PBB: Kesehatan dan Hak Reproduksi adalah Hak Dasar

Juru bicara PBB Stéphane Dujarric pada Jumat (24/6) menegaskan kembali bahwa “kesehatan, hak seksual dan reproduksi adalah landasan pilihan dan harmoni, kesetaraan bagi perempuan dan anak perempuan di dunia.” Hal ini disampaikannya beberapa jam setelah Mahkamah Agung Amerika membatalkan hak perlindungan untuk melakukan aborsi. Dujarric mengatakan kepada wartawan “membatasi akses aborsi tidak mencegah orang untuk melakukan aborsi. Hal ini hanya membuatnya menjadi lebih berisiko mematikan. Ini menurut data kami. Dana Kependudukan PBB (UNFPA) memberitahu bahwa sekitar 45% dari seluruh aborsi di seluruh dunia tidak aman, menjadikannya penyebab utama kematian ibu,” terkait dengan status dan peran yang mereka mainkan dalam masyarakat; baik sebagai anggota keluarga dan tenaga kerja, maupun dalam pemerintahan. Dujarric menambahkan “hak-hak reproduksi merupakan bagian integral dari hak-hak perempuan, dari hak asasi manusia, dan secara lebih umum lagi – suatu prinsip yang dijunjung tinggi oleh perjanjian internasional dan tercermin dalam hukum pada tingkat yang berbeda-beda di banyak bagian dunia.” [em/pp]