Pemimpin Korea Utara Cabut Lockdown di Kota Perbatasan

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Jumat (14/8), mencabut perintah penutupan wilayah dan penghentian seluruh kegiatan atau lockdown di sebuah kota besar di dekat perbatasan Korea Selatan di mana ribuan orang telah dikarantina selama beberapa minggu karena kekhawatiran akan  merebaknya virus corona. Tetapi dalam rapat partai berkuasa pimpinannya, Kim juga berkeras bahwa Korea Utara akan tetap menutup pintu-pintu perbatasannya.  Media pemerintah melaporkan Kim mengatakan situasi virus corona di Kaesong stabil dan menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah bekerjasama selama pemberlakukan kebijakan lockdown itu. Lockdown ini awalnya didasarkan pada dugaan kasus virus corona, tetapi Korea Utara mengatakan hasil tes terhadap orang yang diduga mengidap virus corona tidak meyakinkan. [em/pp]
« Kembali Baca berita lengkap »

TRIBUNNEWS

Pembalap Pilihan Valentino Rossi di MotoGP 2021 Jika Jadi Bos Ducati

Valentino Rossi ikut berkomentar soal masalah yang sedang dihadapi Ducati dalam memilih pembalap andalannya pada MotoGP 2021.

1 jam5 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Fakta-Fakta Pembunuhan Janda di Sidoarjo, Pelaku Pacar Berondong Korban

Pemicu pembunuhan tersebut berawal dari pelaku yang mencium bau sperma di sofa rumah korban saat sedang tiduran

1 jam5 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Andrea Dovizioso Bicara Kemajuan yang Diraihnya pada MotoGP Austria 2020

Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, menjelaskan kemajuan yang dialaminya ketika tampil pada seri balap MotoGP Austria 2020.

1 jam5 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Hasil FP3 MotoGP Austria 2020: Maverick Vinales Tercepat, Jack Miller Tempel Posisi Kedua

Pembalap Yamaha, Maverick Vinales menjadi yang tercepat pada sesi FP3 MotoGP Austria 2020 di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Sabtu (15/8/2020).

1 jam5 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Selain ke Presiden, KAMI juga Sampaikan 8 Tuntutan ke MPR, DPR dan DPD

Menurut Din maklumat KAMI tidak perlu disikapi sinis, tapi dijawab dengan berbagai langkah dalam menyelamatkan bangsa Indonesia dari keterpurukan.

1 jam6 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Andai Petaka UFC 252 Terjadi, Dana White Bakal Biarkan Si Predator Mengamuk

Meski duel UFC 252 baru akan digelar Minggu (16/8/2020) pagi WIB, Dana White sudah punya rencana untuk tetap memanaskan divisi kelas beratnya.

1 jam6 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Penampilan Berkelas Krisdayanti Saat Hadiri Sidang MPR Secara Virtual

Penampilan berkelas penyanyi Krisdayanti saat menghadiri Sidang MPR secara virtual

1 jam6 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Review YouTuber Anak Kuliner Soal Produk Baru Rice Box Seafood Milik Ruben Onsu

Review YouTuber Anak Kuliner soal 'BenSeafood', produk baru rice box seafood milik Ruben Onsu

1 jam6 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Pantas Ngaku Tak Kenal, Momen Tak Saling Sapa Nagita Slavina dan Ayu Ting Ting Jadi Bukti Tak Akur

Video yang menunjukkan keretakan hubungan Nagita Slavina dan Ayu Ting Ting pun terkuak, pantas ngaku gak kenal!

1 jam6 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Aurel Hermansyah Ingin Pernikahannya Dihelat 31 Desember dan Dihadiri Seluruh Mantan Kekasih

Putri sulung dari musisi Anang Hermansyah mengaku, sampai saat ini tidak ada masalah dengan mantan seluruh mantan kekasih

1 jam7 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Rayakan 17 Agustus, Halodoc Beri Layanan Konsultasi Gratis

Layanan chat dengan Dokter secara gratis berlaku untuk satu kali pemakaian, di website maupun aplikasi Halodoc mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.

1 jam7 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Beda Isi Undangan Pemberkatan Nella Kharisma dan Dory Harsa dari Penjelasan Seorang Pendeta

Pendeta gereja di Kediri memberikan penjelasan mengenai kabar pemberkatan Nella Kharisma dan Dory Harsa

1 jam7 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Gandeng Sosok Pria Ini Saat Jerinx di Penjara, Nora Alexandra: Apa Salahnya?

Gandeng pria lain saat Jerinx di penjara jadi pergunjingan, Nora Alexandra luruskan sosok pria tersebut!

1 jam7 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Tantri Kotak Cover Lagu Semua Bisa Berubah Maju, Single Lagu Terbaru dari Melly Goeslaw

Ini merupakan sebuah bukti bahwa Melly berhasil mengajak masyarakat Indonesia, khususnya Tantri, untuk ikut menyayikan lagu barunya

1 jam7 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Siaran Kualifikasi MotoGP Austria 2020 di Sirkuit Red Bull Ring, Malam Ini Tayang TRANS7 Pukul 23.30

Seri keempat MotoGP 2020 akan mengadakan babak kualifikasi yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Sabtu (15/8/2020).

1 jam8 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

6 Startup yang Bisa Mempermudah Kamu Mendapat Info Loker, Patut Dicoba!

Berikut ini adalah enam startup yang layak dicoba untuk mencari lowongan kerja bagi fresh graduate.

1 jam8 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Viral Mahasiswa Bayar UKT Pakai Uang Receh, Sempat Ditolak Bank: Hasil Tabungan Keluarga Sejak 2016

Viral di sosial media cuitan seorang mahasiswa yang membayar biaya kuliah menggunakan uang recehan seberat 17,5 kg. Sempat kecewa karena ditolak bank.

1 jam8 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Penulisan Dirgahayu Republik Indonesia yang Benar, HUT ke-75 RI Bukan H.U.T.R.I Ke-75

Berikut ini penulisan ucapan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang baik dan benar, misalnya HUT RI ke-75 bukan H.U.T.R.I Ke-75.

1 jam8 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Penentuan Kenaikan Kelas Bisa Mengacu ke Kurikulum Darurat

Penentuan kenaikan kelas bagi siswa selama pandemi dapat mengacu pada kurikulum darurat yang juga mengurangi beban guru dalam kurikulum nasional.

1 jam9 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Jika Tahap Uji Klinis Lancar, Vaksin Covid-19 Mulai Diproduksi Awal Tahun Depan

"Kalau Januari sudah dapat evaluasi data dan hasilnya baik. Kemudian kita bisa produksi Februari atau Maret 2021," ungkap Neni.

1 jam9 menit Tribunnews

ANTARA NEWS

Wabah COVID-19 di Selandia Baru meningkat, Australia masih berjuang

Selandia Baru pada Sabtu melaporkan tujuh kasus baru virus corona dan memperpanjang karantina wilayah di Auckland, kota terbesar di negara itu, dalam memerangi wabah COVID-19. Enam dari tujuh kasus baru telah dikaitkan dengan ...

1 jam9 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Dinkes catat tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Lampung 75 persen

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat persentase tingkat kesembuhan (recovery rate) pasien dari paparan COVID-19 di provinsi itu mencapai 75 persen. "Tingkat kesembuhan pasien dari COVID-19 di Provinsi Lampung saat ...

1 jam10 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Dirjen: Sekolah kemaritiman harus "link and match" dengan industri

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wikan Sakarinto mendorong lembaga pendidikan kemaritiman menghasilkan lulusan yang link and match dengan kebutuhan industri ...

1 jam10 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Espargaro belum terkalahkan setelah tiga sesi latihan bebas GP Austria

Maverick Vinales menjadi pebalap tercepat di sesi latihan ketiga (FP3) Grand Prix Austria, Sabtu, namun Pol Espargaro masih memiliki catatan waktu tercepat di ketiga sesi latihan yang telah digelar. Cuaca buruk menggangu sesi ...

1 jam10 menit Antaranews

ANTARA NEWS

DK PBB tolak resolusi AS untuk perpanjang embargo senjata Iran

Dewan Keamanan (DK) PBB pada Jumat malam (14/8) menolak resolusi yang diusulkan oleh Amerika Serikat (AS) untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang mengajukan banding ke dewan ...

1 jam10 menit Antaranews