Masih Ada 2 Klub Belum Tentukan Kandang di Liga 1 2020

Persita mengajukan Stadion Sport Center Kelapa Dua.
« Kembali Baca berita lengkap »

Viva.co

Sadis, Anthony Joshua Brutal Bikin Tyson Fury 'Hancur Lebur'

Anthony Joshua dan Tyson Fury bertarung di laga simulasi.

4 jam24 menit Viva

Viva.co

Petaka di Negeri Jiran, Anthony Ginting Dilibas Tunggal Putra China

Anthony Sinisuka Ginting menelan pil pahit di Malaysia Masters.

4 jam24 menit Viva

Viva.co

Produksi Film Berlanjut, Ernest Prakasa Khawatirkan Protokol Kesehatan

Ia ingin pekerja industri film benar-benar menaati protokol kesehatan.

4 jam25 menit Viva

Viva.co

Jessica Iskandar dan Erick Iskandar Saling Unfollow di Instagram?

Jessica Iskandar adalah adik kandung Erick.

4 jam25 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Lucinta Luna Bikin Heboh, Unggah Video Rayakan Ulang Tahun Pacar di IG

Video itu diambil Lucinta Luna pada Agustus 2019.

4 jam25 menit Viva

Viva.co

Mina Eks AOA Menolak Kasus Bullying-nya Diinvestigasi Polisi

Mina eks AOA dan agensinya tak ingin masalah menjadi lebih besar.

4 jam25 menit Viva

Viva.co

7 Tempat Wisata di Cikarang yang Terbaik

Cikarang Bekasi memiliki termpat wisata yang asyik.

4 jam25 menit Viva

Viva.co

Pemerintah Anggarkan Rp356,5 Triliun untuk Kesehatan Hingga UMKM

Anggaran untuk penanganan kesehatan sekitar Rp25,4 triliun.

4 jam26 menit Viva

Viva.co

Jokowi Bidik Pertumbuhan Ekonomi 2021 di Kisaran 4,5-5,5 Persen

Inflasi ditargetkan 3 persen dan rupiah Rp14.600 per dolar AS.

4 jam26 menit Viva

Viva.co

Jokowi Rencanakan Defisit RAPBN 2021 Rp971,2 Triliun

Jokowi pastikan pengelolaan utang dilakukan dengan kehati-hatian.

4 jam26 menit Viva

Viva.co

Jokowi Targetkan Penerimaan Pajak 2021 Capai Rp1.481,9 Triliun

Total target penerimaan negara 2021 mencapai Rp1.776,4 triliun.

4 jam26 menit Viva

Viva.co

Jokowi Targetkan Tekan Tingkat Kemiskinan 9,7 Persen di Masa COVID-19

RAPBN tahun 2021 dialokasikan anggaran sekitar Rp356,5 triliun.

4 jam26 menit Viva

Viva.co

Mengejutkan Israel Tunda Aneksasi Tepi Barat, Apa Sebab-Musababnya

Penundaan aneksasi bagian dari kesepakatan normalisasi dengan UEA.

4 jam26 menit Viva

Viva.co

Anak Amien Rais Ribut dengan Pramugari karena Ponsel di Pesawat

Mumtaz Rais tak terima ketika ditegur agar tidak menggunakan ponsel.

4 jam27 menit Viva

Viva.co

Sekolah di Serang Tatap Muka 18 Agustus, Guru Malah Takut Rapid Test

Dari 200 guru yang dijadwalkan rapid test. Tak sampai 100 yang ikut.

4 jam27 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Erupsi Sinabung, Warga di Hulu Sungai Waspada Bahaya Lahar

Gunung Sinabung terpantau menyemburkan abu vulkanik Jumat

4 jam27 menit Viva

Viva.co

Jokowi Mau Ada Lompatan Besar, PKS: Bicara Mudah, Aksi yang Ditunggu

"Berjalan pun kita susah kalau tidak ada perubahan fundamental."

4 jam27 menit Viva

Detik

Seperti Miliarder McAfee, Orang-orang Ini Viral Gegara Masker Celana Dalam

Seperti John McAfee, beberapa orang ini juga menarik perhatian karena menggunakan masker dari celana dalam untuk menangkal virus Corona. Siapa saja?

4 jam27 menit Detik

Detik

Kata Dokter Paru Soal CDC Larang Masker yang Ada Exhaust-nya

CDC memperbaharui pedoman dengan melarang penggunaan masker yang memiliki vent. Masker ini dinilai tidak memberikan perlindungan bagi orang di sekitar.

4 jam27 menit Detik

Detik

WHO Kritik RI Soal Pembukaan Sekolah di Zona Kuning: Bisa Perparah Penularan

Dalam laporan resmi perkembangan terkini situasi COVID-19 di Indonesia, WHO memberikan beberapa catatan. Salah satunya terkait pembukaan sekolah.

4 jam28 menit Detik

Detik

Kenali Baju Tradisional Suku Sabu yang Dikenakan Jokowi

Presiden Joko Widodo mengenakan baju adat Suku Sabu. Mengutip berbagai sumber, baju adat Suku Sabu berbeda pada laki-laki dan perempuan. Berikut penjabarannya!

4 jam28 menit Detik

Detik

Sinopsis Hyde, Jekyll, Me, Drakor Hyun Bin yang Bakal Tayang di TransTV

Drakor Hyde, Jekyll, Me yang dibintangi oleh aktor tampan Hyun Bin bakal tayang di TransTV pada Senin (17/8) mendatang. Bagaimana sinopsisnya?

4 jam28 menit Detik

Detik

Bukan Emas atau Uang, Pria Ini Viral karena Berikan Kucing untuk Seserahan

Pria asal Malaysia ini, ia memberikan seserahan unik berupa kucing jenis British Short Hair untuk calon istrinya.

4 jam28 menit Detik

Detik

Motor Meledak Rusak Lokasi Syuting Film Mission Impossible

Film ini memang menyajikan banyak aksi ledakan, tapi kali ini ledakan motor tak terduga terpaksa menghentikan produksinya.

4 jam29 menit Detik

Detik

KTM Bukan Lagi Anak Kemarin Sore di MotoGP 2020

KTM menjadi pemenang baru di pentas MotoGP setelah menjuarai seri Ceko, pekan lalu. Pabrikan Austria ini tampak semakin matang di musimnya yang keempat.

4 jam29 menit Detik