PBB: 4 Juta Warga Afghanistan Hadapi ‘Darurat Pangan’

Empat juta warga Afghanistan menghadapi “darurat pangan” dan mayoritasnya tinggal di kawasan perdesaan di mana 36 juta dolar sangat diperlukan dalam beberapa bulan mendatang, untuk memastikan penanaman gandum musim dingin, pakan ternak dan bantuan tunai untuk keluarga-keluarga rentan, kaum lansia dan penyandang disabilitas, kata seorang pejabat PBB hari Selasa (15/9). Rein Paulsen, direktur Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengatakan kepada wartawan di markas besar PBB dalam sebuah brifing video dari Kabul, bahwa 70 persen warga Afghanistan tinggal di kawasan perdesaan dan sekarang ini terjadi kekeringan parah yang mempengaruhi 7,3 juta warga Afghanistan di 25 dari 34 provinsi di negara itu. Warga pedesaan yang rentan itu juga dilanda pandemi, ujarnya. Paulsen mengatakan 4 juta warga Afghanistan menghadapi masalah darurat kemanusiaan, yang digambarkan oleh “kesenjangan ekstrem dalam konsumsi makanan, tingkat malnutrisi akut sangat tinggi dan tingkat kematian yang berlebihan.” Ia mengatakan pertanian “sangat diperlukan” bagi populasi Afghanistan. Ia mengatakan, pertanian menyumbang sedikit di atas 25 persen dari PDB Afghanistan, mempekerjakan langsung sekitar 45 persen dari angkatan kerja, “dan yang paling penting adalah pertanian memberi manfaat mata pencaharian bagi 80 persen populasi Afghanistan.” Banyak keluarga rentan mengandalkan ternak untuk bahan makanan mereka, ujarnya. Tetapi 3 juta hewan juga terancam akibat kemarau yang menyebabkan padang penggembalaan tidak memadai. Sejak Taliban mengambil alih kekuasaan pada 15 Agustus, kekhawatiran kian besar bahwa Afghanistan dapat menghadapi keruntuhan ekonomi. Paulsen mengatakan paket gandum, pupuk dan bantuan dari FAO untuk seorang petani mencapai 150 dolar. “Untuk 150 dolar, satu keluarga beranggotakan 7 orang akan menghasilkan 1,2 juta ton gandum – mereka akan memproduksi cukup banyak gandum untuk memberi mereka sereal dan tepung selama periode 12 bulan,” kata Paulsen. Ia mengatakan lebih dari 400 ribu orang Afghanistan mengungsi dari rumah mereka, kebanyakan dari kawasan perdesaan. Mempertahankan petani untuk bekerja di ladang dan penggembala dengan ternaknya sangat penting dalam mencegah krisis pengungsian yang kian dalam. Jika pertanian runtuh lebih jauh, ujar Paulson, ini akan menyebabkan malnutrisi, meningkatkan pengungsian dan memperburuk situasi kemanusiaan. FAO pada tahun 2021 telah mendukung hampir 2 juta warga Afghanistan dengan bantuan tunai dan mata pencaharian. Ia mengatakan 36 juta dolar yang sangat diperlukan FAO untuk pertanian musim dingin merupakan bagian dari permintaan 606 juta dolar bantuan darurat yang diajukan PBB. Pada konferensi di Jenewa hari Senin, para donor telah menjanjikan 1,2 miliar dolar, dua kali lipat dari jumlah yang diminta, yang disebut Paulsen membesarkan hati. FAO berharap janji itu akan mendanai 36 juta dolar yang diperlukan, tetapi Paulsen menyatakan sekarang para donor perlu bertindak cepat untuk mewujudkan janji itu dengan bantuan uang tunai. [uh/ab]