Biden Peringatkan China Tak Campur Tangan dalam Pemilu AS

Gedung Putih — Presiden AS, Joe Biden kembali memperingatkan Presiden China Xi Jinping agar tidak ikut campur dalam pemilu presiden AS pada bulan November. Ia mengatakan itu melalui pembicaraan telepon kedua pemimpin, hari Selasa (2/4). Seruan itu merupakan bagian dari upaya AS untuk menjaga “jalur komunikasi terbuka guna menangani persaingan secara bertanggung jawab dan mencegah konflik yang tidak diinginkan,” kata Gedung Putih. Dalam berbagai upayanya, Amerika menyampaikan “keprihatinan yang terus meningkat” atas campur tangan China dalam pemilu, kata seorang pejabat senior pemerintah kepada wartawan dalam briefing hari Senin mengenai seruan tersebut. Biden terakhir kali mengangkat masalah itu dalam pertemuannya dengan Xi di Woodside, California pada November lalu. Beijing berulang kali mengatakan, pihaknya tidak tertarik mencampuri urusan dalam negeri AS. “Saya rasa kita tidak akan pernah benar-benar percaya pada perkataan China, ketika mereka mengatakan akan atau tidak akan melakukan sesuatu,” kata pejabat senior pemerintahan Biden. “Ini tentang verifikasi.” Penilaian ancaman intelijen AS yang tidak dirahasiakan dan dirilis pada bulan Februari memperingatkan “tingkat kecanggihan Beijing yang lebih tinggi dalam aktivitas pengaruhnya,” termasuk penggunaan AI generatif. Laporan itu memperingatkan adanya “peningkatan upaya untuk secara aktif mengeksploitasi persepsi perpecahan masyarakat AS” secara online. Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Pengyu mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikirimkan kepada VOA, China “berjanji pada prinsip non-intervensi” dan tuduhan bahwa Beijing mempengaruhi pemilihan presiden AS “sepenuhnya dibuat-buat.” [ps/lt]