Kia dan Hyundai Digugat Konsumen Akibat TikTok, Mobilnya Dianggap Gampang Dicuri

Tren viral di TikTok telah memicu maraknya aksi pencurian mobil Kia dan Hyundai di Amerika Serikat. Dua merek kendaraan itu memiliki sistem keamanan yang lemah, sehingga mudah diakali oleh anak muda yang tertantang mencurinya. Dan kini, tiga pemilik melayangkan gugatan terhadap Kia dan perusahaan induknya karena tidak terima mobil mereka hilang.

Dalam gugatan tersebut, kedua perusahaan dituding “lebih mementingkan keuntungan daripada menjamin keselamatan dan keamanan konsumen”. Produk keluarannya rentan menjadi sasaran pencurian karena tidak adanya perangkat anti-maling seperti yang dimiliki mobil merek lain. Gugatan tersebut merupakan yang terbaru dari serangkaian tuntutan hukum terkait pencurian kendaraan di AS.

“Mobil murah” Kia dan Hyundai keluaran 2010-2020 sudah lama menjadi target maling lantaran tidak memiliki immobilizer, yang dapat mencegah mesin hidup tanpa kunci kontak yang telah disesuaikan modelnya. Immobilizer telah menjadi standar fitur keamanan di dunia otomotif. Menurut organisasi riset Insurance Institute for Highway Safety (IIHS), immobilizer telah terpasang pada 62 persen model mobil sejak 2000, dan jumlahnya meningkat jadi 96 persen pada 2015. Sementara itu, hanya 26 persen model mobil Kia dan Hyundai yang sudah punya immobilizer.

Pencuri cukup mencolok kabel USB ke port diagnostik yang ada di dalam steering column untuk menyalakan mesin. Laporan IIHS mengungkapkan aksi pencurian mobil Hyundai dan Kia (Hyundai adalah perusahaan induk, sehingga desain dan teknologi produknya banyak yang mirip) paling banyak terjadi pada 2015-2019, tapi trennya mulai terlihat pada 2020.

Sementara itu, video tips dan trik mencuri dua merek mobil tersebut semakin banyak beredar di TikTok sejak setahun yang lalu. Video Kia Boys di YouTube, yang mendokumentasikan aksi pencurian mobil Kia, bahkan telah ditonton lebih dari 3,8 juta kali saat artikel ini diterjemahkan. IIHS menyebut trennya dimulai di Wisconsin, yang mana tingkat curanmor di wilayah tersebut “melonjak lebih dari 30 kali lipat daripada jumlah yang tercatat pada 2019”. Dan belakangan ini, model-model Hyundai Accent, Kia Rio dan Kia Sportage—biasanya bukan target utama pencurian—menjadi jenis mobil yang paling banyak dicuri menurut IIHS.

Bukan pertama kalinya Kia dan Hyundai menghadapi tuntutan semacam ini. CNBC melansir, pengacara Ken McClain di Missouri telah mengajukan gugatan di 12 negara bagian, dan berencana mengajukan tujuh gugatan lain. IIHS melaporkan perusahaan mulai digugat atas kegagalannya menyediakan immobilizer pada 2020.

Saat dihubungi Motherboard, juru bicara Hyundai Ira Gabriel mengatakan pihaknya “khawatir melihat tingginya tingkat curanmor produk Hyundai baru-baru ini”. Dia menegaskan perusahaan telah memenuhi standar keamanan federal. Namun, mulai 1 Oktober mendatang, Hyundai akan menjual perangkat keamanan ciptaan Firstech/Compustar di dealer terdekat.

“Tak ada satu pun mobil yang aman dari maling. Pencuri melakukan aksinya dengan modal kunci baja dan sistem menyalakan mesin ‘turn-to-start’,” juru bicara Kia James Bell menanggapi ramainya kasus pencurian mobil Kia. Menurutnya, mobil yang memiliki key fob “lebih sulit dicuri”. Kia berjanji akan menyediakan kunci setir bagi para konsumen yang terdampak tren pencurian ini.