Wapres AS ke UEA untuk Beri Penghormatan

Delegasi Amerika berpengaruh yang dipimpin Wakil Presiden Kamala Harris terbang ke Uni Emirat Arab, Senin (16/5), untuk memberikan penghormatan kepada mendiang penguasa federasi itu dan bertemu dengan presidennya yang baru dilantik. Perjalanan itu adalah kunjungan tingkat tertinggi pejabat pemerintahan Biden ke Abu Dhabi sejauh ini. Lawatan tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan dukungan yang kuat sewaktu pemerintah AS berusaha memperbaiki hubungan yang bermasalah dengan mitranya yang kaya minyak itu. Delegasi tersebut mencakup Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Menteri Pertahanan Lloyd Austin, Direktur CIA William Burns dan utusan kkusus AS untuk masalah iklim John Kerry. UEA menunjuk putra mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan sebagai presiden baru setelah kematian saudara tirinya Jumat lalu. Sheikh Mohammed telah menjabat sebagai penguasa de facto negara itu dan membentuk kebijakan luar negeri negara yang kuat sejak Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan menderita stroke hampir satu dekade lalu. Di bawah pemerintahan de facto Sheikh Mohammed, UEA telah melakukan intervensi dalam berbagai konflik regional, mulai dari Yaman hingga Libya, dan menggunakan kekayaan minyaknya yang besar untuk mempengaruhi luar negeri dan mentransformasi diri menjadi pusat keuangan regional. Kunjungan sederet presiden dan perdana menteri selama akhir pekan lalu menunjukan betapa berpengaruh Abu Dhabi di dunia Barat dan Arab. Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson adalah pemimpin Eropa pertama yang terbang ke ibu kota UEA itu. Lebih banyak pejabat diperkirakan akan memasuki bandara Abu Dhabi pada hari Senin. Iran mengatakan, Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian juga akan melawat ke Abu Dhabi, bertepatan dengan kunjungan AS. Iran telah menolak untuk bertemu dengan pejabat Amerika secara langsung, bahkan ketika mereka merundingkan kembalinya perjanjian nuklir Teheran yang compang-camping dengan negara-negara besar dunia. Sebelum menuju Abu Dhabi, Harris mengatakan ia bepergian atas nama Presiden Joe Biden untuk menyampaikan belasungkawa atas kematian Sheikh Khalifa yang sudah lama sakit dan untuk menegaskan hubungan penting Amerika dengan UEA. “Amerika Serikat menganggap cukup serius kekuatan hubungan dan kemitraan kami dengan UEA,'' kata Harris kepada wartawan. ''Kami akan pergi ke sana untuk menyampaikan belasungkawa kami, tetapi juga sebagai ekspresi komitmen kami terhadap kekuatan hubungan itu.'' Para pejabat AS diperkirakan akan membahas frustrasinya UEA tentang perlindungan keamanan Amerika di kawasan itu serta ketegangan yang muncul antara negara-negara terkait perang Rusia di Ukraina. UEA, bersama Arab Saudi, menghadapi tekanan Amerika untuk mengecam Rusia dan memompa lebih banyak minyak untuk meningkatkan stabilitas di pasar energi ketika Eropa berusaha untuk melepaskan ketergantungannya dari minyak mentah Rusia. Tetapi UEA adalah mitra dagang utama Rusia dan anggota dari apa yang disebut perjanjian OPEC Plus, di mana Rusia merupakan anggota penting. UEA sejauh ini telah menolak tuntutan Amerika. Penolakan berakar pada anggapan bahwa meskipun kehadiran militernya masih kuat di Jazirah Arab, Amerika bukan lagi mitra yang dapat diandalkan.[ab/ka]