Tema Vaksinasi Dominasi Festival Dewa Gajah di India 

Untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi dalam upaya mengatasi pandemi COVID-19, sebuah festival keagamaan di India mengangkat vaksinasi sebagai tema sentral penyelenggaraannya. Sebuah tenda didirikan di kota Hyderabad, India Selatan, untuk menandai festival “Ganesh Chaturthi”, peringatan kelahiran Ganesha atau Dewa Gajah, salah satu dewa yang dihormati para penganut ajaran Hindu.  Berbeda dengan penyelenggaraan-penyelanggaraan sebelumnya, festival kali ini mengusung tema berbeda dari biasanya, yakni vaksinasi.  Di tenda itu para pengunjung menemukan patung Ganesha, dan tikus-tikus yang diyakini sebagai hewan tunggangannya, terlihat berdiri di atas botol-botol vaksin.  Vaksin yang ditampilkan adalah dua vaksin buatan India, Covaxin dan Covishield dan satu vaksin buatan Rusia, Sputnik V. Ketiga vaksin itu telah secara resmi mendapat izin penggunaan darurat di negara itu.  Sachin Chandan, ketua panita, mengaku penyelenggaraan festival kali ini memang sengaja mengusung misi penting ini.  “Menurut saya, vaksin buatan India benar-benar aman. Oleh karena itu, kami meminta setiap orang untuk divaksin. Vaksin bukan hanya untuk kita, tapi juga untuk keluarga dan masyarakat kita. Melalui pesan sosial, saya ingin memberi tahu semua orang jika semua orang India lengkap divaksinasi, kita bisa mengenyahkan virus corona dari India," jelasnya.  Hingga pertengahan September, India telah menyuntikkan lebih dari 744 juta dosis vaksin. Sekitar 60 persen dari 944 juta orang dewasanya telah mendapatkan suntikan pertama, sementara 19 persen di antara mereka telah lengkap divaksinasi.  Setiap harinya India melaporkan lebih dari 25.000 kasus baru dan ratusan kematian terkiat COVID-19.  Festival kali ini juga mengusung misi lingkungan. Di kota Aurangabad, sebuah patung Ganesha setinggi 9,5 meter dibuat dengan menggunakan bahan ramah lingkungan untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya daur ulang dan pelestarian lingkungan.  Patung itu dibuat organisasi Kulswamini Pratisthhan dengan menggunakan kayu lapis, papan kayu, tikar daun kelapa, dan bunga. Villas Korde, ketua organisasi itu, mengatakan, “Kami membutuhkan waktu 10 hari untuk membuatnya. Semua anggota bekerja keras dan biayanya tidak terlalu banyak, sekitar 135 hingga 165 dolar. Semua bahan yang digunakan dapat dimanfaatkan kembali. Dengan membuat patung Ganesha yang ramah lingkungan, kami ingin mengajak masyarakat untuk perduli pada lingkungan.”  Festival tahunan “Ganesh Chaturthi” atau biasa juga disebut “Vinayaka Chaturthi”, menurut almanak Hindu jatuh antara bulan Agustus dan September. [ab/uh]