Ifan Seventeen Didoakan Berjodoh dengan Istri Herman Sikumbang

Ifan Seventeen bertemu dengan anak-anak Herman.
« Kembali Baca berita lengkap »

Viva.co

Orang Kaya Baru 1 Juta Penonton, Film ke-3 yang Tembus Box Office 2019

Baru awal tahun, sudah 3 film Indonesia tembus satu juta penonton.

17 jam30 menit Viva

Viva.co

Tantangan RI Hadapi Era Perdagangan Digital Global

60 persen Tenaga Kerja Indonesia lulusan SMP ke bawah.

17 jam30 menit Viva

Viva.co

Bangun E-Commerce, RI Wajib Punya Strategi Nasional Ekonomi Digital

Nantinya akan akurat terkait basis data e-commerce di Indonesia.

17 jam30 menit Viva

Viva.co

Idrus Marham: Semua Harus Dibuka Biar Clear

Karena yang kita inginkan adalah menegakkan hukum untuk keadilan.

17 jam30 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Zulkifli Hasan Anggap Pembelaan Mien Uno pada Sandiaga Wajar

"Namanya juga ibu sayang anak."

17 jam30 menit Viva

Viva.co

Polisi Sebut Ketua PA 212 Diduga Langgar Jadwal Kampanye

Bawaslu telah melakukan asesmen dan analisa terhadap pelanggaran.

17 jam30 menit Viva

Viva.co

Ahmad Dhani Coba Mentahkan Dakwaan Jaksa, dari Pasal hingga Tanggal

Dia dan penasihat hukumnya menyampaikan eksepsi atau nota keberatan.

17 jam30 menit Viva

Viva.co

Pemilik Salon di Semarang Tewas Terseret Arus Sungai

Salonnya berlokasi di pinggiran bantaran sungai.

17 jam30 menit Viva

Viva.co

HUT ke-77 Kelompok Usaha Bakrie, Ini Harapan ARB

Aburizal ingin penggunaan teknologi lebih banyak diaplikasikan.

17 jam30 menit Viva

Detik

Ani Yudhoyono Sakit, Bagaimana Etika Membesuk Pasien di RS?

Ani Yudhoyono dikabarkan jatuh sakit dan tengah dirawat di rumah sakit Singapura. Kalau kita ingin menjenguk orang sakit, bagaimana etika yang baik?

17 jam30 menit Detik

Detik

Cek 5 Mitos dan Fakta Soal Keringat, Benarkah Mengeluarkan Racun?

Sebagian besar orang pasti mengira keringat itu berbau dan bisa menyebabkan noda kuning. Namun apakah hal itu fakta atau mitos? Simak penjelasannya berikut ini.

17 jam30 menit Detik

Detik

Bantah Pemerintah 'Nunggak', Jokowi Sebut Iuran BPJS Dibayar di Awal

Presiden Jokowi membantah anggapan pemerintah nunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebaliknya, pembayaran untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (BPI) dibayar di awal.

17 jam30 menit Detik

Detik

Foto: Pesona Bintang Charlie's Angels yang Awet Muda di Usia 73

Serial TV Charlie's Angels yang populer di akhir 1970-an menampilkan Jaclyn Smith sebagai bintangnya. Di usia 73, Jaclyn seolah tak kehilangan pesonanya.

17 jam30 menit Detik

Detik

Viral Kisah Cowok Pelit Banget, Gagal Pacaran Minta Ceweknya Balikin Hadiah

Wanita yang namanya ingin disembunyikan ini mencuri atensi netizen setelah mengunggah cerita dirinya ditagih barang pemberian sang mantan gebetan.

17 jam30 menit Detik

Detik

10 Meme Lucu Gaun Katy Perry di Grammy Awards yang Bikin Kamu Ketawa

Katy Perry memakai gaun pink dari Balmain saat menghadiri Grammy Awards. Lepas acara, gaun quirky ini tetap tak terlupakan, namun dalam bentuk meme konyol.

17 jam30 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Foto: Alhamdulillah, Wisata Kuliner Buffet Halal Lezat di Thailand

Traveler Muslim yang ingin ke Thailand, tidak perlu pusing mencari makanan Halal. Ada restoran yang menyediakannya dengan berbagai macam hidangan lho.

17 jam30 menit Detik

Detik

My Trip My Adventure: Maria Selena & Syamsir Alam Eksplor Bali

Kamu pikir Bali cuma begitu-begitu saja? Kamu mesti lihat nih, bagaimana Maria Selena dan Syamsir Alam bertualang di Bali dalam My Trip My Adventure.

17 jam30 menit Detik

Detik

Tahu Nggak? Bandara Sultan Hasanuddin Pernah Ganti Nama Empat Kali

Sebelum namanya menjadi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, bandara ini mengalami proses penggantian nama hingga empat kali.

17 jam30 menit Detik

Detik

Sabar, Nissan Livina Berparas Xpander Meluncur Sebentar Lagi

Nissan masih belum juga membuka suara terkait peluncurkan MPV terbarunya Livina. Nissan pun masih merahasiakan kapan pastinya mobil diluncurkan.

17 jam30 menit Detik

Detik

Nissan X-Trail Kini Lebih Kece

Nissan telah memperbarui SUV andalannya, Nissan X-Trail di Thailand.

17 jam30 menit Detik

Detik

Kolaborasi Xpander-Livina, Mampukah Runtuhkan Avanza-Xenia?

Nissan dikabarkan akan mengeluarkan MPV Livina terbaru. Kabar yang beredar, Nissan Livina akan menjadi kembaran Mitsubishi Xpander.

17 jam30 menit Detik

Detik

Solskjaer: PSG Makin Tak Terprediksi Tanpa Neymar dan Cavani

Neymar dan Cavani absen saat PSG lawan MU. Pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer menilai permainan PSG bakal sulit diprediksi tanpa kehadiran dua pemain top itu.

17 jam30 menit Detik

Detik

Surat Perpisahan Ramsey ke Fans Arsenal

Aaron Ramsey dipastikan menyeberang ke Juventus dari Arsneal. Gelandang asal Wales itu langsung melontarkan salam perpisahannya kepada para fans The Gunners.

17 jam30 menit Detik

Detik

Gantikan Sri Wahyuni untuk Kualifikasi Olimpiade, Syarah Debut di Fuzhou

PB PABBSI tak lagi pusing meskipun ditinggalkan Sri Wahyuni dalam periode kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo. Syarah Anggraini turun ke kelas 49 kg.

17 jam30 menit Detik

Detik

Roma vs Porto: Serigala Ibu Kota Mencari Obat Luka di Eropa

Laju AS Roma di kompetisi domestik tak berjalan mulus. Pertandingan melawan Porto di Liga Champions diharapkan bisa jadi titik balik untuk Roma.

17 jam30 menit Detik