Korban Bisa Bertambah, Sejumlah Misteri Selimuti Kasus Pembunuh Berantai Wowon Cs

Fakta baru pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon alias Aki, Solihin alias Dulloh, dan Dede Solehudin masih terus bermunculan. Salah satunya misteri lubang kosong berukuran 60 x 90 cm yang berada di dalam rumah Wowon di Cianjur. Polda Metro Jaya yang menyelidiki kasus ini masih mencari tahu apakah lubang tersebut disiapkan Wowon cs untuk korban selanjutnya.

Penemuan lubang tersebut mengarahkan dugaan polisi bahwa masih ada korban lain yang belum ketahuan. Setidaknya 9 orang tewas dihabisi trio pembunuh Cianjur ini, 7 di antaranya adalah keluarga Wowon sendiri.

Para korban adalah Siti (TKW yang ditipu Wowon cs), Farida (TKW), Noneng (mertua Wowon), Wiwin (istri pertama Wowon), Halimah (istri kelima Wowon), Ai Maimunah (istri keenam Wowon), Bayu (2 tahun, anak Wowon dan Ai Maimunah), Ridwan dan Riswandi (anak Ai Maimunah dari suami sebelum Wowon).

Dugaan adanya korban lain dipicu keterangan saksi. “Dari beberapa orang saksi masih menyampaikan ada teman kami [saksi] yang sampai sekarang belum jelas ada di mana," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Kamis (19/1), dilansir Detik. Polda Metro Jaya juga membuka kemungkinan ada pelaku selain Wowon, Duloh, dan Dede.

Di luar 9 korban tewas, minimal ada 4 korban lain yang sempat akan dihabisi Wowon cs namun berhasil menyelamatkan diri. Namun, untuk memahami pembunuhan yang rumit dalam hal silsilah ini, kita harus kembali ke awal mula kasus ini terbongkar.

Satu keluarga terdiri dari 5 orang ditemukan keracunan di Bekasi, 12 Januari lalu. Tiga orang tewas, yakni Ai Maimunah dan dua anaknya, Ridwan dan Riswandi. Dua orang selamat, yakni Dede dan anak perempuan Ai Maimunah yang berusia 5 tahun berinisial NR.

Tadinya sempat dikira keracunan biasa, polisi mulai curiga ketika pada Wowon, suami Ai, yang tidak kunjung muncul sejak peristiwa keracunan hingga istrinya dimakamkan. Dari sana dimulai penyelidikan yang menguak kawanan pembunuh Wowon, Solihin, dan Dede.

Yep, Dede yang ini adalah Dede yang juga selamat dari keracunan tadi. Masih misteri kenapa Dede yang anggota komplotan justru ikut diracuni di Bekasi. Sedangkan NR yang berusia 5 tahun adalah anak kandung Ai Maimunah dan Wowon.

Selain Dede dan NR, korban yang pernah diincar namun selamat adalah Yeni. Ia tak lain adik Ai Maimunah sekaligus, tragisnya, mantan istri pelaku Dede. Yeni hendak dibunuh karena mengetahui kejahatan Wowon-Solihin-Dede. Ia selamat karena berhasil kabur jadi TKW. 

Korban selamat terakhir adalah tetangga Solihin di Bekasi yang bernama Ujang Zaenal. Absurdnya, Ujang akan dibunuh Wowon cs untuk sekadar jadi pembuang sial lantaran komplotan ini gagal membunuh seluruh korban di Bekasi (Ai Maimunah dkk.).

Bagaimana Solihin mengeksekusi Ujang bakal mengingatkan kita pada kasus sate sianida di Yogya. Solihin semudah menaruh kopi saset di teras rumah Ujang. Kopi itu dilihat istri Ujang dan dibawa masuk, kemudian diseduh untuk suaminya. Kopi itu diminum sedikit oleh Ujang lalu dibuang karena terasa aneh. 

Walau sudah ada fakta baru, masih ada misteri terkait para pembunuh berdarah dingin ini, terutama soal Wowon. Pria 60 tahun ini punya 6 istri. Istri kelima dan keenam adalah ibu dan anak. Halimah (istri kelima) adalah ibu kandung Ai Maimunah (istri keenam).

Mengapa Ai Maimunah mau menikahi bapak tirinya? Siapa penghulu yang cukup gila mau menikahkan anak dan bapak (yang mana haram dalam Islam)? Semua itu belum terjawab. Juga sulit dinalar mengapa Wowon perlu membunuh anak kandungnya yang masih balita, Bayu (2 tahun) dan NR (5 tahun, selamat). 

Misteri lain adalah aliran uang total Rp1 miliar di rekening Dede sejak 2019. Sejauh ini yang kita ketahui komplotan Wowon membunuh dengan motif menipu TKW dan membawa lari uang korban. Walau ada uang sebanyak itu, kita hanya mendapati 2 korban meninggal yang merupakan TKW. Belum terdeteksi seluruh uang tersebut berasal dari berapa korban dan siapa saja.

Mengingat kasus ini bermotif penipuan “penggandaan uang”, kriminolog UI Adrianus Meliala menduga ada korban lain yang ditemukan. "Apakah cuma dua orang TKI itu [yang dibunuh] yang jadi 'nasabah' Wowon cs? Karena pasti ada yang sudah diuntungkan. Nah yang belum dan mereka menagih dan tidak berhasil dibunuh berapa? Atau ada yang menagih dan hilang?" kata Adrianus kepada BBC Indonesia. Polisi juga membuka dugaan praktik penipuan Wowon cs sudah berlangsung lama.

Berkebalikan dari tampang inosen Wowon cs, rangkaian pembunuhan sadis yang mereka lakukan bisa disejajarkan dengan pembunuhan sejenis yang pernah bikin geger Indonesia. Pada 1998, Ahmad Suraji alias Dukun AS dihukum mati setelah membunuh 42 perempuan dengan motif menyempurnakan ilmu hitam. 

Sepuluh tahun kemudian, Very Idham alias Ryan Jombang ditangkap karena membunuh dan memutilasi setidaknya 11 orang. Motifnya diduga persoalan cemburu. Di rentang yang kurang lebih sama, pembunuh berantai lain bernama Babe beraksi di Jakarta. Kejahatannya tak termaafkan: menyodomi, membunuh, dan memutilasi 14 anak sepanjang 2000-2008.