China Tegaskan Peran Penjaga Perdamaian PBB dengan Latihan Multinasional

China menegaskan perannya dalam operasi penjaga perdamaian PBB dengan menjadi tuan rumah latihan multinasional yang berakhir Rabu (15/9). Latihan selama 10 hari di provinsi Henan itu melibatkan sekitar 1.000 tentara dari China, Mongolia, Pakistan dan Thailand. Mereka melakukan latihan pengawalan bersenjata, patroli keamanan, pembangunan pangkalan sementara, perlindungan sipil dan kontraterorisme. Senjata, peralatan, dan fasilitas China berada di garis depan selama latihan itu. Fakta tersebut menegaskan posisi negara itu sebagai penyumbang terbesar pasukan penjaga perdamaian di antara tujuh anggota tetap Dewan Keamanan PBB. China memiliki kekuatan militer terbesar di dunia dengan kemampuan yang semakin canggih untuk menantang Amerika Serikat, saingan strategis global utamanya. Dalam sebuah simulasi latihan kontraterorisme, sebuah kendaraan bermuatan bom didorong menuju pangkalan PBB sementara para penyerang menembaki pasukan penjaga perdamaian dan melemparkan bom molotov. Latihan itu didasarkan pada insiden di mana pangkalan penjaga perdamaian China di Mali diserang. China saat ini mengerahkan sekitar 2.500 tentara penjaga perdamaian yang ditugaskan di delapan misi terpisah. Latihan itu dilakukan pada peringatan 50 tahun pengakuan Republik Rakyat China sebagai satu-satunya perwakilan rakyat China di PBB. Pengakuan ini mengakibatkan penyingkiran Taiwan dari keanggotaan PBB. Taiwan terus diklaim Beijing sebagai wilayahnya sendiri yang dapat dikendalikan oleh kekuatan militer jika perlu. Latihan itu juga berlangsung pada saat ketegangan berkepanjangan antara China dan India mengenai perbatasan mereka yang disengketakan dan ketidakpastian atas keamanan Afghanistan setelah pasukan AS dan asing lainnya menarik diri dari negara itu pada Agustus. Negara-negara yang terlibat dalam latihan kali ini memiliki hubungan sangat dekat China. Pakistan adalah sekutu lama Beijing, sementara China dalam beberapa tahun terakhir telah mendekati Thailand melalui investasi dan kerja sama militer. Mongolia terjepit di antara China dan Rusia dan sangat bergantung pada tetangga selatannya itu untuk membeli sumber daya alamnya. [ab/uh]