Pejabat Militer Iran Ditembak Mati Biker Pembunuh di Depan Rumahnya Sendiri

Seorang kolonel senior yang cukup disegani di satuan Garda Nasional Iran ditembak mati di halaman depan rumahnya sendiri, kawasan pinggiran timur Ibu Kota Teheran, pada 22 Mei 2022. Dua pelaku mengendarai sepeda motor, menembaki kolonel bernama Hassan Sayyad Khodaei dengan pistol revolver. Saat kejadian, Khodaei sedang menyalakan mobilnya, sebuah KIA Pride yang cukup uzur.

Media-media di Iran menuding lembaga intelijen Israel bertanggung jawab atas pembunuhan yang dilakukan pada sore hari tersebut. Hingga artikel ini dilansir, belum ada pihak atau negara mengaku bertanggung jawab atas tewasnya Khodaei.

Khodaei terkena lima luka tembak yang mematikan. Merujuk laporan Haaretz, sang kolonel diduga kuat pernah terlibat upaya pembunuhan diplomat Israel di India pada 2012 menggunakan bom mobil. Informasi ini semakin menegaskan bila Israel punya motif untuk balas dendam terhadap Khodaei.

Garda Nasional Iran (IRGC), tempat Khodaei bekerja selama ini, adalah lembaga militer paling disegani di negeri mayoritas Syiah tersebut. Garda Nasional bertugas mengawal pemimpin agama tertinggi, sekaligus sering melakukan operasi rahasia di luar negeri, termasuk berbagai sabotase maupun mendanai terorisme untuk menyerang dua musuh utama Iran di Timur Tengah: Israel dan Arab Saudi.

Presiden Iran Ebrahim Raisi bersumpah akan melakukan pembalasan terhadap pihak manapun yang bertanggung jawab atas pembunuhan Khodaei. “Aksi keji ini merupakan perpanjangan tangan dari elit-elit global yang arogan,” kata Raisi dalam jumpa pers awal pekan ini, secara tersirat menuding Israel maupun Amerika Serikat terlibat dalam insiden tewasnya sang petinggi Garda Nasional.

Tewasnya Khodaei menandai pembunuhan kesekian yang menimpa pejabat-pejabat penting rezim Iran. Pada November 2020, ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh ditembak mati di depan rumahnya, pelakunya lagi-lagi diduga Israel. Pejabat Zionis kala itu membantah pihak mereka ada sangkut pautnya dengan kematian Fakhrizadeh.

Juru bicara Garda Nasional, Ramazan Sharif, mengaku instansinya tidak merasa gentar atas pembunuhan Khodaei. “Tragedi ini hanya akan memperkuat semangat korps kami menghadapi setiap musuh bangsa Iran,” ujarnya, seperti dikutip kantor berita Mehr.

Selain terlibat penyerangan diplomat Israel di luar negeri, Khodaei punya rekam jejak aktif memberi dukungan bagi rezim Basyar al-Assad di Suriah. Khodaei juga sering memasok senjata kepada milsi Syiah di Irak untuk melawan balik ISIS. Alhasil, tersangka lain pembunuhan ini bisa juga kelompok ekstremis Sunni.

Media-media di Israel sendiri merayakan tewasnya Khodaei. Dia dianggap salah satu pejabat Iran yang paling membenci zionisme. Kematian Khodaei, merujuk artikel opini di Times of Israel, “dapat melemahkan kemampuan Garda Nasional melancarkan serangan terhadap orang Yahudi di seluruh dunia.”