WOWKEREN

Kiky Saputri Balas Menohok Usai Dikatai Norak Gara-gara Caption 'Nakal'

Kiky Saputri memberikan jawaban menohok kepada netizen yang mengatai dirinya norak. Kiky tampak kesal saat gaya berpacarannya dikomentari nyinyir oleh netizen usil.

1 jam5 menit Wowkeren

WOWKEREN

Kesulitan Jaga Imej, Atta Halilintar Akui Hanya Manusia Biasa

Dibalik kesuksesannya menjadi YouTuber, kekasih Aurel Hermansyah ini mengaku masih kesulitan menjaga imej. Meski berat menjalani hidup, ia berusaha bersyukur.

1 jam6 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

WOWKEREN

Nikita Willy Jalani Prewed dengan Busana Adat Lampung Super Ribet, Netter Salfok ke Siger Pepadun

Nikita Willy dan Indra Priawan kembali melakukan foto prwedding menjelang hari pernikahan mereka. Kali ini, keduanya memilih adat Lampung dengan busana yang super ribet.

1 jam6 menit Wowkeren

WOWKEREN

Cocok Temani Akhir Pekan, Rekomendasi Film Detektif Terbaik Ini Bakal Bikin Kamu Mikir Keras

Bukan hanya sekadar jenis hiburan yang menyenangkan saja, film detektif juga memiliki sarat-sarat nilai yang sangat kuat. Nah, berikut 10 rekomedasi film detektif yang cocok temani akhir pekanmu.

2 jam24 menit Wowkeren

WOWKEREN

Mulai Harimu Dengan Penuh Semangat, Ini 8 Rekomendasi Menu Sarapan Penuh Energi Dan Anti Ngantuk

Sarapan berguna untuk mengembalikan energi setelah tidur malam yang panjang dan menyebabkan perut menjadi kosong. Kebiasaan sarapan pagi juga bisa membuat lebih fokus dan produktif.

2 jam24 menit Wowkeren

WOWKEREN

Visual Suzy dan Kang Han Na Adu Akting Bintangi 'Start Up' Dipuji Pesta Visual

'Start Up' dipersiapkan mengisi slot Sabtu - Minggu malam menggantikan 'Stranger 2'. Drama terbaru tvN ini dijadwalkan tayang mulai 17 Oktober mendatang.

2 jam24 menit Wowkeren

WOWKEREN

Keluarga Ruben Onsu Borong Banyak Piala Dari Ajang Penghargaan Mom and Kids Awards 2020

Perhelatan ajang penghargaan Mom and Kids Awards 2020 telah digelar hari ini, Sabtu(26/9). Lantas Ruben Onsu dan seluruh keluarganya berhasil membawa pulang banyak piala penghargaan.

2 jam24 menit Wowkeren

WOWKEREN

Maafkan Anggota Grup 'Veronica Lovers', Ahok Berencana Cabut Laporan Pencemaran Nama Baik

Ahok disebut sudah menemui kedua tersangka penghinanya pada 11 September 2020 lalu. Dalam pertemuan yang diadakan di kediaman Ahok tersebut, kedua tersangka mengungkapkan rasa penyesalan mereka.

2 jam24 menit Wowkeren

WOWKEREN

Potret Terbaru Dinda Hauw Pakai Cadar Kode Suadah Hijrah, Tuai Reaksi Tak Terduga

Dinda Hauw tampil berbeda dalam balutan busana syar'i memakai gamis yang dilengkapi dengan cadar. Gaya baru Dinda ini tak ayal langsung mencuri perhatian netter.

2 jam25 menit Wowkeren

WOWKEREN

Salshabilla Adriani Dikira Tak Pakai Bra Gegara Foto Buka-bukaan Ini, Tuai Pro Kontra

Foto terbuka Salshabilla Adriani yang dipajang di akun Instagram pribadinya menuai pro kontra dari netizen. Para netter berdebat soal Salsha yang dikira tak pakai bra.

2 jam25 menit Wowkeren

WOWKEREN

Kehidupan Nyaris Sempurna, Sandra Dewi Ternyata Sempat Mau Diputusin Harvey Moeis

Kehidupan Sandra Dewi kerap dinilai begitu nyaris sempurna. Namun siapa sangka, dibalik kehidupan sempurnanya, Sandra pernah mengalami masa sulit bersama Harvey.

2 jam25 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

WOWKEREN

ENHYPEN Dilaporkan Terluka, Takut Dan Menangis Usai Diserbu Fans di Bandara

Media setempat bahkan sampai menggambarkan situasi di bandara saat kedatangan ENHYPEN sangat kacau. Tagar #ProtectENHYPEN langsung menjadi trending topik di Twitter.

3 jam44 menit Wowkeren

WOWKEREN

Kolaborasi Dul Jaelani, Tiara dan Amanda Caesa Di Mom and Kids Awards 2020 Sukses Bikin Baper

Ajang penghargaan Mom and kids Awards 2020 di stasiun televisi MNCTV tampil meriah dengan dibukanya acara oleh penampilan kolaborasi tiga penyanyi muda yaitu Dul Jaelani, Tiara Anugrah dan Amanda Caes

3 jam44 menit Wowkeren

WOWKEREN

Pemerintah RI Siap Terima Vaksin Corona Tahap Awal, Diutamakan Untuk PNS Hingga Tenaga Medis

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengungkapkan bahwa Indonesia masuk di dalam peta yang sudah menyiapkan dosis mendekati satu kali vaksin per kapita.

3 jam45 menit Wowkeren

WOWKEREN

Lee Dong Wook dan Jo Bo Ah Saling Puji Saat Pemotretan Poster 'Tale of the Nine Tailed'

'Tale Of The Nine Tailed' dipersiapkan sebagai pengganti 'Flower of Evil' yang baru saja tamat di slot Rabu - Kamis malam. Drama ini dijadwalkan tayang kisaran 7 Oktober mendatang.

3 jam45 menit Wowkeren

WOWKEREN

Risiko Punya Wajah Tampan, Rafathar Diam-diam Diidolakan Vania Putri Venna Melinda

Rafathar, putra Raffi Ahmad dan Nagita Slavina lagi-lagi diidolakan oleh anak perempuan seusianya. Setelah Arsy dan Gempi, kini giliran Vania anak Venna Melinda yang juga mengaku ngefans.

3 jam45 menit Wowkeren

WOWKEREN

Usulan Kapasitas Pesawat 100 Persen di Masa Pandemi: Disambut Baik Maskapai, Ditolak Ahli Kesehatan

Sebagai informasi, pemerintah Indonesia hingga kini masih membatasi kuota penumpang pesawat maksimal 70 persen dari total kursi yang tersedia agar para penumpang dapat menjaga jarak satu sama lain.

5 jam5 menit Wowkeren

WOWKEREN

Ruben Onsu Sempat Berniat Jual Rumah Hingga Pindah Ke Amsterdam

Ruben Onsu menceritakan bahwa sebelumnya ia sempat memiliki niatan untuk menjual rumahnya dan memboyong keluarganya untuk tinggal di luar negeri. Namun niatan tersebut batal karena alasan berikut ini!

5 jam6 menit Wowkeren

WOWKEREN

Daniel Radcliffe Klaim Mau Jadi Harry Potter Lagi Kalau Tak Ada JK Rowling

Daniel sangat keberatan dengan pernyataan kontroversial JK Rowling yang menyudutkan kaum transgender. Daniel bahkan membantah mentah-mentah anggapan Rowling soal kaum trans.

5 jam6 menit Wowkeren

WOWKEREN

Ini Syarat Dapat Tes Swab Gratis Dari Pemerintah

Sebagai informasi, harga tes swab di Indonesia kini berkisar dari Rp 1,5 juta hingga lebih dari Rp 2,5 juta untuk sekali tes. Pihak BNPB Indonesia bahkan mengungkapkan harga tes swab di

5 jam6 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

WOWKEREN

Reality Show SuperM di tvN Raih Rating Jeblok Jadi Perbincangan

'SuperM As We Wish' menampilkan Baekhyun cs yang menjajal pekerjaan paruh waktu di tempat berbeda. Selain itu, para member SuperM juga akan mencoba kemampuan akting.

5 jam6 menit Wowkeren

WOWKEREN

G-Dragon Big Bang Akui Bakal Didiskualifikasi Jika Ikut Program Audisi, Kenapa?

Penuturan G-Dragon soal nasibnya jika ikut program audisi ini langsung mengundang komentar netizen yang memberikan pujian mengatakan sang idol ganteng sangat rendah hati.

6 jam8 menit Wowkeren

WOWKEREN

SuperM Ungkap Bedanya 'Super One' dengan Album Debut dan Tebak Lagu Favorit Fans

Seiring dengan perilisan album 'Super One', boy grup beranggotakan 7 orang itu menjalani wawancara dengan Billboard di mana mereka juga menyinggung mini album debut yang dirilis tahun lalu.

6 jam8 menit Wowkeren

WOWKEREN

Pemerintah RI Minta Masker Tetap Dipakai di Dalam Rumah, Warga Pertanyakan Ini

Sebelumnya, imbauan tetap pakai masker meski berada di dalam rumah disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

6 jam8 menit Wowkeren

WOWKEREN

Kasus Harian COVID-19 di India Jadi yang Tertinggi di Dunia

Kementerian Kesehatan India mengatakn total kasus di negara itu sudah melampaui 5,8 juta dengan 92.290 kematian. India kini memiliki jumlah kasus COVID-19 tertinggi kedua di dunia setelah AS.

6 jam8 menit Wowkeren