Kabar Gembira, Pasien Termuda Corona COVID-19 Telah Sembuh

Usianya baru 9 bulan.
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

Studi Sebut Rutin Minum Kopi Bikin Tulang Lebih Kuat

Sebuah riset terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Hong Kong mengatakan bahwa kopi juga memiliki manfaat untuk menguatkan tulang.

13 jam5 menit Detik

Detik

WN China Positif COVID-19 Terlacak Menginap di Bali, Dokter Imbau Jangan Panik

Hingga saat ini, Bali masih heboh diperbincangkan terkait WN CHina yang positif terkena COVID-19.

13 jam5 menit Detik

Detik

Terlalu Cantik dan Dikira Penipu, Wanita Ini Diblokir Tinder

Seorang wanita bernama Holly Valentine di-banned oleh Tinder. Alasannya adalah karena terlalu cantik dan disangka berpura-pura untuk menipu para pria.

13 jam5 menit Detik

Detik

Happy Valentine! Ini 7 Tempat Wisata Berbentuk Hati

Valentine identik dengan gambar hati sebagai simbol cinta. Alam pun punya caranya sendiri menunjukkan cinta. Ini tempat-tempat terkenal di dunia berbentuk hati.

13 jam6 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

5 Cara 'Selamat' dari Hari Valentine Bagi Para Jomblo

Berikut beberapa survival kit bagi para jomblo agar dapat melalui Hari Valentine.

13 jam6 menit Detik

Detik

Fakta-fakta Pewaris Samsung di Balik Sukses Film Parasite Hingga BTS

Berikut fakta-fakta mengenai wanita yang merupakan Vice Chairman dari CJ Group sekaligus pewaris Samsung tersebut.

13 jam6 menit Detik

Detik

Bikin SIM Wajib Tes Psikologi, karena Mengemudi Butuh Kesiapan Mental

BMW menyambut positif penerapan aturan Kepolisian Republik Indonesia, yang mewajibkan tes psikologi dalam pembuatan SIM. Mengemudi butuh kesiapan mental.

13 jam6 menit Detik

Detik

Menebak Karakter Orang dari Warna Mobilnya

Memilih warna mobil bukan sekadar tren. Warna Putih, merah, atau perak ternyata bisa menunjukkan karakter si pemilik kendaraan.

13 jam6 menit Detik

Detik

Jadwal Semifinal Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia: Indonesia Vs India

Timnas Putra Indonesia akan menghadapi India di babak semifinal Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia. Berikut jadwal bertanding Hendra Setiawan dkk.

13 jam7 menit Detik

Detik

Man City Disanksi, Bagaimana Jatah Liga Inggris di Liga Champions?

Manchester City dilarang tampil di kompetisi Eropa selama dua musim oleh UEFA. Siapa yang akan kecipratan jatah Liga Champions yang tak bisa dipakai Citizens?

13 jam7 menit Detik

Detik

Respons Gisel Lihat Profil Terduga Pelaku Penyebar Video Syur Mirip Dirinya

Gisella Anastasia akhirnya ditunjukkan profil para terduga pelaku dalam kasus video syur miripnya oleh penyidik kepolisian Polda Metro Jaya.

13 jam7 menit Detik

Detik

BCL dan Ariel Nyanyikan Ulang 'Menghapus Jejakmu'

Kolaborasi Bunga Citra Lestari dengan Ariel akhirnya terjadi. Keduanya menyanyikan ulang lagu NOAH, 'Menghapus Jejakmu'.

13 jam7 menit Detik

Detik

Aktris Hong Soo Ah Akui Operasi Plastik Bikin Kariernya Melejit

Dalam sebuah wawancara belum lama ini, sang aktris mengaku operasi plastik malah membantu kariernya melejit.

13 jam7 menit Detik

Detik

Mau Tiket Gratis Love Fest 2020? Tes Dulu Seberapa Bucin Kamu di Sini!

Kamu yang berencana datang ke Love Fest 2020 tapi belum punya tiketnya, detikcom bakal kasih. Gratis!

13 jam7 menit Detik

Detik

Dituding Jadi Selingkuhan Suami Rachel Vennya, Lindsey Stuart: Fitnah!

Suami Rachel Vennya, Niko Al Hakim, dituding punya selingkuhan oleh selebgram Wulan Russell.

13 jam8 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Ari Askhara Cs Lengser, Apa Kabar Kasus Harley & Brompton di Garuda?

Kasus penyelundupan Harley-Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat Garuda Indonesia sudah diungkap pada Desember 2019 lalu. Bagaimana perkembangannya?

13 jam8 menit Detik

Detik

Ini Besaran Gaji Dirut TVRI yang Jadi Rebutan 30 Orang

Sudah ada 30 nama pendaftar calon pengganti Helmy Yahya. Berapa gaji direktur utama TVRI?

13 jam8 menit Detik

Detik

Pengawasan Stok LPG 3 Kg

Seiring dengan isu pencabutan subsidi gas LPG 3Kg, Pertamina menyiapkan tim khusus. Tim ini akan melakukan pengawasan terhadap ketersediaan gas LPG 3 Kg.

13 jam8 menit Detik

Detik

KBRI Riyadh Pulangkan 42 WNI Overstay dari Arab Saudi Tanpa Denda

Dalam aturannya, pemerintah Arab Saudi menerapkan denda hingga sebesar 30 ribu riyal bagi warga asing yang terbukti tinggal melebihi batas waktu kunjungan.

13 jam9 menit Detik

Detik

Batan Indah Kena Radioaktif, Komisi VII: Harus Jadi Peringatan Keras!

Komisi VII DPR ingin agar peristiwa terpaparnya Perumahan Batan Indah Tangsel oleh radioaktif menjadi peringatan keras bagi lembaga yang mengurus nuklir di RI.

13 jam9 menit Detik

Detik

Muncul Isu Manipulasi, Surat Anies Akhirnya Direvisi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya bakal merevisi surat balasan atas persetujuan Komisi Pengarah atas izin Formula E di Monas.

13 jam9 menit Detik

Detik

Paparan Radioaktif di Batan Indah Tangsel Bisa Bikin Mandul dan Kanker

Paparan radiasi yang membahayakan kesehatan itu tak mudah diketahui. Dampak terhadap kesehatan juga baru diketahui dan terasa setelah sekian lama terapapar.

13 jam9 menit Detik

Detik

Lucinta Luna Cerita Hari Pertama Masuk Sel: Kayak 'Gua Hantu'

"Ini kayak di gua hantu atau di mana sih', terus tahu-tahu udah terang dan aku nggak bisa lihat jam," tutur Lucinta Luna kepada detikcom. Simak selengkapnya.

13 jam9 menit Detik

Detik

Warga Dilarang Dekati Titik Paparan Radioaktif di Batan Indah Tangsel

Area yang diberi pembatas itu memiliki luas sekitar 10x10 meter. Garis pembatas itu dipasang dengan radius lebih luas untuk menjaga keselamatan warga.

13 jam9 menit Detik

Detik

Lulus Observasi Corona di Natuna, 238 WNI Terbang ke Jakarta Siang Ini

Sebanyak 238 WNI telah lulus masa observasi virus corona di Natuna, Kepulauan Riau. Hasilnya, mereka sehat. Mereka akan terbang menuju Jakarta, siang ini.

13 jam10 menit Detik