Ukraina: Jerman Pimpin Upaya Embargo Energi Rusia

Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, pada Minggu (15/5), mengatakan Berlin saat ini memimpin aksi pemberlakuan embargo terhadap energi Rusia di seluruh wilayah Uni Eropa, setelah sebelumnya dihadang keraguan selama berminggu-minggu. Kuleba menyampaikan pernyataan tersebut dalam pesan video yang diposting secara daring pada Minggu, tidak lama setelah ia kembali setelah menghadiri pertemuan para diplomat senior dari kelompok negara G7 di pantai Laut Baltik Jerman. "Dua bulan lalu, Jerman mengatakan bahwa embargo minyak terhadap Rusia tidak mungkin, tetapi sekarang, dan ini harus dicatat, Jerman adalah salah satu negara terkemuka yang akan benar-benar mendorong embargo minyak," kata Kuleba. Ia juga mengatakan telah melakukan "diskusi yang sangat rasional" dengan delegasi Jerman yang datang ke pertemuan G7 tersebut mengenai prospek Ukraina untuk menjadi anggota Uni Eropa. “Kami ingin ini terjadi lebih awal, tetapi pada waktu yang tepat: pada KTT Uni Eropa bulan Juni. Oleh karena itu, petinggi Jerman menghadapi pilihan yang sangat sederhana: memimpin proses ini dan menorehkan nama dalam sejarah Eropa, atau sejarah terjadi tanpa partisipasi Anda," ujar Kuleba. Ukraina bukan hanya ingin menjadi anggota Uni Eropa tapi juga menjadi anggota NATO. Status keanggotaannya pada NATO, menjadi salah satu tuntutan Rusia dalam perundingan untuk mengakhiri perang dengan Ukraina. Rusia menuntut agar terdapat jaminan dari NATO bahwa Ukraina tidak akan pernah menjadi anggota aliansi pertahanan tersebut. Terdapat 21 dari 27 negara anggota Uni Eropa yang saat ini menjadi anggota NATO termasuk di dalamnya Jerman. Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, pada pertemuan NATO di Berlin, pada Minggu (15/5), menegaskan dukungan Jerman kepada Ukraina. "Kita sepakat bahwa kita tidak boleh dan tidak akan menyerah dalam upaya nasional kita, terutama dalam hal dukungan militer, selama Ukraina membutuhkan dukungan untuk mempertahankan negaranya," kata Baerbock. Meskipun Ukraina belum menjadi anggota resmi NATO, negara-negara NATO lainnya telah menyatakan siap memberikan bantuan militer ke Ukraina untuk mengusir invasi Rusia selama diperlukan. [my/jm]