KPK Kembali Perpanjang Masa Penahanan Rommy

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari."
« Kembali Baca berita lengkap »

Viva.co

Korban Keracunan Diduga karena Ikan Pindang di Banten Bertambah

Warga heran pedagang ikan pindang itu sudah belasan tahun berdagang.

15 jam47 menit Viva

Detik

5 Tanda Kamu Butuh Waktu untuk Sendiri

Kamu kadang tidak menyadari apa yang tubuhmu telah isyaratkan. Berikut ini adalah lima tanda bahwa kamu sudah butuh waktu untuk sendiri.

15 jam47 menit Detik

Detik

Gaya Bella Thorne, Artis yang Sebarkan Foto Syur Akibat Diancam Hacker

Bella Thorne sedang menjadi perbincangan menyusul aksi nekatnya menyebarkan foto telanjangnya sendiri karena diancam hacker. Seperti apa gayanya?

15 jam47 menit Detik

Detik

Lomba Balap Jukung Curi Perhatian di Festival Isen Mulang 2019

Lomba Jukung digelar di bantaran Sungai Kahayan, tepatnya di sekitar Jembatan Kahayan.

15 jam47 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Ducati Siapkan New Streetfighter Gahar!

Kabar baru mengatakan Ducati tengah mempersiapkan model terbaru yang tidak kalah menawarkan performa terbaik.

15 jam47 menit Detik

Detik

Motor dengan Kapasitas Mesin Terbesar di Dunia Ini Laku!

Kalau ada detikers yang menginginkan motor bongsor ini, harus bisa dipastikan harus memiliki kelapangan dada.

15 jam47 menit Detik

Detik

Unggul Jauh dari Rival-rivalnya, Marquez: Persaingan Belum Selesai

Marc Marquez amat nyaman memuncaki klasemen usai menjuarai MotoGP Catalunya. Meski unggul jauh dari para rivalnya, Marquez berkukuh persaingan gelar belum usai.

15 jam47 menit Detik

Detik

Persela Terpuruk, Persija Bisa Raih Kemenangan Pertama?

Juara bertahan Persija Jakarta masih memburu kemenangan pertama di Liga 1 2019. Tren buruk Persela Lamongan menjadi kesempatan emas bagi Persija.

15 jam47 menit Detik

Detik

Timnas Indonesia Kalah dari Afganistan di Semifinal Piala Asia Futsal U-20

Timnas Futsal Indonesia gagal ke final Piala Asia U-20. Tim Merah Putih kalah 3-4 dari Afganistan dalam laga semifinal yang sengit hingga babak tambahan.

15 jam47 menit Detik

Detik

Rilis Single 'Ulangi', Aaliyah Masaid Ngaku Deg-degan

Putri Diva Pop Reza Artamevia, Aaliyah Massaid akhirnya mengeluarkan single perdananya berjudul 'Ulangi'.

15 jam47 menit Detik

Detik

Dul Disebut Minggat 5 Tahun dari Rumah Ahmad Dhani, Ini Kata Al Ghazali

Ada kabar Dul Jaelani lima tahun minggat ke rumah Maia Estianty. Namun hal itu dibantah oleh kaka Dul, Al Ghazali.

15 jam47 menit Detik

Detik

Keanu Reeves Dikabarkan Pacari Angelina Jolie

Keanu Reeves menjadi perbincangan internet usai sukses dengan 'John Wick' dan penampilan mengejutkannya di film Netflix 'Always be My Maybe'.

15 jam47 menit Detik

Detik

Akuisisi Bank Royal, BCA Tunggu Persetujuan dari OJK

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan setelah keputusan disetujui maka perseroan meminta persetujuan dari regulator.

15 jam47 menit Detik

Detik

62 Desa di Sumsel Belum Berlistrik

PLN mencatat 62 desa di Sumatera Selatan (Sumsel) belum berlistrik. 62 desa itu tersebar di 7 kabupaten.

15 jam47 menit Detik

Detik

Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Diputuskan Turun

Berita terpopuler detikFinance sepanjang Kamis (20/6/2019) didominasi soal harga tiket pesawat untuk rute domestik turun.

15 jam47 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Setelah LG dan Sharp, Panasonic akan Pindahkan Pabrik ke RI

Panasonic juga mau mau merelokasi pabriknya dari Malaysia ke Indonesia.

15 jam47 menit Detik

Detik

PA 212-GNPF akan Gelar Aksi Damai Kawal MK Jumat Pekan Depan

PA 212, GNPF dan sejumlah organisasi lainnya akan menggelar aksi mengawal sidang di MK pada Jumat, 28 Juni mendatang.

15 jam48 menit Detik

Detik

Kebakaran Terjadi di Restoran Korea di Kebayoran Baru

Kebakaran terjadi di Restoran Korea, Kebayoran Baru, Jakarata Selatan. Saat ini masih proses pemadaman

15 jam48 menit Detik

Detik

Pemkab Serang Beri Beasiswa Universitas Negeri untuk Warga Miskin

Kebijakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkup Kabupaten Serang.

15 jam48 menit Detik

Detik

Anggota DPRD Kritik LKPJ Wabup Pidie Berstempel Gubernur Aceh

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Kabupaten Pidie tahun anggaran 2018 mendapat kritikan dari anggota DPRD setempat.

15 jam48 menit Detik

Detik

Cegah Narkoba, Polisi Cek Urine Warga di Hunian Eksklusif di Jaksel

Polisi melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kawasan hunian eksklusif di Jaksel. Warga yang tinggal di hunian eksklusif itu dicek urine.

15 jam48 menit Detik

Detik

KPK: Kalau Ada Bantahan, Silakan Sjamsul Nursalim Sampaikan ke Penyidik

KPK menegaskan bahwa negara merugi Rp 4,58 miliar akibat korupsi BLBI.

15 jam48 menit Detik

Detik

Denny Indrayana, Melamar ke Termohon Akhirnya Jadi Kuasa Pemohon

Cerita tentang kuasa hukum Prabowo-Sandiaga, Denny Indrayana, yang sempat 'melamar' jadi kuasa hukum KPU terungkap. Denny juga bicara soal alasannya.

15 jam48 menit Detik

Detik

Polri Imbau Tak Ada Mobilisasi Massa di Depan MK Jumat Pekan Depan

Polri mengimbau kepada pihak manapun untuk tak mengerahkan massa ke MK pada saat sidang putusan perselisihan hasil pemilihan umum, Jumat pekan depan.

15 jam48 menit Detik

Detik

KPK: Tak Benar Tahanan Diborgol Saat Jalankan Ibadah

KPK membantah adanya kabar bila tahanan Rumah Tahanan KPK tetap diborgol saat menjalani ibadah saat jumat dan kebaktian.

15 jam48 menit Detik