Lucas NCT - Yuqi (G)I-DLE Gabung 'Running Man' Tiongkok, Chemistry di 'Ask Us Anything' Disorot

'Running Man' versi Tiongkok kehilangan empat member awal yang di antaranya adalah Luhan.
« Kembali Baca berita lengkap »

WOWKEREN

Instagram Tanggapi Beredarnya Akun 'Komik Muslim Gay' yang Bikin Resah Masyarakat

Kominfo nyatakan terus memantau dan menyelidiki pembuat akun Instagram yang memuat cerita kehidupan pria gay muslim itu.

14 jam32 menit Wowkeren

Viva.co

Babak I, Persija Mampu Repotkan Newcastle Jets

Persija tantang Newcastle Jets di Kualifikasi Liga Champions Asia.

14 jam32 menit Viva

Viva.co

Madura United Ungguli Timnas U-22 di Babak I

Tuan rumah lebih mampu menekan Timnas U-22.

14 jam32 menit Viva

Viva.co

Berbalas Gol, Newcastle Jets Vs Persija Lanjut ke Babak Tambahan

Persija mampu memberi perlawanan di McDonald Jones Stadium.

14 jam32 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Piala Indonesia Tak Berhenti Munculkan Kontroversi

Laga Persebaya Vs Persinga diputuskan hanya sekali digelar.

14 jam32 menit Viva

Viva.co

Gawat, Kevin/Marcus Vs Juara Dunia 2017 di Babak 1 All England

Ahsan/Hendra melawan Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol.

14 jam32 menit Viva

Viva.co

Perenang Cantik Peraih MVP Asian Games 2018 Terserang Leukemia

Sedih, padahal Olimpiade 2020 tinggal 18 bulan lagi.

14 jam32 menit Viva

Viva.co

Salmafina Sunan Lega Usai Bercerai dari Taqy Malik

Salmafina bersyukur cerai dari Taqy Malik.

14 jam32 menit Viva

Viva.co

Penampilan Seksi Blackpink yang Membius Tandai Debut di TV AS

Blackpink perdana di TV Amerika lewat Late Show Stephen Colbert.

14 jam32 menit Viva

Viva.co

Respons Haruka Eks JKT48 Saat Curhatnya Dinilai Tak Pantas

Haruka membongkar masa lalunya sendiri di akun media sosialnya.

14 jam32 menit Viva

Viva.co

Alasan Ammar Zoni dan Irish Bella Pilih Hijau Jadi Tema Lamaran

Juga warna kesukaan Irish Bella.

14 jam32 menit Viva

Viva.co

Jungkook BTS Menangis di Grammy Awards 2019

Jungkook menangis menyaksikan penampilan Miley Cyrus.

14 jam32 menit Viva

Viva.co

Menteri Susi Klaim Stok Ikan RI Melimpah Berkat Kapal Asing Dibom

Stok ikan naik dari 7,1 juta ton menjadi 12,5 juta ton.

14 jam32 menit Viva

Viva.co

Bonsai Rp1,6 Miliar Dicolong, Pencurinya Diminta Merawat Sepenuh Hati

Tujuh pohon Bonsai kesayangan itu sudah dianggap sebagai anak-anaknya.

14 jam32 menit Viva

Viva.co

12 Tahun Tanpa Kabar, Kedatangan TKW Asal Malang Dinanti Keluarga

Keluarga lega dengan ditemukannya Diah.

14 jam32 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Jokowi: Perbanyak Guru Terampil daripada Guru Bahasa dan Pancasila

SMK kita guru-guru harus diupgrade.

14 jam32 menit Viva

Viva.co

Sri Mulyani Tegaskan Perlakuan Sama untuk PPN Avtur

Pengusaha minta PPN Avtur dihapus, karena berdampak ke tiket pesawat

14 jam32 menit Viva

Viva.co

Detik-detik Pendukung Ahmad Dhani Ricuh dengan Jaksa di Surabaya

Saling dorong terjadi. Ada yang teriak-teriak juga..

14 jam32 menit Viva

Viva.co

Anggota Polres yang Interogasi Pelaku Pakai Ular Hanya Diberi Teguran

Menurut Kepolisian, ular yang digunakan sudah jinak.

14 jam32 menit Viva

Detik

Menjenguk Orang di Rumah Sakit Ternyata Berisiko Terkena Infeksi

Ani Yudhoyono tengah dirawat di rumah sakit Singapura. Ternyata menjenguk orang sakit bisa berisiko terkena infeksi nosokomial lho. Infeksi apa itu?

14 jam32 menit Detik

Detik

Kemenkes: Penularan DBD Mulai Turun, Tercatat 188 Meninggal

Kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) yang terjadi di Indonesia pada awal tahun mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan.

14 jam32 menit Detik

Detik

Kata Selebgram 16 Tahun yang Dihujat karena Ngetweet 'Cari Duit Susah'

Pemilik akun @notannette menjadi perbincangan di media sosial karena ngetweet 'cari duit susah' yang dianggap arogan oleh netizen. Dan ini klarifikasi Annette.

14 jam32 menit Detik

Detik

Totalitas! Lady Gaga Tiga Kali Ganti Baju di Grammy Awards 2019

Lady Gaga bersinar di Grammy Awards 2019. Demi penampilan yang maksimal, ia rela tiga kali ganti pakaian di ajang musik bergengsi tersebut. Seperti apa gayanya?

14 jam32 menit Detik

Detik

Gunung Batur yang Ramah Bagi Pendaki Pemula

Bali menyediakan paket wisata komplet bagi wisatawan. Kamu yang suka naik gunung, bisa coba Gunung Batur yang ramah terhadap pendaki pemula.

14 jam32 menit Detik

Detik

Tol Mahal, Kembali ke Pantura dan Wisata ke 4 Pantai Ini

Walau memotong waktu tempuh dengan signifikan, Tol Trans Jawa disebut mahal oleh sejumlah kalangan. Buat kamu yang mau kembali lewat Pantura, ada 4 pantai ini.

14 jam32 menit Detik