Ngumpul Bareng Artis Berhijab, Mayangsari Tampil Paling Beda Disindir Mirip Nenek-Nenek

Penampilan Mayangsari yang berkaftan kuning dan tanpa kerudung itu terlihat kontras dengan para artis yang kompak berbusana biru serta warna gelap.
« Kembali Baca berita lengkap »

WOWKEREN

Jalani Ramadan Pertama sebagai Istri, Raisa Beberkan Keromantisan Hamish Daud

Raisa berharap akan menjalani Ramadan tahun-tahun berikutnya bersama Hamish Daud.

12 jam9 menit Wowkeren

WOWKEREN

Makin Dekat, Jang Ki Yong dan Jin Ki Joo Habiskan Malam Bersama di 'Come and Hug Me'

Dijamin bikin baper, intip seperti apa momen romantis Jang Ki Yong dan Jin Ki Joo di episode mendatang.

12 jam9 menit Wowkeren

Viva.co

Cara Buat Foto Bulb Menggunakan Smartphone

Biasanya harus menggunakan kamera DSLR atau mirrorless.

12 jam9 menit Viva

Viva.co

Usai Musim Mudik 2018, Jembatan Kali Kuto Dikonstruksi Ulang

Jembatan itu akan diperlebar dan daerah sekitarnya diberi rest area.

12 jam9 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Bank Sentral AS Kembali Naikkan Suku Bunga Acuannya

Suku Bunga Acuan AS naik 25 Basis poin.

12 jam9 menit Viva

Detik

Karena Masalah Kesehatan, Pele Terancam Lewati Pembukaan Piala Dunia 2018

Pemain legendaris Brasil, Pele, kemungkinan tidak ikut pembukaan piala dunia 2018. Ia tidak diperbolehkan berpergian terlalu jauh karena masalah kesehatan.

12 jam10 menit Detik

Detik

Lebaran Kemarin Obama, Kali Ini Arjen Robben

Dua tahun berturut-turut, momen Lebaran di Indonesia diisi oleh liburan tokoh-tokoh dunia. 2017 Lalu Obama yang datang, kali ini Arjen Robben.

12 jam10 menit Detik

Detik

Libur Lebaran, Asyiknya Main ke Bukit Teletubbies Bromo

Libur Lebaran di Jawa Timur, menjelajahi kawasan Bromo bisa jadi pilihan. Kalau ke Bromo, wajib main ke Bukit Teletubbies.

12 jam10 menit Detik

Detik

Si Cantik Mazda MX-5 Miata Terbaru Bakal Tebus 181 Hp

Mazda akhirnya membuka sedikit demi sedikit apa saja yang bakal ditawarkan MX-5 Miata terbaru.

12 jam10 menit Detik

Detik

Ini Kata Marquez soal Kepindahan Lorenzo ke Honda

Jorge Lorenzo akan pindah dari Ducati ke Repsol Honda mulai musim depan. Calon rekan setim Lorenzo, Marc Marquez, mengomentari kepindahan ini.

12 jam10 menit Detik

Detik

Gracia Indri Liburan di Amerika, Vanessa Angel Cantik Berkaftan

Gracia Indri menjadi salah satu selebriti yang turut menikmati momen liburan. Penampilan Vanessa Angel juga mencuri perhatian.

12 jam10 menit Detik

Detik

Iko Uwais Ungkap Arti Nama Anak Keduanya

Audy melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin perempuan pada Kamis (13/6/2018). Anak keduanya itu pun diberi nama Aneska Layla Putri Uwais.

12 jam10 menit Detik

Detik

Di Balik Layar 'Incredibles 2'

14 tahun berlalu, Pixar akhirnya merilis bagian kedua keluarga superhero 'Incredibles 2'.

12 jam10 menit Detik

Detik

Antusiasme Fans Taipei di Premiere 'Ant-Man and The Wasp'

Premiere 'Ant-Man and The Wasp' Asia disambut begitu meriah oleh penggemar di Taipei. Simak suasananya berikut ini.

12 jam10 menit Detik

Detik

Ini Barang yang Diamankan dari Rumah Terduga Teroris di Blitar

Selain mengamankan lima terduga teroris dari tiga lokasi di Blitar, Densus 88 Mabes Polri juga menyita beberapa barang bukti. Apa saja?

12 jam40 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Nakhoda Jadi Tersangka Kapal Tenggelam di Makassar

Nakhoda sekaligus pemilik jadi tersangka karena kapal yang tenggelam berlayar secara ilegal dan tidak memiliki standar keamanan kapal yang memadai.

12 jam40 menit Detik

Detik

Jemaah An Nadzir Gowa Gelar Salat Id Hari Ini

Jemaah An Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menggelar salat Idul Fitri hari ini. Seperti apa?

12 jam40 menit Detik

Detik

2 Jasad Korban Kapal Karam di Makassar Ditemukan di Ruang Mesin

Korban tewas kapal Arista yang karam di perairan Makassar bertambah. Dua jenazah yang masih bocah ditemukan oleh tim SAR terjebak di ruang mesin kapal.

12 jam40 menit Detik

Detik

Lebaran Lebih Awal, Jemaah Latiful Akbar di Bone Salat Id Hari Ini

Tak hanya jemaah An Nadzir, jemaah Latiful Akbar di Sulawesi Selatan juga menggelar salat Id hari ini. Seperti apa?

12 jam40 menit Detik

Detik

Dilarang Takbiran di Monas, Ini Rekayasa Lalinnya

Pemprov memastikan tak ada takbiran di Monas. Rekayasa lalin pun dibuat pihak kepolisian di sekitaran Monas yang akan diberlakukan secara situasional.

12 jam40 menit Detik

Detik

Tol Cikampek Tersendat di KM 38, Selebihnya Lancar

Sehari menjelang Lebaran Idul Fitri 1439 H/2018, arus kendaraan di Tol Cikampek menuju Cipularang dan Cipali mengalami sedikit kepadatan.

12 jam40 menit Detik

Detik

Lalin di Jembatan Kalikuto Padat 1 Km

Kepadatan sepanjang 1 km itu terjadi karena adanya penyempitan lajur.

12 jam40 menit Detik

Detik

Pengalaman Pemudik Tertolong One Way hingga Brebes

Polisi memberlakukan one way traffic di ruas tol Cikampek hingga Palimanan pada Rabu malam untuk mengurai kemacetan. Sistem one way ini diapresiasi pemudik.

12 jam40 menit Detik

BISNIS

Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Pengayak Padi Ramah Lingkungan

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan alat alternatif pengayak padi yang ramah lingkungan dan harganya ekonomis.

12 jam54 menit Bisnis

BISNIS

:Lebaran 2018: Hotel Tugu Tawarkan Menu Ketupat Rural Sense

Hotel Tugu Malang menawarkan menu kuliner ketupat yang melegenda di Nusantara dengan tema The Rural Sense of Ketupat Lebaran 2018.

12 jam54 menit Bisnis