Pengembang AS Resmi Batalkan Proyek Pipa Minyak Keystone

Proyek pipa minyak senilai $9 miliar yang menjadi simbol meningkatnya pengaruh politik para pendukung perubahan iklim dan menjadi sumber perselisihan dalam hubungan AS-Kanada secara resmi dibatalkan pada hari Rabu (9/6). Keystone XL, yang diusulkan pada tahun 2008 untuk mendistribusikan minyak dari Kanada barat ke penyulingan di Amerika, dihentikan oleh pemiliknya, TC Energy Corp, setelah Presiden AS Joe Biden mencabut izin utama yang diperlukan untuk pembangunan proyek sepanjang 1.200 mil (1.931 kilometer) itu di Amerika. Pipa Keystone XL tadinya direncanakan untuk mengalirkan 830.000 barel minyak mentah per hari dari kawasan batuan sedimen yang terbentuk dari pasir, mineral, air dan bitumen di Alberta ke Nebraska, tetapi proyek itu tertunda selama 12 tahun terakhir karena tentangan dari pemilik tanah Amerika, suku-suku asli Amerika, dan para pencinta lingkungan. Para oponen jalur tersebut menentang pembangunannya selama bertahun-tahun, dengan mengatakan pipa minyak itu tidak perlu dan akan menghambat transisi Amerika ke bahan bakar yang lebih bersih. Kematian proyek itu terjadi sementara jaringan pipa minyak Amerika Utara lainnya, termasuk Dakota Access dan Enbridge Line 3, menghadapi tentangan terus-menerus dari kelompok-kelompok lingkungan. Mantan Presiden Amerika Donald Trump telah memberikan izin untuk jalur tersebut pada tahun 2017, tetapi terus menghadapi tantangan hukum yang menghambat konstruksinya. Presiden Biden telah berkomitmen untuk membatalkan proyek itu dalam kampanyenya dan mencabut izin tersebut pada hari pertama dia menjabat. [lt/em]