Video Detik-detik Roger Casugay Selamatkan Peselancar Indonesia

Casugay menjadi pahlawan dalam laga cabang selancar SEA Games ke-30.
« Kembali Baca berita lengkap »

Viva.co

Penuh Kontroversi, Kucumbu Tubuh Indahku jadi Film Terbaik FFI 2019

Film yang kontroversi itu berbuah prestasi.

14 jam32 menit Viva

Viva.co

Jadi Pemeran Utama Wanita Terbaik, Raihaanun Bicara soal Kekerasan

Ia dinobatkan sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik.

14 jam32 menit Viva

Detik

Miss V 'Masuk Angin' Sehabis Bercinta, Normalkah?

Queef atau suara kentut yang keluar dari Miss V seusai bercinta kerap bikin resah. Namun dokter mengatakan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

14 jam33 menit Detik

Detik

Ketahuan Harganya Selangit, Pemilik Brompton Was-was Jadi Incaran Begal

Harga sepeda Brompton yang selangit tengah jadi perbincangan belakangan ini. Sebagian pemilik jadi was-was takut jadi incaran begal alias penjahat.

14 jam33 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

4 Masalah Kesehatan Akibat Sarapan Terlalu Cepat

Mungkin karena terburu-buru, kamu jadi terlalu cepat menghabiskan sarapan di Senin pagi ini. Tapi jangan jadi kebiasaan, karena masalah ini bisa muncul.

14 jam33 menit Detik

Detik

Meditasi dengan Lukisan Bisa Menangkal Stres dan Depresi

Melukis butuh kesabaran, dan karenanya bisa jadi metode terapi efektif untuk berbagai masalah kejiwaan. Tertarik mencoba?

14 jam33 menit Detik

Detik

3 Pertimbangan Penting Jika Ingin Beli Sepeda Mahal

Sepeda lipat kini menjadi salah satu alat olahraga yang populer. Tiga hal ini perlu dipertimbangkan saat memilih sepeda, agar harganya sebanding dengan manfaat.

14 jam33 menit Detik

Detik

Terpopuler Akhir Pekan: Mak Irot dan Kompetitifnya Jasa 'Permak' Mr P

Jasa 'permak' Mr P kembali jadi perbincangan setelah disinggung Menkes Terawan dalam wawancara tentang wisata kebugaran. Selain Mak Erot, ada juga Mak Irot.

14 jam33 menit Detik

Detik

Ramalan Zodiak Hari Ini: Capricorn Waspada Pengeluaran, Pisces Sulit Untung

Ramalan zodiak Aquarius, asmara, kekompakan masih terjaga dengan baik dan tidak terpengaruh oleh berbagai ganjalan. Bagaimana ramalan zodiak lainnya?

14 jam33 menit Detik

Detik

Tren Kecantikan Terkini: Bibir Keriting Dengan Filller, Aneh atau Unik?

Filler bibir semakin berkembang untuk membentuk bibir jadi tampilan tak terduga. Sejumlah wanita di Rusia melakukan filler di bibir agar bentuknya keriting.

14 jam34 menit Detik

Detik

Selamat, Indonesia Masuk 20 Besar Semi Finalis Miss Universe 2019

Baru saja diumumkan bahwa Frederika Cull baru saja masuk 20 besar semi finalis Miss Universe 2019.

14 jam34 menit Detik

Detik

Heboh di Pesawat, Penumpang Ini Digigit Kalajengking Berkali-kali

Seorang penumpang pesawat harus menderita ketika duduk manis di pesawat. Tak tahu dari mana, seekor kalajengking beracun menggigitnya berkali-kali.

14 jam34 menit Detik

Detik

Sewa Mobil Mewah di Dubai, Bukanlah Main-main

Kehidupan mewah Dubai membuat wisatawan tergiur untuk datang ke kota ini. Tak sekedar pamer, Dubai punya penyewaan mobil mewah untuk turis dengan harga gila.

14 jam34 menit Detik

Detik

Negara Kecil di Samudera Pasifik yang Suka Mie Instant Indonesia

Berada di Samudera Pasifik, inilah Fiji. Mari lihat-lihat foto negaranya dan mengenali Fiji lebih dekat yang suka mie instan dari Indonesia.

14 jam34 menit Detik

Detik

Listrik Padam, Kapal Pesiar Ini Seperti Kapal Hantu

Kapal pesiar terombang-ambing di tengah Laut Adelaide, Australia. Gara-garanya, listrik kapal padam!

14 jam34 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Potret Bandara Terkutuk dan Mangkrak Hampir Satu Dekade

Bandara Brandenburg di Berlin, Jerman ini memiliki label terkutuk. Kenapa demikian, karena pembangunannya memakan waktu yang sangat panjang.

14 jam34 menit Detik

Detik

Saat Kembaran Sirion di Malaysia Pakai Pintu Ala Lamborghini

Di gelaran Internasional Automodified (IAM) seri Johor Bahru, Malaysia, ada salah satu mobil nasional Malaysia, Perodua Myvi yang mengadopsi gaya pintu gunting.

14 jam35 menit Detik

Detik

Ikut Balapan, Bocah 11 Tahun Podium 1 di Sentul

Decksa Almer Alfarerezee berhasil menjadi yang tercepat di kelas 150 cc Junior Exhibition di ajang Indonesia CBR Race Day 2019 seri ketiga akhir pekan kemarin.

14 jam35 menit Detik

Detik

'Marquez Bakal Punya Lebih dari 10 Gelar Juara Dunia'

Marc Marquez diprediksi bisa menyamai rekor juara dunia MotoGP milik Valentino Rossi. Rider asal Spanyol itu malah dijagokan bakal punya lebih dari 10 titel.

14 jam35 menit Detik

Detik

Klasemen Liga Inggris: Leicester City Tempel Liverpool, MU Masuk Lima Besar

Saat Manchester City menjauh, Leicester City muncul sebagai pesaing utama Liverpool di puncak klasemen Liga Inggris. Sementara Man United pelan-pelan naik.

14 jam35 menit Detik

Detik

Tagihan Game Online Anak Inul Daratista hingga Pernikahan ke-2 Ade 'Jigo'

Inul Daratista menjadi perbincangan lantaran sang buah hati, Ivan, pernah memberikan tagihan game onlinenya sebesar Rp 65 juta.

14 jam35 menit Detik

Detik

Terwujud! Impian Marlina, Penyandang Disabilitas Akan Ketemu Ricis

Salah satu penggemar Ria Ricis, Marlina yang merupakan penyandang disabilitas akhirnya akan bertemu sang idola.

14 jam35 menit Detik

Detik

Perdana! Ini Trailer Resmi 'Wonder Woman 1984'

Dari kesuksesan film pertamanya di 2017, Warner Bros bersiap merilis sekuel 'Wonder Woman 1984'. Trailer perdana film ini resmi dirilis.

14 jam36 menit Detik

Detik

Di-bully karena Lem Aibon, Pandji Pragiwaksono Colek Anies Baswedan

Pose Pandji Pragiwaksono dengan lem aibon menuai komentar miring netizen di dunia maya.

14 jam36 menit Detik

Detik

Yang Paling Berat Bagi Adik sebagai Manajer Sandra Dewi

Sandra Dewi memiliki manajer yang tak lain adalah adiknya sendiri, Kartika Dewi.

14 jam36 menit Detik