Enggak Puasa, Olga Lydia Semangat Berburu Takjil dan Ikut Bukber

"Padahal enggak puasa, tapi ribet pas buka."
« Kembali Baca berita lengkap »

Viva.co

Tahun Ini, Antam Target Produksi Emas 2.036 Kg

Tingkat penjualan emas tumbuh 14 persen.

50 menit Viva

Viva.co

Bongkahan Emas Senilai Rp1 Miliar Ditemukan dengan Detektor Logam

Seorang pria Australia menemukan bongkahan emas 1,4 kilogram itu.

50 menit Viva

Viva.co

Polisi Tegaskan Penangkapan Terduga Teroris Bukan Skenario

Bahan peledak ditemukan saat geledah kediaman pelaku.

50 menit Viva

Viva.co

BPN akan Ajukan Penangguhan Penahanan untuk Lieus dan Eggi Sudjana

"Beberapa orang yang kita anggap diperlakukan tidak adil."

50 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Dinkes DKI Jakarta Sudah Ikut Partisipasi Sejak Masa Pencoblosan

Dinkes siap dalam aksi pada 22 Mei 2019.

50 menit Viva

Viva.co

Komisi III DPR Uji Empat Calon Hakim Agung

Empat calon hakim agung ini dikirim Komisi Yudisial.

50 menit Viva

Viva.co

Densus 88 Tangkap Enam Terduga Teroris di NTB

Enam terduga teroris ditangkap di dua tempat berbeda.

50 menit Viva

Viva.co

Kementan Beri Insentif Lahan Pertanian yang Tidak Dialihfungsikan

"Nanti dikasih saprodi, bibit, pupuk subsidi."

50 menit Viva

Viva.co

Bawa Benda Mirip Molotov, Rombongan Aksi 22 Mei Diperiksa Polda Jatim

Anggota rombongan sebut akan menjemput seorang kiai ke Bandara Juanda.

50 menit Viva

Detik

Foto: Inilah Danau Terdalam di Dunia

Danau terdalam di dunia ada di Siberia, Rusia. Walau 'terdalam' terkesan sedikit menakutkan, namun danau ini sangatlah indah.

50 menit Detik

Detik

Comeback Liverpool Lawan Barcelona Jadi Dongeng untuk Anak-Cucu Alisson

Liverpool berhasil melakukan comeback sensasional dengan saat melawan Barcelona. Alisson Becker menjadikan itu dongeng untuk anak cucunya.

50 menit Detik

Detik

Man City Pertimbangkan Maguire untuk Gantikan Kompany

Manchester City kabarnya mempertimbangkan bek Leicester City Harry Maguire untuk musim panas nanti. City butuh pengganti untuk Vincent Kompany.

50 menit Detik

Detik

Laga Tunda Persib Vs Tira Persikabo Digelar 18 Juni

PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah mengumumkan jadwal laga tunda Persib Bandung versus Tira Persikabo di Liga 1 2019. Pertandingan dijadwalkan digelar 18 Juni.

50 menit Detik

Detik

Deretan Bonus untuk Pemain dan Pelatih CLS Knights Usai Juara ABL

Setelah menjuarai ASEAN Basketball League (ABL) 2018/2019 para pemain dan pelatih CLS Knights kebanjiran bonus.

50 menit Detik

Detik

Tak Bisa Besuk, Prabowo Titip Salam Perjuangan ke Eggi Via Note

"Bung Eggy, semangat terus! Pantang menyerah! Kami bersamamu!" kata Prabowo dalam pesannya kepada Eggi. Baca selengkapnya di sini:

50 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Jadi Driver Go-Jek, Kak Imei Bisa Biayai 3 Anak Seorang Diri

Sehari-hari, Kak Imei bekerja sebagai cleaning service di sebuah mal dengan Upah Minimum Provinsi (UMP).

50 menit Detik

Detik

Ormas FBR-Pemuda Pancasila di Bekasi Sepakat Tolak People Power

Peserta deklarasi juga menolak segala tindakan inkonstitusional yang dapat mengancam kesatuan NKRI.

50 menit Detik

Detik

Rekapitulasi Nasional Final: Jokowi-Ma'ruf Unggul Jauh di Papua

Jokowi-Ma'ruf unggul jauh atas Prabowo-Sandi. Jokowi meraup 3 juta suara, Prabowo hanya 300 ribu suara.

50 menit Detik

Detik

Selesai! Ini Hasil Rekapitulasi Nasional Pilpres 2019 di 34 Provinsi

Dari 34 provinsi di Indonesia, bagaimana peta perolehan suara Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno? Baca selengkapnya di sini:

51 menit Detik

Detik

Rekapitulasi Pilpres Selesai, Jokowi Menang di 21 Provinsi

Rekapitulasi nasional Pilpres 2019 rampung. Dari 34 provinsi, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di 21 provinsi.

51 menit Detik

Detik

Wali Kota Rahmat Effendi Imbau Warga Bekasi Tak Ikut Demo 22 Mei

"Dilarang sih nggak, boleh, karena itu hak berekspresi. Tapi mengimbau, sudahlah, di sini saja," kata Rahmat Effendi.

51 menit Detik

Detik

Jelang Aksi 22 Mei, Polisi Periksa Bus di Pintu Tol Tangerang

Polisi memeriksa sejumlah kendaran yang hendak memasuki Jakarta melalui pintu tol.

51 menit Detik

Detik

Jelang Aksi 22 Mei, Polres Serang Patroli Bus yang Menuju Jakarta

Pemeriksaan dilakukan untuk mencari senjata tajam.

51 menit Detik

Detik

Bawa Arit, Peserta Sahur on The Road Ditangkap Polisi di Pasar Rumput

Pelaku beralasan membawa arit itu untuk jaga-jaga. Arit itu ditemukan di dalam tas ranselnya.

51 menit Detik

TRIBUNNEWS

Klasemen Liga 1 Setelah Persija Gagal Amankan Poin Penuh, Madura United dan Persib Masih di Puncak

Simak klasemen sementara Liga 1 setelah Persija amankan poin penuh di pekan pertama, Madura United dan Persib Masih Kokoh di Puncak

2 jam2 menit Tribunnews