Wartawan Belarus yang Dipenjara Muncul dalam Konferensi Pers

Wartawan Belarus yang dipenjarakan kembali muncul di depan umum dalam konferensi pers di Minsk, Senin (14/6). Raman Pratasevich, yang ditangkap pada Mei lalu setelah pesawat yang ditumpanginya dipaksa mendarat di Belarus, mengatakan ia baik-baik saja dan tidak dipukuli. Pihak berwenang Belarus menyangkal pesawat itu dialihkan sehingga Pratasevich bisa ditangkap, dengan mengatakan insiden itu karena ancaman bom. Laporan-laporan mengatakan tidak ditemukan bom di pesawat itu. Ketika insiden terjadi pesawat itu terbang di atas wilayah udara Belarus. Akibat insiden tersebut, beberapa maskapai penerbangan telah mengubah rute penerbangannya untuk menghindari terbang di wilayah udara Belarus. "Semuanya baik-baik saja dengan saya. Tidak ada yang memukul saya, tidak ada yang menyentuh saya," kata Pratasevich. "Saya memahami kerugian yang saya timbulkan bukan hanya terhadap negara tapi juga pada rakyat. Sekarang, saya ingin melakukan segala upaya saya untuk memperbaiki situasi ini." Ini bukan pertama kalinya Pratasevich muncul di depan umum sejak penangkapannya. Bulan lalu, ia mengaku berpartisipasi dalam rencana untuk menggulingkan Presiden Alexander Lukashenko dengan mengorganisir kerusuhan. Pratasevich juga membatalkan kecaman terhadap pemimpin Belarus, yang membela diri bahwa pengalihan pesawat itu karena diperlukan untuk melindungi rakyat Belarus. Pratasevich muncul bersama empat pejabat, dua di antaranya mengenakan seragam, yang menimbulkan klaim para panggota oposisi bahwa penampilan itu dilakukan di bawah tekanan. "Ini bukan konferensi pers tetapi adegan Kafka atau Orwell," kata Franak Viačorka, penasihat senior tokoh oposisi Sviatlana Tsikhanouskaya, di Twitter, merujuk pada mendiang penulis Frank Kafka dan George Orwell. Pratasevich punya banyak pengikut di platform media sosial Telegram, di mana hingga tahun lalu, ia mengoperasikan saluran oposisi Nexta. Uni Eropa dan Amerika telah menyerukan agar Pratasevich dibebaskan. Lukashenko, yang telah berkuasa sejak 1994, mengklaim kemenangan dalam pemilihan Agustus lalu, tetapi para pemimpin oposisi Belarus dan banyak negara Barat menyebut pemilihan itu dicurangi. [my/lt]