Lebanon, Israel Lanjutkan Pembicaraan Soal Perbatasan Maritim

Setelah jeda hampir enam bulan, Lebanon dan Israel, Selasa (4/5), melanjutkan pembicaraan tidak langsung yang ditengahi AS mengenai perbatasan laut mereka yang disengketakan. Pembicaraan itu dilanjutkan setelah pemerintah baru AS mengambil alih posisi itu. Lebanon telah semakin tenggelam ke dalam krisis ekonomi dan keuangan yang dimulai pada akhir 2019 sebagai akibat dari korupsi yang merajalela selama puluhan tahun dan pertikaian politik. Negara kecil di Laut Tengah itu sangat ingin menyelesaikan sengketa perbatasan dengan Israel sehingga membuka jalan bagi kemungkinan terwujudnya kesepakatan minyak dan gas yang menguntungkan. Media lokal mengatakan pembicaraan dilanjutkan di sebuah pos PBB di kawasan yang disebut Ras Naqoura di tepi kota perbatasan Naqoura, Lebanon. Delegasi Lebanon akan berbicara melalui para pejabat PBB dan AS ke para pejabat Israel. Duta Besar Amerika John Desrocher, yang berfungsi sebagai mediator AS, tiba di Beirut Senin malam untuk mengambil bagian dalam pembicaraan itu. Amerika Serikat telah menengahi masalah ini selama sekitar sepuluh tahun, tetapi baru akhir tahun lalu sebuah terobosan tercapai mengenai kerangka kerja pembicaraan yang dimediasi oleh AS. Pembicaraan itu dimulai pada Oktober tetapi berhenti beberapa pekan kemudian. Israel dan Lebanon tidak memiliki hubungan diplomatik dan secara teknis berada dalam keadaan perang. Mereka masing-masing mengklaim bahwa sekitar 860 kilometer persegi Laut Tengah berada dalam zona ekonomi eksklusif mereka masing-masing. Dalam pembicaraan putaran kedua, delegasi Lebanon, gabungan antara para pejabat militer dan pakar, menawarkan peta baru yang memaksakan tambahan seluas 1.430 kilometer persegi bagi zona ekonomi eksklusif negara itu di Laut Tengah. Para pemimpin Lebanon berselisih pendapat mengenai sikap komando militer mengenai perluasan wilayah itu “Ada kelemahan dalam sikap Lebanon dan penting bagi Israel untuk bergabung dalam pembicaraan itu ketika Lebanon berada dalam posisi yang lemah, '' kata Laury Haytayan, seorang ahli minyak dan gas Lebanon. Israel telah mengembangkan industri gas alam di tempat lain di perairan ekonominya, dan menghasilkan cukup gas untuk konsumsi domestik dan untuk ekspor ke Mesir dan Yordania. Lebanon, yang memulai pengeboran lepas pantai awal tahun ini dan berharap untuk memulai pengeboran gas di wilayah sengketa dalam beberapa bulan mendatang, telah membagi hamparan perairannya menjadi 10 blok, tiga di antaranya berada di wilayah yang disengketakan dengan Israel. Ras Naqoura selama ini menjadi tuan rumah pertemuan bulanan tiga pihak, pertemuan tidak langsung Israel-Lebanon yang membahas pelanggaran-pelanggaran di sepanjang perbatasan darat. Israel dan Lebanon juga mengadakan negosiasi tidak langsung pada tahun 1990-an, ketika negara-negara Arab dan Israel mengupayakan perjanjian perdamaian. Palestina dan Yordania menandatangani perjanjian dengan Israel pada saat itu, tetapi Lebanon dan Suriah tidak. (ab/uh)