Raja Singa Super Langka Ditemukan, Ilmuwan Khawatir Jadi Penyakit Menular Baru

Warga Austria tertular penyakit gonore atau kencing nanah setelah berhubungan badan dengan seorang pekerja seks di Kamboja. Namun, kondisinya tergolong sangat langka lantaran tidak mempan diberi antibiotik.

Para peneliti yang mendalami kasus ini khawatir gonore akan semakin sulit diobati di masa depan. Dalam jurnal medis peer-review Eurosurveillance, mereka menyebut kemunculan strain super langka dapat menjadi “ancaman kesehatan global”.

Lelaki paruh baya itu mulai merasa sakit saat buang air kecil lima hari setelah memakai jasa PSK pada April. Dia juga memperhatikan ada cairan keluar dari penisnya. Menurut hasil pemeriksaan dokter, dia dinyatakan positif gonore dan diberi resep antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit tersebut.

Gejalanya mereda dua minggu kemudian. Hasil swab sudah negatif, tapi tes PCR pada sampel uretra menunjukkan masih ada bakteri Neisseria gonorrhoeae—bakteri utama penyebab kencing nanah—dalam tubuhnya. Tim dokter menganggap pengobatannya gagal.

Dia akhirnya dianjurkan minum amoksisilin-asam klavulanat selama tujuh hari, lalu tes swab lagi untuk kedua kalinya. Hasilnya kembali negatif, tapi dia tidak tes PCR. Ilmuwan menyimpulkan infeksi gonore itu sangat resisten terhadap antibiotik umum ceftriaxone dan azitromisin.

Kasus penularan super gonore pertama kali dilaporkan di Inggris pada 2018, yang kemudian terjadi lagi di Australia dan menginfeksi dua orang laki-laki. Hasil laporan Eurosurveillance mencatat semua kasus ini ada kaitannya dengan Asia Tenggara.

“Kalau sampai strain itu berhasil melakukan penularan berkelanjutan, gonore bisa-bisa tak dapat disembuhkan,” terang para peneliti.

Kencing nanah dapat menyebabkan infertilitas dan meningkatkan risiko terinfeksi HIV apabila tidak segera diobati. Gejala yang umum terjadi pada laki-laki berupa anyang-anyangan, testis bengkak, dan keluar cairan mirip nanah dari penis. Sementara itu, pada perempuan, biasanya akan sakit saat buang air kecil, keputihan yang berlebihan, dan pendarahan yang terjadi di antara menstruasi.

Gonore merupakan penyakit menular seksual yang paling umum terjadi setelah klamidia. Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan 82 juta orang sakit kencing nanah pada 2020, dengan ancaman resistensi antimikroba yang kian nyata.

WHO mengungkapkan resistensi antimikroba telah menyebar dengan cepat sejak awal abad ke-20, mengutip angka resistensi terhadap antibiotik “pilihan terakhir”, seperti cefixime dan ceftriaxone, semakin tinggi.

“Mikroba [gonore] tampaknya berkembang menjadi superbug,” Dr. Magnus Unemo, kepala Pusat Kolaborasi Organisasi Kesehatan Dunia untuk Gonore dan Infeksi Menular Seksual Lainnya di Swedia, memberi tahu New Yorker pada 2012. Superbug adalah bakteri yang tidak dapat dibunuh oleh antibiotik biasa. 

“Inilah yang kami takuti sejak lama,” lanjutnya.

PSK yang diduga menularkan bakteri gonore belum berhasil diidentifikasi. Ann Chorn, manajer proyek LSM Cambodian Women for Peace and Development, membeberkan alat kontrasepsi tidak mudah didapatkan di Kamboja.

“Kami menemukan, pekerja seks [kesulitan mengakses] layanan kesehatan sejak pandemi COVID-19,” kata Chorn kepada VICE World News. “Perempuan penghibur juga tidak bisa membeli kondom.”

Follow Koh Ewe di Twitter dan Instagram.