WOWKEREN

Bebizie Bantah Tudingan Pansos Saat 'Semprot' Wika Salim: Aku di Entertainment Musik Udah Lama!

Belum lama ini Bebizie memang menyindir Wika Salim bertindak zalim dan lupa masa lalu. Aksi sindir tersebut rupanya banyak mendapat tudingan pansos alias panjat soaial dari publik.

55 menit Wowkeren

WOWKEREN

Angel Lelga Beber Kronologi Lengkap Penggerebekan oleh Vicky Prasetyo, Ada Cerita Yang Tak Terungkap

Tak lama usai Vicky Prasetyo resmi ditahan, Angel Lelga menceritakan kronologi penggerebakan. Dalam ceritanya, Angel membeberkan bahwa Vicky telah menjebaknya.

2 jam12 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

WOWKEREN

Ariel Tatum Posting Tentang Kesehatan Mental Malah Dikira Bahas Drama Korea, Kok Bisa?

Ariel Tatum membagikan tulisan tentang semangat dan dukungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Namun sebagian netizen malah salah dalam menanggapi postingan Ariel berikut ini.

2 jam12 menit Wowkeren

WOWKEREN

Heboh Sekelompok Pesepeda Berbaju Seksi di Aceh Tak Dikenai Hukuman Cambuk, Begini Penjelasannya

Sekelompok perempuan di Aceh kedapatan melanggar aturan karena tak mengenakan hijab dan malah berpakaian seksi saat asik bersepeda di jalanan kota. Sikap mereka sempat mengundang amarah warga kota.

3 jam30 menit Wowkeren

WOWKEREN

Bekasi Zona Kuning, Wali Kota Izinkan 4 Sekolah Gelar KBM Tatap Muka

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menilai Kota Bekasi masih masuk dalam zona kuning. Namun Wali Kota Bekasi baru-baru ini mengizinkan 4 sekolah untuk menggelar KBM tatap muka.

3 jam30 menit Wowkeren

WOWKEREN

Viral Kiriman Paket Berisi Baju Kotor Hingga Bau, Ternyata Ulah Kurir Mesum

Seorang wanita di Malaysia baru saja mengalami kejadian tak menyenangkan berkaitan dengan sebuah paket yang dipesannya. Wanita itu mengaku mendapat paket berupa baju kotor dan bau yang diduga akibat t

3 jam30 menit Wowkeren

WOWKEREN

Ivan Gunawan Bikin Kaget Pamer Badan Six Pack Di Cover Majalah, Reaksi Inul Daratista Paling Disorot

Ivan Gunawan membagikan postingan foto dalam akun Instagram yang sukses menghebohkan netizen serta rekan artis. Dikenal ciri khas badan tambun, postingan Ivan ini langsung menjadi sorotan.

3 jam30 menit Wowkeren

WOWKEREN

Baru Longgarkan PSBB, Jabar Langsung Konfirmasi 2 Klaster Besar Corona

Pemprov Jawa Barat mengonfirmasi 2 klaster penyebaran wabah Corona yang kini sedang menjadi prioritas. Salah satunya Pabrik Unilever di Kabupaten Bekasi yang telah menginfeksi sampai puluhan orang.

3 jam30 menit Wowkeren

WOWKEREN

Postingan Baru Song Hye Kyo Ternyata Didedikasikan untuk Sosok Ini

Aktris Song Hye Kyo membagikan postingan baru via Instagram Story pada 7 Juli. Postingannya tersebut khusus didedikasikan untuk salah satu sosok legendaris di dunia.

3 jam31 menit Wowkeren

WOWKEREN

MA Kabulkan Gugatan Pilpres 2019 Kubu Prabowo, Kemenangan Jokowi-Ma'ruf Tetap Sah?

MA mengabulkan gugatan soal aturan pemenangan paslon Pilpres 2019 yang dilayangkan oleh Rachmawati Soekarnoputri dari kubu Prabowo Subianto. KPU pun membeberkan nasib kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

3 jam31 menit Wowkeren

WOWKEREN

Kocak, Ari Lasso Ngamuk Karena Merasa 'Ditipu' Dul Jaelani Gara-Gara Video Ini

Ari Lasso merasa tertipu oleh Dul Jaelani gara-gara unggahan video ulang tahun yang dibagikan oleh putra bungsu Maia Estianty itu. Karena merasa malu, Ari pun mengungkapkan kekesalannya pada Dul.

3 jam31 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

WOWKEREN

Jadi Tren Dunia, Desainer Buka-Bukaan Soal Hanbok Modis BLACKPINK

Kostum hanbok modern yang dikenakan BLACKPINK dalam 'How You Like That' menjadi tren dunia. Desainer hanbok mengaku kaget dengan respons dunia tentang kostum mereka.

4 jam46 menit Wowkeren

WOWKEREN

Vicky Prasetyo Resmi Ditahan di Rutan Salemba, Pengacara Ungkap Ada Hal Janggal

Vicky Prasetyo resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan soal kasusnya dengan sang mantan istri, Angel Lelga. Pihak kuasa hukum berjanji akan terus berupaya untuk menjadikan Vicky sebagai ta

4 jam46 menit Wowkeren

WOWKEREN

Waspadai Wabah Anaplasmosis, Berasal Dari Gigitan Kutu dan Punya Gejala Mirip COVID-19

Di tengah pandemi virus Corona yang belum berakhir, dunia dibuat geger dengan 'teror' wabah-wabah lain. Salah satunya Anaplasmosis yang berasal dari gigitan kutu dengan gejala mirip COVID-19.

4 jam47 menit Wowkeren

WOWKEREN

Jin BTS Idol K-Pop Paling Fotogenik Kalahkan Jennie BLACKPINK

Jin BTS terpilih sebagai idol K-Pop paling fotogenik melihat dari hasil foto-foto jepretan wartawan yang terlihat seperti pemotretan. Ia mengalahkan idol-idol lain seperti Jennie.

4 jam47 menit Wowkeren

WOWKEREN

5 Gempa 'Bersahut-Sahutan' Sampai Bikin Anak Krakatau Erupsi, Adakah Kaitan Satu Sama Lain?

BMKG mencatatkan 5 gempa bumi dengan kekuatan beragam terjadi secara beruntun pada Selasa (7/7) pagi sampai sore. Pakar gempa bumi pun mengungkap potensi adanya kaitan antara kelima kejadian itu.

4 jam47 menit Wowkeren

WOWKEREN

Foto Teaser Comeback EXO-SC Diprotes Kurang Oke, SM Tuai Kritik

EXO-SC yang beranggotakan Chanyeol dan Sehun segera comeback dengan album penuh. Sayangnya netizen kecewa dengan kualitas salah satu foto teaser yang dirilis SM Entertainment.

4 jam47 menit Wowkeren

WOWKEREN

Angel Lelga Tulis Kalimat Super Menohok Setelah Vicky Prasetyo Resmi Ditahan

Angel Lelga menulis ungkapan untuk menyindir seseorang yang kini sudah mendapat ganjaran. Dketahui, Vicky Prasetyo baru saja dinyatakan ditahan karena kasus penggerebakan tahun 2018 lalu.

4 jam47 menit Wowkeren

WOWKEREN

Malas Layani Endorse, Reza Arap Patok Harga Selangit Malah Laris Manis

Reza Oktovian membagikan tarif endorse yang mencapai puluhan juta. Sejumlah merek rupanya tertarik untuk meng-endorse Reza karena penasaran dengan dampaknya.

6 jam6 menit Wowkeren

WOWKEREN

Mantan Trainee FNC Bongkar Sikap Kejam Jimin dan Hubungan Tak Sehat Member AOA

Menyusul terungkapnya skandal bullying Mina, seorang netizen membuat postingan tentang sikap kejam Jimin kepadanya serta hubungan tak sehat para member AOA.

6 jam6 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

WOWKEREN

Banyak Tuai Protes, Kemendikbud Kini Tegaskan KBM Online Tak Akan Permanen

Mendikbud Nadiem Makarim berencana melanjutkan metode KBM online bahkan setelah pandemi Corona berakhir. Belakangan Kemendikbud meluruskan opsi kontroversial tersebut.

6 jam7 menit Wowkeren

WOWKEREN

Irwan Mussry Mendadak Pajang Foto Cantik Lisa BLACKPINK di Instagram, Ada Apa?

Irwan Mussry bikin heboh netizen usai dirinya mengunggah foto cantik Lisa BLACKPINK di akun Instagramnya, Senin (6/7). Netizen langsung menyerbu unggahan suami Maia Estianty itu.

6 jam7 menit Wowkeren

WOWKEREN

Marion Jola Pamer Pose Hot Pakai Baju Ketat, Netizen Sebut Mirip Hwasa Mamamoo

Marion Jola tampil seksi dengan balutan tanktop nude dan celan jeans serta rambut berantakan. Penampilannya ini disebut-sebut netizen sekilas mirip seperti idol K-Pop, Hwasa Mamamoo.

6 jam7 menit Wowkeren

WOWKEREN

Buntut Efisiensi Birokrasi, Lulusan STAN 2020-2024 Tak Bisa Jadi PNS Kemenkeu

Kemenkeu berencana meniadakan rekrutmen pegawai baru lewat CPNS maupun lulusan PKN STAN selama 2020-2024. Selain itu PKN STAN juga tak akan membuka penerimaan mahasiswa baru selama 5 tahun.

6 jam7 menit Wowkeren

WOWKEREN

Mantap Nikahi Aurel Hermansyah, Atta Halilintar Ternyata Masih Gengsi Panggil Sayang

Atta Halilintar mengkonfirmasi kabar rencana pernikahannya dengan Aurel Hermansyah. Meski mengaku serius menjalin hubungan dengan Aurel. Atta ternyata masih canggung untuk menggunakan panggilan sayang

7 jam23 menit Wowkeren