Aung San Suu Kyi Sakit, Tidak Hadir di Pengadilan

Pengacara Aung San Suu Kyi, pemimpin pemerintah sipil Myanmar yang digulingkan, Senin (13/9) mengatakan kliennya tidak hadir dalam jadwal sidang terakhirnya karena sakit. Tim hukumnya mengatakan Suu Kyi, 76, tampak sakit dan mengeluh "mengantuk" dalam pertemuan prasidang di ibu kota Naypyidaw. Min Min Soe kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa Suu Kyi menderita "mabuk mobil" karena dia tidak bepergian dengan mobil dalam beberapa minggu terakhir. Suu Kyi dibawa kembali ke rumah untuk beristirahat. Sidang yang dijadwalkan Senin (13/9) adalah kelanjutan persidangan atas tuduhan memiliki walkie-talkie tanpa izin. Ia juga dituduh melanggar Undang-Undang Penanggulangan Bencana Alam karena melanggar pembatasan COVID-19 dengan berkampanye dalam pemilu parlemen tahun lalu, melanggar Undang-Undang Rahasia Pejabat, menghasut kerusuhan publik, menyalahgunakan tanah untuk yayasan amalnya, dan menerima pembayaran ilegal $600.000 tunai ditambah 11 kilogram emas. Suu Kyi, peraih Nobel Perdamaian, telah ditahan sejak 1 Februari, ketika pemerintahan sipilnya digulingkan hampir tiga bulan setelah partai Liga Nasional untuk Demokrasi menang telak dalam pemilihan. Junta menyebut kecurangan pemilu yang meluas dalam pemilu 8 November sebagai alasan kudeta, tuduhan yang dibantah oleh komisi pemilu sipil. Kudeta memicu krisis di negara itu, memunculkan demonstrasi antijunta yang mematikan dan bentrokan antara beberapa kelompok etnis bersenjata dan junta yang berkuasa. Duwa Lashi La, penjabat presiden Pemerintah “bayangan” Persatuan Nasional Myanmar, menyerukan pemberontakan melawan junta “di setiap sudut negara” minggu lalu dalam pidato yang direkam dalam video yang diposting di media sosial. [ka/ab]