Otoritas Georgia Tangkap Pemimpin Oposisi Melia

Polisi Georgia menggerebek markas besar partai oposisi utama negara itu hari Selasa dan menangkap pemimpin oposisi Nika Melia. Pihak berwenang menuduh Melia, ketua partai Gerakan Nasional Bersatu, mengorganisasikan “kekerasan massal” selama protes-protes antipemerintah pada tahun 2019. Melia mengatakan tuduhan itu bermotif politik. Kedutaan besar AS di Georgia menyatakan keprihatinan atas penahanan Melia, dan dalam suatu pernyataan hari Selasa mengemukakan bahwa Georgia “telah melangkah mundur dalam arahnya untuk menjadi demokrasi yang lebih kuat.” “Kami menyesalkan bahwa seruan AS dan mitra-mitra internasional untuk menahan diri dan dialog diabaikan,” sebut kedutaan. “Kami kecewa oleh retorika terpolarisasi dari pemimpin Georgia pada waktu krisis. Kekuatan dan agresi bukan solusi untuk menyelesaikan perselisihan politik Georgia.” Georgia menghadapi sejumlah protes sejak pemilihan legislatif pada Oktober lalu yang menurut oposisi dicurangi, suatu tuduhan yang dibantah partai berkuasa, Georgian Dream. Pekan lalu, PM Giorgia Gakharia mengundurkan diri dan mengatakan keputusannya itu terkait dengan perselisihan mengenai apakah akan menahan Melia. [uh/ab]