Pengakuan Mantan Istri Tentang Sosok Deddy Corbuzier Sebenarnya

Kalina menyebut Deddy sebagai orang yang baik dan penyayang.
« Kembali Baca berita lengkap »

Viva.co

Karyawan Terinfeksi COVID-19, Unilever Tutup Pabrik di Cikarang

Unilever melakukan tes PCR kepada 265 karyawan gedung TBB.

3 jam24 menit Viva

Viva.co

Lima Kereta Api Jarak Jauh Kembali Beroperasi Besok, Cek Jadwalnya

Yakni KA Turangga, Kertajaya, Bengawan, Tegal Ekspress dan Serayu.

3 jam24 menit Viva

Viva.co

VIDEO: Sidang Kasus Jiwasraya Tertunda, Rapid Test Terdakwa Reaktif

Selanjutnya, terdakwa diinstruksikan untuk menjalani swab test.

3 jam24 menit Viva

Viva.co

Video Viral Kelabang Besar Merayap di Dinding, Bikin Merinding

Ukuran kelabang tidak normal.

3 jam24 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Starbucks Indonesia Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggannya

Pihak Starbucks Indonesia telah mengeluarkan permintaan maaf.

3 jam25 menit Viva

Detik

Inspiratif, Remaja Down Syndrome Jadi Model Gucci dan Vogue

Siapa saja bisa menjadi seorang model profesional, tanpa terkecuali mereka yang memiliki Down syndrome. Ellie Goldstein adalah buktinya.

3 jam25 menit Detik

Detik

8 Fakta Mantan Bos F1 Bernie Ecclestone yang Punya Anak Lagi di Usia 89

Mantan bos F1 Bernie Ecclestone jadi sensasi karena akan jadi ayah lagi di usia 89 tahun. Inilah fakta bos Formula One itu.

3 jam25 menit Detik

Detik

Berita Otomotif Paling Seksi Sore Ini

Berita paling menarik pembaca sore ini adalah informasi mengenai masa berlaku SIM sampai pada Ferrari yang bikin sepeda seharga Avanza.

3 jam26 menit Detik

Detik

Turun 23%, Penjualan Mobil Jepang Belum Pulih

Penjualan mobil di Jepang belum sepenuhnya bangkit. Berdasarkan data, penjualan mobil di Negeri Sakura itu masih ngedrop.

3 jam26 menit Detik

Detik

Para Sultan Merapat, Ini 5 Sepeda yang Diracik Pabrikan Mobil Mewah

Beragam pabrikan mobil mewah melahirkan sepeda dengan banderol ratusan juta rupiah. Berikut ulasannya.

3 jam26 menit Detik

Detik

'Pemanasan' Jelang Man City Vs Liverpool

Manchester City vs Liverpool akan tersaji pada Jumat (3/7) dini hari WIB nanti. Laga ini akan berlangsung panas meski The Reds sudah menjadi juara Liga Inggris.

3 jam26 menit Detik

Detik

Bellerin Percaya Arsenal Masih Bisa Finis Empat Besar

Arsenal memulai kembali Liga Inggris dengan lambat, namun empat besar masih dalam jangkauan. Hector Bellerin percaya timnya bisa finis di zona Liga Champions.

3 jam26 menit Detik

Detik

Link Live Streaming Man City Vs Liverpool

Jadwal Liga Inggris dini hari nanti mementaskan Manchester City vs Liverpool. Link live streaming duel itu bisa dilihat di sini.

3 jam27 menit Detik

Detik

Zacky Anwar Makarim Jadi Pelaksana Tugas Ketua Umum PB PASI

Mayjen Purnawirawan Zacky Anwar Makarim ditunjuk sebagai pelaksana tugas PB PASI. Untuk sementara, dia mengisi posisi yang ditinggalkan mendiang Bob Hasan.

3 jam27 menit Detik

Detik

Yang Dicontoh Trent Alexander-Arnold dari Cristiano Ronaldo

Bek kanan Liverpool, Trent Alexander-Arnold mencontoh satu hal dari Cristiano Ronaldo. Soal apakah itu?

3 jam27 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Erick Thohir Buka-bukaan Biang Kerok Maraknya Korupsi di BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir buka suara mengenai maraknya korupsi di BUMN.

3 jam27 menit Detik

Detik

Sepeda Lagi Hype, Bisnis Ini Bisa Dilirik

Selain sepeda, bisnis apa yang cocok untuk dijajal di tengah momentum tersebut?

3 jam27 menit Detik

Detik

Beras Luar Lebih Murah, Buwas: Bukan Berarti Harus Impor!

"(Beras dari luar negeri) murah bukan berarti harus impor, nggak. Ini harga diri kita sebagai negara agraris harusnya nggak boleh impor pangan."

3 jam27 menit Detik

Detik

5 Bisnis Aksesori Sepeda yang Bisa Dijajal

Apa saja aksesori sepeda yang dimaksud dan butuh modal berapa untuk mulai menjual barang tersebut?

3 jam28 menit Detik

Detik

Transmart Aja Sudah Pakai Tas Ramah Lingkungan, Kamu Kapan?

Pemprov DKI Jakarta larang penggunaan kantong plastik sejak 1 Juli. Sebagai wujud dukungan, Transmart sediakan kantong ramah lingkungan untuk pelanggan.

3 jam28 menit Detik

Detik

Cara Erick Thohir Cegah Skandal Jiwasraya Terulang

Menteri BUMN Erick Thohir tak ingin skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terulang.

3 jam28 menit Detik

Detik

Jurus Uruguay Taklukkan Corona Tanpa Tutup Kota

Meskipun tak memberlakukan lockdown, Uruguay punya jurus jitu untuk melawan Corona. Apa jurusnya?

3 jam28 menit Detik

Detik

Diloloskan China, UU Keamanan Nasional di Hong Kong Jadi Nyata

UU Keamanan Nasional baru Hong Kong yang diloloskan oleh China benar-benar menjadi kenyataan. Sudah ada warga Hong Kong yang dijerat dengan UU ini.

3 jam28 menit Detik

Detik

Gempa M 4,3 Terjadi di Sukabumi, Getaran Terasa hingga Garut

Gempa bumi terjadi di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 4,3.

3 jam28 menit Detik

Detik

Viral Aksi Jambret Kalung Emas Ibu-ibu di Makassar, Polisi Buru Pelaku

Kedua pelaku menghentikan laju sepeda motornya di dekat korban, yang sibuk mengatur barang jualan di depan sebuah warung.

3 jam29 menit Detik