Mesir Beli 30 Jet Rafale dari Perancis

Militer Mesir mengukuhkan telah memesan 30 jet Rafale dari perusahaan pertahanan Perancis Dassault Aviation untuk meningkatkan keamanan nasional. Pesanan tersebut, yang menyusul pembelian 24 jet Rafale pada 2015, akan dibiayai melalui pinjaman 10 tahun, kata militer dalam sebuah pernyataan Senin malam (3/5). Situs investigasi Disclose sebelumnya melaporkan pada hari yang sama bahwa pesanan itu adalah bagian dari kesepakatan pertahanan besar rahasia senilai hampir 4,8 miliar dolar. Mesir adalah importir senjata terbesar ketiga di dunia setelah Arab Saudi dan India, menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI). Dalam sebuah laporan yang dirilis awal tahun ini, SIPRI mengungkapkan, pembelian senjata Mesir meningkat 136 persen selama 10 tahun terakhir dan telah mendiversifikasi sumbernya di luar AS. Mesir, kata lembaga itu, juga membeli peralatan militer dari Prancis, Jerman dan Rusia. Kairo telah memosisikan dirinya sebagai benteng stabilitas di kawasan itu seiring dengan munculnya konflik di negara tetangga baratnya, Libya. Presiden Abdel Fattah al-Sisi dan mitranya dari Perancis Emmanuel Macron menikmati hubungan dekat yang dibangun di atas kepentingan keamanan bersama. Pada konferensi pers bersama dengan Sisi di Paris pada Desember lalu, Macron mengatakan, "Saya tidak akan mengondisikan masalah pertahanan dan kerja sama ekonomi pada perselisihan mengenai HAM.” (ab/uh)