering

Benarkah tubuh kurus Kaitlynn Carter karena memikirkan Miley Cyrus?

8 jam45 menit Viva

Viva.co

Peringati 4 Tahun Rilis Album, IU Unggah Foto Sulli di Medsos

Gambar itu diambil IU ketika berkunjung ke rumah Sulli.

8 jam45 menit Viva

Viva.co

Kerennya Aksi Lee Seung Gi dan Bae Suzy di Serial Vagabond

Mereka melakukan banyak adegan aksi tanpa bantuan stuntman.

8 jam45 menit Viva

Viva.co

Shireen Sungkar Beli Pesawat?

Shireen Sungkar jadi brand ambassador produk kecantikan.

8 jam45 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

3 Menteri Pernah Diperiksa KPK, Kabinet Jokowi Dikasih Nilai D

Komposisi kabinetnya dinilai sangat lemah oleh aktivis antikorupsi.

9 jam0 menit Viva

Viva.co

NU Kecewa Mantan Jenderal TNI Jadi Menteri Agama

Jokowi sebut deradikalisasi, satu isu yang dituntaskan Fachrul Razi.

9 jam0 menit Viva

Detik

4 Fakta Stunting, Salah Satu PR Utama Menkes Baru dr Terawan

Salah satu tugas Menkes dr Terawan yang baru diangkat adalah mengatasi stunting, di samping mengatasi carut marut BPJS. Ini 4 fakta soal stunting.

9 jam0 menit Detik

Detik

Dikaitkan dengan Posisi Duduk Jokowi yang Viral, Apa Itu Hyperlaxity?

Posisi duduk Jokowi saat pelantikan Kabinet Indonesia Maju jadi perbincangan. Ada yang menyebutnya efek kamera, ada juga yang mengaitkannya dengan hyperlaxity.

9 jam0 menit Detik

Detik

Viral, Wanita Pasang Tanduk di Kepala untuk Halloween Tapi Tidak Bisa Lepas

Seorang wanita sudah menyiapkan properti tanduk untuk pesta Halloween. Dan kejadian 'horor' pun benar-benar ada. Tanduknya kemudian tidak bisa lepas.

9 jam0 menit Detik

Detik

Bukan Lembang, Ini Destinasi yang Sempat Viral di Sulawesi Utara

Beberapa waktu lalu, nama Cafe D'moat Strawberry Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara sempat viral. Sekilas, suasananya mirip di Lembang.

9 jam0 menit Detik

Detik

The Trans Luxury Hotel Raih Penghargaan meski Banyak Tantangan

The Trans Luxury Hotel Bandung berhasil menyabet penghargaan Asia's Leading Business Hotel. Penghargaan ini diraih di tengah banyak tantangan soal pariwisata.

9 jam0 menit Detik

Detik

Kolaborasi Mobil Listrik dan Rumah Hemat Energi ala Mitsubishi

Mitsubishi Motors Corporation mengembangkan sebuah ekosistem energi yang bukan cuma memberi tenaga pada kendaraan. Tapi juga menghidupi rumah dan irit energi.

9 jam0 menit Detik

Detik

Motor Kustom Bergaya Khas Bali Bakal Unjuk Gigi di Jepang

Dua builder dari kota Denpasar siap mengikuti ajang Custom International di Jepang. Keduanya bakal menampilkan motor kustom dengan tampilan kearifan lokal Bali.

9 jam0 menit Detik

Detik

Inter Vs Dortmund: Kok Gagal Penalti, Lautaro?

Striker Inter Milan Lautaro Martinez mengungkapkan penyebab kegagalan penaltinya di laga melawan Borussia Dortmund. Bagaimanapun, Martinez lega Inter menang.

9 jam0 menit Detik

Detik

Jadwal Liga Europa Malam Nanti

Matchday ketiga Liga Europa 2019/2020 akan digelar malam nanti. Berikut jadwal pertandingannya.

9 jam0 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Maaf MU, Van der Sar Masih Sibuk dengan Ajax

Edwin van der Sar menegaskan belum tertarik membantu Manchester United. Eks kiper Setan Merah itu masih ingin fokus bersama Ajax Amsterdam.

9 jam0 menit Detik

Detik

Jadwal Liga 1 Hari Ini: PSS Vs Persija, PSM Vs Madura United

Ada empat laga di jadwal Liga 1 hari ini. PSS Sleman vs Persija Jakarta dan PSM Makassar vs Madura United yang menjadi dua sajiannya.

9 jam0 menit Detik

Detik

Sensasi Erling Haaland

Sepasang gol Erling Braut Haaland memang tak cukup untuk menyelamatkan RB Salzburg. Namun, Haaland menegaskan dirinya sedang menjadi properti panas di Eropa.

9 jam0 menit Detik

Detik

Usai Taklukkan PSM, Persija Lebih Pede Hadapi PSS

Persija Jakarta melawat ke markas PSS Sleman di Liga 1 2019. Usai menaklukkan PSM Makassar, Macan Kemayoran lebih percaya diri menatap Super Elang Jawa.

9 jam0 menit Detik

Detik

Baim Wong dan Manajemen Astrid Sepakat Damai Masalah Nyaleg

Masih soal masalah nyaleg Baim Wong yang berujung pada gugatan manajemen QQ Production menemukan titik akhir.

9 jam1 menit Detik

Detik

Disebut Sindir Selena Gomez, Hailey Baldwin Beri Jawaban

Sebelum ini ramai soal serangan Selena Gomez kepada Justin Bieber, Hailey Baldwin pun disebut menyerang balik.

9 jam1 menit Detik

Detik

Apes! Nyamar Jadi Gembel, Andika 'Babang Tamvan' Malah Ditangkap Satpol PP

Penyanyi Andika Mahesa atau yang lebih dikenal Andika 'Kangen Band', menyamar sebagai gembel di kota Semarang.

9 jam1 menit Detik

Detik

Festival Seni Media 2019 Resmi Dibuka, 28 Seniman Mancanegara Unjuk Gigi

Festival seni media internasional 2019 yang bernama 'Instrumenta #2' resmi dibuka hingga 19 November 2019 di Galeri Nasional Indonesia.

9 jam1 menit Detik

Detik

Andika 'Babang Tamvan' Jadi Gembel, Netter: Nggak Usah Makeup Padahal

Andika Mahesa menjadi perbincangan publik lantaran aksinya yang menyamar jadi gembel di kota Semarang.

9 jam1 menit Detik

Detik

Trio 'Ikan Asin' Dilimpahkan ke Kejaksaan, Begini Penampakannya

Berkas perkara kasus 'ikan asin' yang menimpa Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua akhirnya dinyatakan lengkap alias P21.

9 jam1 menit Detik