Menlu Rusia: Konfrontasi Militer Antarnegara Berkekuatan Nuklir Harus Dihindari

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada Rabu (30/11), sangatlah penting untuk menghindari segala jenis konfrontasi di antara negara-negara berkekuatan nuklir, bahkan ketika hanya melibatkan senjata konvensional. Lavrov menyampaikan hal itu di hadapan peserta program pendidikan “Dialog untuk Masa Depan” di Moskow. Pernyataan itu diterbitkan di situs web Kementerian Luar Negeri Rusia.   Lavrov juga mengatakan, negara-negara Barat mendorong Ukraina untuk terus berperang melawan Rusia.   “Penting untuk menghindari bentrokan militer antar negara-negara berkekuatan nuklir, meskipun hanya menggunakan senjata konvensional. Eskalasinya bisa menjadi tidak terkendali,” kata Lavrov.   Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengeluarkan serangkaian ancaman nuklir terselubung selama perang di Ukraina, tetapi beberapa pejabat tinggi Rusia telah berulang kali membantah bahwa Rusia berencana menggunakan senjata nuklir di Ukraina dan justru menuduh Barat yang meningkatkan pertaruhan nuklir.   Negara-negara Barat, yang dipimpin Amerika Serikat, telah menyediakan bantuan paket militer dalam jumlah yang memecahkan rekor bagi Ukraina untuk membantu negara itu menghadapi Rusia. Moskow sebelumnya mengatakan bahwa pemberian bantuan tersebut membuat NATO terlibat dalam konflik, meski kedua pihak telah menekankan pentingnya menghindari konfrontasi langsung.   Ukraina bukanlah anggota NATO, tetapi negara itu sedang mengajukan permohonan keanggotaan. Prospek menjadi anggota NATO sendiri merupakan proses yang memakan waktu. Rusia mengatakan bahwa ambisi Ukraina untuk menjadi anggota NATO serta perluasan aliansi keamanan itu ke timur Eropa sejak ambruknya Uni Soviet tahun 1991 merupakan satu alasan di balik invasinya ke Ukraina 24 Februari lalu. [rd/em]