Ini Penjelasan Satgas Kasus Novel Baswedan Soal Pemeriksaan Jenderal Bintang Tiga

Pemeriksaan ini merujuk pada hasil penyelidikan sebelumnya. Jenderal bintang tiga yang dimaksud diperiksa sebagai saksi karena pernah beberapa kali bertemu dengan Novel.
« Kembali Baca berita lengkap »

WOWKEREN

Cuek Putri Pamer Udel, Nia Ramadhani Ugal-Ugalan Berkemben Seksi Bikin Pelakor Minder

Meski penampilannya mengundang kontroversi, namun Nia Ramadhani tetap percaya diri dan berpikir positif. Ia sempat mengunggah pesan bijak seolah lebih memilih fokus pada hal-hal penting ketimbang mela

8 jam4 menit Wowkeren

WOWKEREN

Pidato Keren Prilly Latuconsina di Konferensi Tingkat Asia Bikin Sederet Artis Takjub

Prilly Latuconsina menjadi salah satu pembicara di sebuah konferensi teknologi tingkat Asia baru-baru ini. Aktris cantik itu pun membagikan cuplikan pidatonya di Instagram.

8 jam4 menit Wowkeren

WOWKEREN

Tak Diakui Sebagai Anak Angkat, Barbie Kumalasari Ngegas Emosi Disebut Halu

Barbie Kumalasari tak diakui sebagai anak angkat pemilik museum puisi. Lantas Kumala pun langsung ngegas emosi menanggapi soal publik yang sering mengatakan dirinya halu.

8 jam4 menit Wowkeren

WOWKEREN

EXO-SC Rilis Teaser Baru Dan Umumkan Bakal Bawakan Triple Title Track Album

SM Entertainment kembali merilis teaser untuk sub unit Sehun dan Chanyeol tersebut. Pada foto teaser tersebut, pihak agensi juga mengumumkan bahwa EXO-SC akan merilis album dengan 3 lagu utama sekalig

8 jam4 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

WOWKEREN

Jadi Tersangka, Pemilik Status 'Tak Usah Pajang Foto Presiden' Ngaku Menyesal

Sebagai gantinya, ia justru mengimbau agar sekolah memajang foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebab menurutnya pemajangan foto Presiden mengajarkan murid soal kecurangan.

8 jam4 menit Wowkeren

WOWKEREN

Lee Dong Wook Syok dengan Aturan Baru, Peserta Bakal Super Tegang di Momen Eliminasi 'Produce X 101'

Mnet merilis cuplikan yang menampilkan momen eliminasi peserta 'Produce X 101'. Episode terbaru ajang survival Mnet ini sendiri akan tayang pada Jumat (12/7) malam nanti.

8 jam4 menit Wowkeren

WOWKEREN

Rosa Meldianti 'Senggol' Nikita Mirzani Soal Bibir Dower, Komentar Kevin Aprilio Jadi Sorotan

Pernyataan bernada sindiran yang ditulis Rosa Meldianti berikut ini diduga ditujukan untuk Nikita Mirzani. Namun postingan Meldi ternyata menarik Kevin Aprilio untuk berkomentar.

8 jam4 menit Wowkeren

WOWKEREN

Barbie Kumalasari Sebut Galih Dijebak oleh Rey Utami, Akui Minta Vlog 'Ikan Asin' Dihapus Sejak Awal

Galih Ginanjar bersama Rey Utami dan Pablo Benua telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut atas kasus vlog 'ikan asin'.

8 jam4 menit Wowkeren

Viva.co

PSS Vs Persebaya, Pengamanan Berlapis meski Bonek Tak Dijatah Tiket

Jumlah personel keamanan mencapai 1.200 orang.

8 jam4 menit Viva

Viva.co

Manuver Barcelona Datangkan Striker Muda Inggris Bikin Kesal

Barcelona membajak Louie Barry dari West Bromwich Albion.

8 jam4 menit Viva

Viva.co

Napoli dan Real Madrid Sama-sama Keras Kepala soal James Rodriguez

Napoli dan Real Madrid tak mau mengalah terkait sistem pembayaran.

8 jam4 menit Viva

Viva.co

Curhat Menyedihkan Pembalap Oneprix saat Kemalingan di Bandara Soetta

Sebelum tampil gemilang di Oneprix 2019.

8 jam4 menit Viva

Viva.co

Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua Akhirnya Masuk Tahanan

Mereka ditahan karena diduga menghina Fairuz A Rafiq.

8 jam4 menit Viva

Viva.co

10 Pesawat Paling Tangguh Dalam Perang Dunia I

Identik dengan baling-baling di depan.

8 jam5 menit Viva

Viva.co

Pelabuhan Marunda Mandek, Komisi V DPR Sebut Negara Bisa Rugi

Potential loss bagi negara dinilai besar.

8 jam5 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Destry Damayanti, dari Ekonom Kini Deputi Gubernur Senior BI

DPR memutuskan Destry gantikan Mirza Adityaswara.

8 jam5 menit Viva

Viva.co

Candaan Kepala BNPB soal Pengganti Sutopo: Wartawan Boleh Daftar

Dua nama sudah disiapkan sebagai pengganti Sutopo.

8 jam5 menit Viva

Viva.co

KPK Geledah Beberapa Lokasi di Jatim pada Kasus Ketua DPRD Tulungagung

KPK menggeledah sejumlah tempat di Jatim dua hari berturut-turut.

8 jam5 menit Viva

Detik

Ketiak Hitam Pertanda Iritasi Kronis, Ini Saran Dokter untuk Mengatasinya

Banyak perempuan menghindari deodoran karena bisa bikin kulit ketiak menghitam. Ternyata ketiak hitam adalah tanda bahwa kulit mengalami iritasi kronis.

8 jam5 menit Detik

Detik

Orang-orang dengan Kondisi Ini Tak Disarankan Tidur dengan Mulut Diplester

Meski para ahli telah menyatakan tidur dengan mulut diplester tidak memiliki bahaya tertentu, ada sebagian besar orang yang akan berisiko saat mencobanya.

8 jam5 menit Detik

Detik

Fakta-fakta Lucas NCT, Artis Korea yang Jadi Bintang Iklan Kopi Indonesia

Lucas yang tergabung dalam boyband NCT tampil dalam sebuah iklan kopi Indonesia. Kehadirannya dalam iklan itu pun tentu bikin heboh para NCTzen Indonesia.

8 jam5 menit Detik

Detik

Tips Memilih Deodoran untuk Kulit Ketiak yang Sensitif

Anda yang memiliki kulit sensitif akan membutuhkan deodoran dengan formulasi khusus agar terhindar dari rasa gatal, terbakar, kemerahan dan iritasi.

8 jam5 menit Detik

Detik

Lebih Sehat, Yuk Bikin Sendiri 5 Camilan Hits yang Mudah Dibuat Ini

Camilan ini juga lagi hits dan pas disajikan bersama keluarga saat siang maupun sore hari. Wah, ada apa saja ya? Yuk intip selengkapnya di bawah ini.

8 jam5 menit Detik

Detik

Saat Jokowi Menyusuri Gua Batu Cermin

Presiden Joko Widodo mengunjungi Gua Cermin di Labuan Bajo, NTT. Kawasan wisata ini akan dikembangkan dan memiliki Kampung Festival Labuan Bajo (Kafela).

8 jam5 menit Detik

Detik

My Trip My Adventure: Mencari Kampung Wunga di Sumba

My Trip My Adventure kali ini bertualang di Sumba Timur. Mereka mencari Kampung Wunga yang jadi tanah kelahiran orang Sumba

8 jam5 menit Detik