Sedang Marak Pelajar di India Mencoba Mabuk Menghirup Air Rebusan Kondom

Masih ingatkah kalian dengan aksi para remaja yang mabuk-mabukan pakai air rebusan pembalut bekas? Peristiwa serupa kembali terjadi, tapi kali ini rendaman kondom aneka rasa yang dijadikan bahan nge-fly.

Kita sudah sering mendengar orang nekat menyulap benda sehari-hari sebagai alternatif alkohol yang enggak bikin kantong jebol. Selain harganya murah meriah, bahan pilihan mereka pun gampang diperoleh. Dari ngelem hingga meminum obat batuk sirup, segalanya siap dilakukan buat teler.

Pekan lalu, berbagai outlet media lokal India mengabarkan penjualan kondom rasa mendadak laris manis di kota Durgapur, Benggala Barat. Usut punya usut, mayoritas pembelinya pelajar pas-pasan. Mereka membeli produk itu bukan untuk hubungan seks yang aman, melainkan buat direbus dan diminum airnya.

Kabar itu sontak menggemparkan seluruh negeri, tapi juga menimbulkan sejumlah pertanyaan terkait keampuhannya.

Peneliti Udayan Basak menyebut orang bisa high setelah mengonsumsi air rebusan kondom. Hal ini disebabkan karena kondom terbuat dari poliisoprena (karet alam), sedangkan rasanya berasal dari gliserin. Lalu ada poliuretan resin sintetis yang digunakan untuk meningkatkan daya tahan dan elastisitas kondom. Senyawa aromatik dalam poliuretan inilah yang memberikan efek memabukkan.

“Belum ada eksperimen yang membuktikan ini. Namun, poliuretan yang terurai setelah direbus selama 6-8 jam dipercaya akan menghasilkan etilen glikol, yang sejenis alkohol,” terang Basak.

“Kondom rasa yang direndam lama akan [melepaskan] hidrokarbon dan alkohol mirip seperti [yang ditemukan dalam] lem,” ujar Sanjith Saseedharan, konsultan dan kepala unit keperawatan kritis di Rumah Sakit SL Raheja, Mumbai. “Bahan-bahan semacam ini dapat membuat orang mabuk hingga 12 jam bila dikonsumsi terlalu banyak.”

Sedatif yang terkandung di dalamnya memang cuma sedikit, tapi bukan berarti air rebusan kondom aman dikonsumsi. Alternatif semacam ini tentunya tidak bagus bagi tubuh.

“Minum air rebusan [kondom] dapat menyebabkan keracunan dan kecanduan. Paru-paru dan ginjal bisa rusak, begitu juga dengan sistem saraf, apabila dikonsumsi berulang kali,” Joydeep Ghosh, konsultan penyakit dalam Rumah Sakit Fortis di Kolkata, menegaskan.

Saseedharan lebih lanjut menambahkan, “penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kelainan mental, seperti perbuatan kasar, tidak sadarkan diri, hingga kematian [dalam beberapa kasus].”

Follow Shubhanjana di Twitter dan Instagram.