Kucing Peliharaan Kalian Nakalnya Ga Ketulungan? Mungkin Ini Penyebabnya

Kucing memiliki banyak kebiasaan yang menggemaskan, tapi sering bikin kita para manusia terheran-heran. Hewan kaki empat ini suka tiba-tiba berlari kencang, atau melompat kaget hanya karena melihat benda tergeletak di lantai. Namun, ada kalanya tingkah kucing menguji kesabaran kita, sehingga tak heran jika makhluk ini kerap dijuluki titisan dajjal.

Pemilik dijamin akan mendapat tatapan sinis kalau anak bulunya merasa kurang diperhatikan atau tidak segera diberi makan. Beberapa kucing juga akan mengeong keras dan mondar-mandir menghampiri pemilik hingga keinginannya dituruti. Belum lagi kalau kucing buang air sembarangan, atau mencakar sofa.

Tak sedikit orang mengira, perilaku kucing yang kurang menyenangkan menandakan hewan itu bandel atau “susah diatur”. Padahal, menurut pakar hewan peliharaan, kucing mengekspresikan perasaan melalui gerak tubuh dan vokalisasi. Itu artinya setiap tindakan kucing memiliki makna tertentu. Sebagai makhluk yang menyukai rutinitas, sifat kucing yang tidak biasa menunjukkan ada yang tidak beres dengannya, atau kebutuhannya belum terpenuhi.

“[Kucing] melakukan sesuatu bukan karena ingin balas dendam. Jika kucingmu ‘nakal’, itu berarti ada masalah yang ingin diselesaikan olehnya,” terang Rachel Geller, spesialis perilaku kucing bersertifikat. Berhubung kucing memiliki “bahasanya sendiri”, pemilik harus jeli memperhatikan tingkah lakunya untuk mengetahui apa yang hendak disampaikan oleh hewan peliharaan mereka.

Menerkam saat disentuh

Pada dasarnya, kucing suka dielus-elus dan menghabiskan waktu bersama pemiliknya. Hanya saja kita perlu memahami batasan fisik. Kucing baru mau dibelai setelah memastikan kita aman dan dapat dipercaya. Selain itu, kucing tidak suka disentuh di bagian tubuh tertentu. Hewan ini bisa berubah agresif kalau kita menyentuh bagian terlarang—seperti kaki dan ekor—atau mengelusnya berlebihan.

Kucing yang nyaman berada di dekat manusia biasanya tidak takut untuk tidur telentang dan menunjukkan bagian perutnya. Kamu mungkin akan tergoda mengelus bulunya yang fluffy saat kucing tidur dalam posisi ini. Tapi sebaiknya kamu berhati-hati. “Beberapa kucing akan menggigit ketika perutnya disentuh. Ini karena kucing tidak menginginkan sentuhan fisik,” ujar Anita Kelsey, pakar perilaku kucing dan penulis buku Let's Talk About Cats: Conversations on Feline Behavior.

Mendesis dan menggeram

Menurut Kelsey, kucing akan menggeram dan mendesis saat marah atau kesakitan. Geller menambahkan, desisan juga bisa menjadi tanda peringatan bagi orang atau hewan lain—ini cara kucing menyampaikan tidak suka didekati. Kucing menyukai hal-hal yang telah dikenali dan membuatnya merasa aman, jadi terkadang kucing akan mendesis jika ada hal baru di lingkungannya (baik itu benda maupun hewan peliharaan baru). Geller menganjurkan agar pemilik memperkenalkannya pelan-pelan hingga kucing terbiasa dengan keberadaannya.

Buang air sembarangan

Kelsey menyebut kebiasaan pipis atau pup sembarangan mengindikasikan masalah kesehatan pada tubuh kucing. Meski menurut Geller, ini juga bisa berarti kucing kurang menyukai kotak atau jenis pasir yang digunakan.

Salah satu kesalahpahaman paling umum tentang kucing yaitu hewan ini menginginkan privasi saat buang air. Oleh karenanya, ada pemilik yang memberikan kotak pasir tertutup untuk kucing mereka.

“Kucing menginginkan bidang visual yang jelas supaya bisa melihat ke sekelilingnya. Kucing tidak suka kotak pasir tertutup, atau letaknya tersembunyi,” Geller menjelaskan. “Kucing berada dalam posisi yang sangat rentan saat buang air, sehingga membutuhkan waktu peringatan visual yang cukup kalau-kalau ada lawan di dekatnya.”

Pakar perilaku kucing Jackson Galaxy memberi alasan lain mengapa kucing tidak pipis atau pup di kotak pasir. Kucing mungkin mengalami kecemasan teritorial, atau merasa tidak aman di lingkungannya. Dalam kasus ini, Galaxy menganjurkan pemilik untuk meletakkan kotak pasir di sejumlah tempat.

Menggaruk furnitur

Geller mengatakan, ada banyak alasan kucing menggaruk sesuatu. Bisa jadi kucing hendak melakukan peregangan, mengekspresikan kegembiraan, mengurangi ketegangan atau stres, menandai wilayah (secara visual dan melalui aroma), atau melepaskan selubung kuku yang mati. Kebiasaan mencakar tak selalu berarti buruk, tapi sudah termasuk mengganggu kalau sampai merusak perabotan.

“Kamu bisa menyediakan mainan cakar agar kucing tak lagi menggaruk perabotan,” saran Geller.

Rakus atau pemakan segala

Pemilik harus waspada apabila kucing menunjukkan tanda-tanda selalu lapar. Geller menerangkan, penyebab kucing sering minta makan bisa karena cacingan atau mempunyai hipertiroidisme. Segera bawa ke dokter hewan jika pola makan kucing peliharaan di atas batas normal.

Tak ayal lagi, pemilik harus komitmen memberikan yang terbaik untuk kucing mereka. Hewan peliharaan takkan berbuat “nakal” apabila kesejahteraannya terjaga di rumah.

“Guna memberikan kehidupan terbaik bagi kucing, pemilik bisa memikirkan seperti apa hidupnya jika berada di luar dan benar-benar memaksimalkan nalurinya sebagai hewan teritorial dan pemburu. Sebagai pemilik, kita perlu semaksimal mungkin menirukan pengalaman luar ruangan dalam aktivitas bermain untuk memastikan kucing hidup bahagia di dalam rumah.”

Follow Romano Santos di Instagram.