WFP Serukan Bantuan untuk Atasi Kerawanan Pangan bagi 89 Juta Warga Ethiopia

Organisasi Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa membuat seruan mendesak untuk membantu memberi makan puluhan juta warga yang kelaparan di Etiopia. Menurut Direktur WFP Regional Afrika Timur Michael Dunford, jumlah orang yang menghadapi kerawanan pangan telah melonjak 90 persen selama setahun terakhir menjadi 89 juta orang. “Situasi Ethiopia sekarang lebih buruk dari situasi di negara mana pun di dunia,” kata Dunford dalam sebuah wawancara di Roma, “dan itu disebabkan oleh kombinasi konflik, iklim, dampak COVID-19, dan kini kita mengalami kenaikan inflasi yang tajam, yang sebagian besarnya disebabkan oleh perang di Ukraina.” Sisi utara negara itu dikoyak perang selama 19 bulan terakhir dan menyebabkan lebih dari 13 juta orang di sana membutuhkan bantuan pangan kemanusiaan, terutama di zona yang terdampak konflik di wilayah Afar, Amhara dan Tigray. Sementara sisi selatan negara itu ditempa kekeringan tanpa hujan selama empat tahun berturut-turut. WFP mengatakan, lebih dari 20 persen anak-anak di Tigray kekurangan gizi. Pejabat WFP khususnya khawatir imbas dampak dari perang di Ukraina. pasalnya, tiga perempat pasokan gandum WFP dan pemerintah Ethiopia berasal dari Ukraina dan Rusia. Kawasan itu juga mengimpor pupuk dari Ukraina, dan apabila pasokan itu tidak terkirim maka dampaknya tahun depan bisa menghancurkan. Organisasi PBB itu berusaha memberi makan 11 juta orang di Ethiopia selama enam bulan ke depan, tetapi mereka membutuhkan dana lebih dari $470 juta (Rp6,9 triliun) untuk melakukannya. [rd/jm]