Kim Jin Woo Winner Ungkap Rasanya Siapkan Debut Solo Tanpa Nasehat Dari Yang Hyun Suk

Sebelum perilisan albumnya, Jin Woo sempat melakukan wawancara singkat dengan sebuah media. Dalam wawancara tersebut Jin Woo mengungkapkan bagaimana rasanya mempersiapkan debut solo tanpa arahan dari
« Kembali Baca berita lengkap »

WOWKEREN

Gojek Sayangkan Aksi Demo Driver di Medan, Tegaskan Tak Ada Sistem Prioritas

Sebelumnya, massa pengemudi ojek online menggelar aksi demo di Medan, Selasa (13/8) untuk menuntut pemerataan order dan meminta tak ada lagi penerimaan pengemudi ojol baru.

7 jam28 menit Wowkeren

Detik

Jorok! Wanita Ini Cuci Celana Dalam Bekas Haid Pakai Cerek Listrik Hotel

Seorang tamu hotel dicap menjijikan oleh netizen setelah menggunakan cerek listrik di kamarnya untuk mencuci celana dalamnya yang bernoda.

7 jam28 menit Detik

Detik

Apa Itu Threesome, Fantasi yang Dorong Tukang Bakso Sampai Jual Istri?

Kasus threesome belakangan ini sedang santer. Kini dilakukan oleh seorang tukang bakso di Kediri, yang ironisnya sedang hamil 4 bulan.

7 jam28 menit Detik

Detik

Viral! Penumpang Sendirian di Pesawat & Pilotnya Ganteng

Pernah terbayang untuk terbang tanpa penumpang lain? Kesempatan langka ini dialami oleh seorang traveler. Ditambah lagi, pilotnya ganteng!

7 jam28 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Logo Esemka Kok Mirip Sama Nissan?

PT Solo Manufaktur Kreasi sudah mulai memamerkan satu persatu komponen penyusun mobil pertama Esemka di pameran Industri Komponen Otomotif 2019. Tapi kok?

7 jam28 menit Detik

Detik

Mobil Listrik Jangan Sampai Langgar Aturan soal Ban Serep

Ketua Komunitas Konsumen Indonesia David Tobing berharap keberadaan mobil listrik sebaiknya tidak melanggar peraturan yang berlaku, terutama soal ban serep.

7 jam28 menit Detik

Detik

SEA Games Tiga Bulan Lagi, Siapa Mau Jadi CdM?

Chef de Mission (CdM) atau kepala kontingen Indonesia menuju SEA Games 2019 Filipina belum dipastikan. KOI akan mengumumkan dalam waktu dekat.

7 jam29 menit Detik

Detik

Indonesia Imbang dengan Myanmar, Fakhri Kecewa Rotasinya Tak Maksimal

Timnas Indonesia U-18 imbang 1-1 dengan Myanmar di laga terakhir Grup A Piala AFF U-18 2019. Beberapa pemain pelapis Garuda Nusantara dirasa kurang maksimal.

7 jam29 menit Detik

Detik

Bisa Berapa Gol Musim Ini, Rashford?

Penyerang Manchestesr United Marcus Rashford memulai musim 2019/2020 dengan tokcer. Berapa jumlah gol yang jadi target Rashford untuk musim ini?

7 jam29 menit Detik

Detik

Duel 2 Tim Papan Atas, RD Ingatkan Tira Persikabo Fokus Sejak Kickoff

Duel dua tim teratas Liga 1 2019, Tira Persikabo dan Bali United, tersaji besok malam. Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan, mengintruksikan pemain fokus.

7 jam29 menit Detik

Detik

'Romelu Lukaku Temukan Udara Segar di Inter Milan'

Romelu Lukaku sudah resmi menjadi pemain Inter Milan. Pemain Timnas Belgia itu disebut sudah menemukan udara segar di Milan.

7 jam29 menit Detik

Detik

Susahnya Hafiz/Gloria Menyodok Papan Atas Dunia

Bersama Hafiz Faizal, Gloria Emanuelle Widjaja kesulitan untuk konsisten di persaingan elite dunia. Dia mengakui itu karena terlalu cepat puas.

7 jam29 menit Detik

Detik

Persib Bandung Vs Borneo FC Berakhir 2-2

Persib Bandung ditahan Borneo FC di pekan ke-14 Liga 1 2019. Sempat unggul dua gol, Maung Bandung mengakhiri laga dengan skor 2-2.

7 jam29 menit Detik

Detik

Asyik! BLACKPINK Persiapkan Lagu Baru dengan Produser Ariana Grande

Setelah lama ditunggu-tunggu, kini tampaknya BLACKPINK telah memulai persiapan untuk lagu baru mereka.

7 jam29 menit Detik

Detik

Ariel Tak Heran Uki Cabut Dari NOAH

Meski menyayangkan keputusan Uki untuk tak lagi berada di NOAH bersama dirinya, Ariel mengaku menghargai hal tersebut.

7 jam29 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Tampil Apik, LANY Bayar Kekecewaan Penggemar

Grup band LANY telah membayar kekecewaan penggemar dengan penampilan konser mereka di Tennis Indoor Senayan, Rabu (14/8/2019) yang rapih dan apik.

7 jam29 menit Detik

Detik

Rio Reifan Positif Pakai Sabu dan Ganja

Rio Reifan ditangkap oleh Ditres Narkoba Polda Metro Jaya. Ini adalah penangkapan ketiga kalinya yang menimpa Rio.

7 jam29 menit Detik

Detik

Pemerintah Siapkan Lahan 18 Hektare di Bekasi untuk Rumah PNS

Encep mengatakan tanah negara yang disediakan untuk pembangunan rumah PNS tersebut berlokasi di Jalan K.H Noer Ali, Bekasi.

7 jam29 menit Detik

Detik

Pendiri Jababeka Buka Suara soal Kisruh di Tubuh Perusahaan

Polemik yang terjadi di PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) masih berlanjut. Komisaris Utama Perseroan saat ini Setyono Djuandi Darmono ikut angkat bicara.

7 jam29 menit Detik

Detik

PLN Mau Bangun Kabel Listrik Bawah Laut, Luhut: Kalau Bagus, Jalan!

Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani bertemu Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan. Dalam pertemuan itu antara lain dibahas rencana pembangunan kabel bawah laut.

7 jam29 menit Detik

Detik

Terminal 1 Bandara Soetta Dipermak, Citilink Pindah ke Terminal 2

Proses keberangkatan dan kedatangan penumpang Citilink pun seluruhnya dilakukan melalui Terminal 2 Domestik.

7 jam29 menit Detik

Detik

Saran Pengamat: Menteri BUMN Wajah Baru, Calonnya Profesional

Siapa sosok yang cocok jadi menteri BUMN gantikan Rini Woemarno? Bantu Jokowi temukan jawabannya.

7 jam29 menit Detik

Detik

Diekspor Hingga ke Jerman, Ini Mesin Espresso Made in Bantul

Alat pembuat espresso dan foam susu untuk Coffee Latte karya Noor Asif asal Bantul ini ternyata memikat pelaku usaha kopi di mancanagera. Salah satunya Jerman.

7 jam29 menit Detik

Detik

4 WN Inggris Ditangkap di Australia-Selandia Baru, Narkoba Rp 852 M Disita

Empat pria asal Inggris ditangkap di Australia dan Selandia Baru dalam operasi pemberantasan narkoba internasional.

7 jam29 menit Detik

Detik

Pembelot Korut dan Anaknya Ditemukan Tewas di Apartemen Korsel

Seorang pembelot Korut dan anaknya yang masih kecil ditemukan tewas di sebuah apartemen di Korsel. Keduanya diduga tewas akibat kelaparan.

7 jam29 menit Detik