Lucinta Luna Nekat Telentang di Tengah Jalan Hingga Hampir Ditabrak Mobil

Aksi nekat Lucinta Luna berikut ini kembali ramai menuai komentar sinis dari netizen. Pasalnya Lucinta asyik berjalan hingga merebahkan diri di tengah jalan raya yang hendak dilalui mobil.
« Kembali Baca berita lengkap »

WOWKEREN

NU'EST Dikonfirmasi Bakal Comeback Oktober, Album Sudah Mulai Dikerjakan

Pada hari ini, Selasa (17/9), Pledis Entertainment selaku agensi memberikan pengumuman bahwa NU'EST akan merilis album baru mereka pada bulan Oktober mendatang.

6 jam59 menit Wowkeren

Viva.co

Arema FC Berharap Lawan Persela Jadi Momen Kebangkitan

Setelah hanya mampu bermain imbang pada dua laga terakhir

6 jam59 menit Viva

Viva.co

Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Selasa 17 September 2019

Ada enam pertandingan hingga Rabu dinihari.

6 jam59 menit Viva

Viva.co

Tiga Setia Gara Sebut Orang Indonesia Bodoh, Deretan Seleb Ini Emosi

Tiga Setia Gara lagi-lagi jadi sorotan

6 jam59 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Gitar Barong Blueberry Asli Bali Dipamerkan Keliling Eropa

Dipamerkan di Belanda dan Jerman

7 jam0 menit Viva

Viva.co

Cerita Nana Mirdad Tegang saat Pundaknya Dipegang Brad Pitt

Ia dan suami sengaja menghadiri premier film Ad Astra.

7 jam0 menit Viva

Viva.co

Beli Bir Bisa Lewat Grab

Pesan bir Heineken langsung diantar sampai ke depan pintu.

7 jam0 menit Viva

Viva.co

Gagal Lolos, Bakal Calon Kepala Desa di Banyuwangi Protes Keras

Pansel dianggap telah bermain politik tiki-taka

7 jam0 menit Viva

Detik

Wanita 46 Tahun Melahirkan Sehari Setelah Mengetahui Kehamilannya

Seorang wanita asal Nevada, Amerika Serikat, melahirkan setelah sehari sebelumnya mengetahui bahwa ia sedang mengandung bayi berumur 7,5 bulan.

7 jam0 menit Detik

Detik

Cukai Naik untuk Kurangi Perokok atau 'Palakin' Perokok?

Cukai rokok akan naik 23 persen pada 2020. Untuk meningkatkan pendapatan dari para perokok, atau untuk menurunkan jumlah perokok?

7 jam0 menit Detik

Detik

Bukan Soal Asli atau Setting-an, Ini Pelajaran dari Ibu-ibu Rebutan Rendang

Video dua ibu rebutan rendang menarik perhatian netizen. Menurut psikolog ada yang lebih penting daripada membahas konflik tersebut sungguhan atau settingan.

7 jam0 menit Detik

Detik

Ini Lho Ragam Manfaat Cemilan Sehat

Asalkan dilakukan dengan benar, mulai dari waktu dan jenis camilan ngemil justru bisa memberi manfaat bagi tubuh.

7 jam0 menit Detik

Detik

Style Alert! Ini 6 Tren Baju Tahun 2020 dari New York Fashion Week

New York Fashion Week Spring (NYFW) 2020 baru saja berakhir. Lantas, busana apa saja yang diprediksikan bakal mendemoniasi tren fashion tahun depan?

7 jam0 menit Detik

Detik

Ramalan Zodiak Cinta 17 September: Capricorn Jaga Kekompakan, Libra Bijaksana

Asmara Aries Sirami benih-benih percintaan ini dengan kata-kata yang indah dan menyejukkan hati. Bagaimana Zodiak Cinta kamu, simak selengkapnya di bawah ini:

7 jam0 menit Detik

Detik

Dibandingkan Netizen, Ini Adu Gaya Syahrini dan Maia Saat Naik Jet Pribadi

Syahrini dan Maia jadi perbincangan netizen karena pesawat jet yang mereka tumpangi dianggap mirip. Seperti apa gaya Maia dan Syahrini saat naik jet pribadi?

7 jam1 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Tiduran di Pesawat? Boleh Sih, tapi Nggak Begini Juga...

Tidur sejatinya merupakan hak setiap penumpang pesawat. Yang jadi masalah itu kalau gaya tidurnya seperti dalam kisah yang satu ini.

7 jam1 menit Detik

Detik

Survei: Indonesia Masuk 20 Negara Berbahaya untuk Ditinggali

Sebuah survei memaparkan 20 besar negara paling berbahaya untuk ditinggali. Indonesia termasuk di dalamnya, pada posisi sedikit lebih baik dari Amerika Serikat.

7 jam1 menit Detik

Detik

Foto: 10 Tempat Wisata Dunia Terpopuler Versi Google

Pernah iseng mencari tahu soal tempat wisata incaran lewat Google? Nah, ke-10 tempat wisata ini disebut sebagai yang paling populer di mesin pencari tersebut.

7 jam1 menit Detik

Detik

Antara Sigra dan Calya, Mana yang Diprioritaskan Produksinya?

Mobil yang dibuat di pabrik yang sama tentu ada komposisi tertentu siapa yang lebih banyak diproduksi.

7 jam1 menit Detik

Detik

Penjualan Mobil Cetak Rekor Tertinggi Tahun Ini

Penjualan mobil pada bulan Agustus 2019 lalu tercatat mencapai 90.403 unit. Angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang tahun ini.

7 jam1 menit Detik

Detik

Dortmund Vs Barcelona: Bisa Samai Raul, Messi?

Lionel Messi kemungkinan comeback ketika Barcelona meladeni Borussia Dortmund. Di pertandingan itu, Messi berpeluang menyamai legenda Real Madrid Raul Gonzalez.

7 jam1 menit Detik

Detik

Timnas U-16 Pertajam Finishing Jelang Hadapi Kepulauan Mariana Utara

Timnas Indonesia berduel dengan Kepulauan Mariana Utara di laga kedua Grup G Kualifikasi Piala Asia U-16 2020. Garuda Muda memantapkan penyelesaian akhir.

7 jam1 menit Detik

Detik

Pekan Depan, Timnas Basket Akan Berlaga di Turnamen Internasional di Taiwan

Timnas basket Indonesia akan berlaga di turnamen Internasional Hualien Kwen Fu 2019 di Taiwan. Dua pemain baru: Denzel Bowles dan Brandon Jawato dibawa serta.

7 jam1 menit Detik

Detik

Masa Depan Klopp di Liverpool Tergantung Cuaca Inggris?

Liverpool ingin memperpanjang kontrak Juergen Klopp. Namun keputusan Klopp untuk tetap di Liverpool tergantung cuaca di Inggris. Benarkah?

7 jam1 menit Detik

Detik

Owen Jagokan Klub-klub Inggris di Liga Champions 2019/2020

Michael Owen mengaku menjagokan klub-klub Inggris untuk menjuarai Liga Champions 2019/2020. Wakil Premier League dinilai lebih baik ketimbang wakil Spanyol.

7 jam1 menit Detik