Meski Ada Permohonan, Belum Ada Pasukan Internasional yang Dikerahkan untuk Haiti

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pemerintah Haiti, pada Selasa (24/1), kembali mengungkapkan permohonannya agar pasukan internasional segera dikerahkan ke negara kepulauan itu untuk membantu mengatasi tingkat kekerasan geng yang belum pernah terjadi sebelumnya yang telah meneror penduduk di negara tersebut. "Geng-geng semakin sering melakukan pembunuhan yang disengaja yang menarget laki-laki, perempuan, dan anak-anak dengan penembak jitu yang ditempatkan di atas atap," kata pejabat tinggi PBB di Haiti, Helen La Lime, kepada Dewan Keamanan PBB. "Puluhan perempuan dan anak-anak berusia 10 tahun telah diperkosa secara brutal, sebagai taktik untuk menyebarkan ketakutan dan menghancurkan tatanan sosial masyarakat yang berada di bawah kendali geng saingannya." Ia mengatakan dua koalisi geng – koalisi G9 dan G-Pep – telah menyebabkan tingkat kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya selagi mereka memperebutkan wilayah kumuh terbesar di ibu kota, Cité Soleil. Geng-geng itu dilaporkan menguasai sekitar 60 persen dari daerah Port-au-Prince. Pada awal Oktober, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendukung permintaan dari pemerintah Haiti untuk mengirim pasukan khusus internasional yang bersenjata ke negara pulau di Karibia itu untuk mengatasi ketidakamanan yang meningkat dan krisis kemanusiaan yang semakin dalam. Harapan bahwa Amerika Serikat atau Kanada bisa memimpin pasukan belum terwujud, meskipun kedua negara telah mengirimkan peralatan untuk membantu Kepolisian Nasional Haiti. Minat untuk menyumbangkan pasukan di antara komunitas internasional yang lebih luas, sangat terbatas. Sementara itu, rakyat Haiti terus menderita, dengan meningkatnya pembunuhan dan penculikan serta gerombolan bersenjata yang memblokir akses ke makanan, air, dan layanan kesehatan. [my/lt]