Kebakaran di Penjara Teheran: Empat Tewas, 61 Luka-Luka

Sedikitnya empat narapidana tewas dan 61 lainnya luka-luka dalam insiden kebakaran di penjara Evin, Teheran, sebuah fasilitas di mana para tahanan politik dan aktivis anti-pemerintah ditahan. Stasiun televisi pemerintah hari Minggu (16/10) mengudarakan video yang tampaknya menunjukkan situasi di penjara yang mulai pulih. Pihak berwenang mengatakan empat orang tewas karena menghirup asap, sementara empat dari 61 orang yang luka-luka berada dalam kondisi kritis. Mereka yang tewas sedang menjalani hukuman karena perampokan. Kebakaran terjadi hari Sabtu (15/10) di tengah demonstrasi yang sudah memasuki minggu ke lima. Demonstrasi yang terus meluas itu dipicu oleh kematian Mahsa Amini, seorang perempuan berusia 22 tahun yang meninggal di tahanan polisi setelah sebelumnya ditangkap polisi moral karena tidak mengenakan jilbab secara benar. Media pemerintah melaporkan api padam setelah beberapa jam, dan tidak ada tahanan yang melarikan diri. Video yang disiarkan televisi pemerintah menunjukkan dinding dan langit-langit ruangan yang hangus, yang disebut-sebut sebagai lantai atas bengkel menjahit di penjara itu. “Kebakaran ini disebabkan oleh perkelahian antar beberapa tahanan” di bengkel menjahit itu, demikian petikan pernyataan Gubernur Teheran Mohsen Mansouri. “Bengkel itu dibangun untuk menciptakan lapangan kerja bagi tahanan,” tambahnya. Kantor berita IRNA yang dikelola pemerintah, mengutip seorang pejabat keamanan senior yang mengatakan narapidana di satu bangsal berkelahi dengan personel penjara. Para tahanan kemudian membakar gudang yang penuh seragam penjara. Jaksa Teheran Ali Salehi mengatakan kebakaran itu tidak terkait dengan demonstrasi yang sedang melanda Iran pasca kematian Mahsa Amini. [em/jm]