Israel Pasang Sistem Senjata Berbasis AI di Tepi Barat Palestina

Kantor berita Israel Haaretz melansir, sistem turet kendali jarak jauh telah dipasang di pos pemeriksaan di wilayah selatan Tepi Barat guna membubarkan massa. Pasalnya, demonstran Palestina kerap bentrok dengan pasukan militer Israel di sekitar pos pemeriksaan yang terletak di jalan Shuhada, kota Hebron. Alat penopang senjata ini dapat menembakkan granat setrum, gas air mata dan peluru berujung busa. Penggunaannya masih dalam tahap percobaan.

“Dalam rangka meningkatkan ketertiban di area itu, kami menguji kemungkinan penggunaan sistem yang dapat dikendalikan dari jarak jauh untuk membubarkan kerumunan sesuai langkah-langkah yang telah disetujui. Sistemnya tidak termasuk tembakan langsung jarak jauh,” juru bicara Pasukan Pertahanan Israel memberi tahu Haaretz.

Sistem turet-nya dikembangkan oleh Smart Shooter, perusahaan Israel yang memproduksi sistem senjata otonom, seperti alat pelengkap senjata bagi prajurit yang tak sanggup atau enggan membidik senapan. “Kami bertekad mewujudkan konsep persenjataan presisi pada rudal, pesawat tempur, dan dalam beberapa kasus, kapal induk infanteri lapis baja. Atau juga perusahaan infanteri paling dasar,” ungkap Shmuel Rabinovitz, pakar senjata di Smart Shooter, kepada i24 News 2020 lalu. 

Produk Smart Shooter menggunakan sistem kecerdasan buatan (AI) yang dapat mengikuti dan mengunci target dalam bidikan. Senjatanya digadang-gadang tepat sasaran sekali tembak. Perusahaan itu sendiri mengklaim berambisi menciptakan senjata simpel cerdas dan canggih dengan “memadukan perangkat keras yang mudah dipasang dan perangkat lunak yang mampu mengolah gambar”.

VICE tidak menemukan model turet yang terpasang di Hebron pada situs Smart Shooter, tapi dua turet otomatis lain yang juga ditemukan di wilayah tersebut dapat dilengkapi senapan serbu dan sistem Smart Shooter. Kami juga melihat drone “SMASH Dragon”.

Israel telah dikenal memelopori penggunaan sistem senjata otomatis untuk keperluan militer, sebuah tindakan yang menuai kontroversi. Sistem kamera pengintai yang tersebar di sekitar wilayah Tepi Barat mampu melacak pergerakan warga Palestina yang berada dalam pantauan Israel. Pasukan keamanan di Hebron bahkan memanfaatkan sistem yang dapat mengenali seseorang sebelum mereka menyerahkan kartu identitas.

Penggunaan peluru berujung busa juga mendapat kecaman lantaran dapat mengakibatkan cedera permanen dan mata buta pada orang-orang yang terkena peluru.