Kartel Meksiko Bom Kantor Polisi Pakai Drone

Akhir pekan lalu, sebuah kantor polisi di negara bagian Jalisco, Meksiko, digempur serangan udara oleh kartel narkoba Jalisco New Generation (CJNG), menewaskan dua orang petugas.

Menurut laporan media lokal Meksiko, mereka menembaki polisi dari atas pesawat model Cessna, sedangkan drone pengangkut bom dikerahkan untuk meledakkan kantor polisi di kota kecil Encarnación de Díaz. Pada saat bersamaan, pikap yang mengangkut lusinan pria bersenjata mengepung lokasi sasaran. Dua anggota kartel tewas tertembak dalam serangan balasan polisi.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan pesawat kecil terbang di atas langit kota dengan suara baku tembak terdengar dari kejauhan.

Daerah pegunungan Jalisco, yang berbatasan dengan negara bagian Aguascalientes, telah berubah menjadi zona peperangan antara CJNG dan pesaing utamanya Kartel Sinaloa sejak 2018. Kedua kartel saling berebut kekuasaan atas jalur perdagangan narkoba ke Amerika Serikat di wilayah itu.

Selang beberapa jam usai baku tembak, anggota kartel memblokade akses jalan di sejumlah titik dengan bus dan pikap supaya pasukan Tentara dan Garda Nasional Meksiko tidak bisa masuk untuk membantu meredam kericuhan.

Gubernur Jalisco Enrique Alfaro mengonfirmasi telah terjadi aksi teror di daerahnya. “Para penjahat ingin menimbulkan ketakutan dan mengancam pihak berwajib, tapi mereka gagal melakukannya…” demikian bunyi twit gubernur di akun Twitter pribadi. 

Hasil penyelidikan terbaru menemukan sindikat kriminal di Meksiko memodifikasi pesawat tanpa awak komersial supaya bisa mengangkut bahan peledak buatan tangan, seperti Tovex yang berbentuk gel air atau bahan peledak plastik C4. CJNG sendiri telah mengandalkan drone bermuatan peledak untuk menyerang lawan dan polisi sejak 2020. Tahun lalu, kartel itu dilaporkan melancarkan serangan drone yang menewaskan dua polisi di negara bagian Michoacán.

Namun, serangan ini menandai kali pertama kartel menyerang polisi pakai pesawat terbang. Baru-baru ini, pesawat serupa digunakan untuk menyebarkan ribuan selebaran berisi ancaman untuk Kartel Sinaloa di negara bagian Jalisco.

Konflik bersenjata antara dua kartel narkoba paling berpengaruh di Meksiko telah menelan ratusan korban jiwa. Ribuan warga mengungsi demi keselamatan diri.