Paus Janji Bantu Lebanon untuk Bangkit Kembali 

Paus Fransiskus bertemu dengan Perdana Menteri Lebanon pada Kamis (25/11). Dia mengumpamakan negara itu bagaikan orang yang sekarat dan berjanji akan melakukan segala daya untuk membantunya “bangkit kembali.”  Vatikan dalam pernyataannya mengatakan Paus Fransiskus dan Perdana Menteri Najib Mikati, yang menjabat sejak September lalu setelah terjadi kevakuman selama setahun pada pemerintahan, bertemu secara pribadi selama sekitar 20 menit dan membahas krisis ekonomi dan sosial yang menghancurkan negara itu. Dampak dari ambruknya keuangan Lebanon pada 2019 telah membuat sebagian besar negara itu berada dalam kemiskinan dan donor asing menuntut audit bank sentral dan reformasi keuangan sebelum mereka bersedia mengeluarkan dana.  Badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan bencana sosial, dengan satu laporan mengatakan bahwa lebih dari separuh dari keluarga-keluarga di Lebanon memiliki setidaknya satu anak yang hanya mampu makan sekali sehari di tengah memburuknya kondisi kehidupan secara dramatis.  “Lebanon adalah sebuah negara, sebuah pesan dan bahkan janji yang layak diperjuangkan,” kata Paus Fransiskus kepada delegasi Lebanon setelah pertemuan pribadi tersebut.  Dia kemudian merujuk pada kisah Yairus dalam Injil di mana Yesus membangkitkan anak perempuan pria itu yang berusia 12 tahun, yang diyakini telah meninggal. Yesus memberi tahu orang tuanya bahwa dia hanya tidur dan gadis itu bangun ketika Yesus memerintahkannya.  “Saya berdoa agar Tuhan mengangkat tangan Lebanon dan berkata ‘bangkit,’” kata Paus Fransiskus, seraya menambahkan bahwa negara itu sedang melalui “masa yang sangat sulit dan buruk” dalam sejarahnya. “Saya meyakinkan Anda tentang doa saya, kedekatan saya, dan janji saya untuk bekerja secara diplomatis dengan negara-negara sehingga mereka bersatu dengan Lebanon untuk membantunya bangkit kembali,” tambahnya. [lt/ka]