Inilah Alasan Mendengar Audio Porn Lebih Asyik Daripada Cuma Nonton Bokep

Penggemar setia ASMR yang membangkitkan imajinasi melalui pendengaran mungkin akan lebih menyukai audio porn atau konten dewasa dalam format rekaman suara.

Di saat kebanyakan konten porno merangsang gairah seksual seseorang lewat foto atau video, audio porn mengandalkan suara seksi nan memikat untuk menciptakan pengalaman sensual. Pendengar bebas berfantasi hingga mencapai kenikmatan maksimal. Kalian mungkin membayangkan sedang bermesraan dengan pasangan di taman, atau bercumbu dengan hebat bersama gebetan di bioskop.

Audio porn digadang-gadang jauh lebih inklusif dalam hal jenis kelamin dan tipe tubuh, dan telah meraih popularitas yang tinggi selama pandemi. Bisa dibilang konten semacam ini mengalami masa-masa emasnya selama setahun terakhir.

Siapa saja bisa menikmati audio porn, tapi uniknya jauh lebih populer di kalangan perempuan. Isinya yang berfokus pada foreplay dan seksualitas perempuan menjadi alasan rekaman suara syur begitu digandrungi kaum hawa. Caroline Spiegel membenarkan fenomena ini. Dia memperhatikan bahwa pengguna perempuan mendominasi situs audio erotika miliknya, Quinn.

“Ada banyak alasannya,” ujarnya. Dia menduga audio porn “lebih sesuai dengan hasrat dan fantasi perempuan”.

Audio porn tampaknya memiliki apa yang tidak dimiliki konten dewasa lainnya. “Konsumen perempuan sangat cerdas dan rakus, tapi jarang ada konten erotis yang pas dengan selera mereka,” lanjut Spiegel.

Dia menikmati audio porn sejak masih kuliah karena tidak pernah terangsang dengan konten yang lebih konvensional. Dari situlah, dia tergerak membuat platform Quinn.

Setiap mendengarkan audio erotika, Spiegel merasa seolah-olah dia sendirilah yang menjalani skenarionya. “Saya merasa bergairah dan diinginkan,” ungkapnya.

Quinn telah menjadi platform audio porn paling populer sejak diluncurkan pada 2019. Situs ini diminati karena kontennya melibatkan pendengar. Dari berbagai pilihan yang ada, pendengar dapat menikmati rekaman sesuai selera mereka masing-masing. Pengguna bahkan bisa mengunggah audio buatannya sendiri.

“Sebagian besar rekaman suara di Quinn bersifat POV (diambil dari sudut pandang). Kreator berbicara denganmu seolah-olah kalian sedang berhubungan seks. Kedengarannya mungkin menegangkan, tapi sebenarnya ‘hot’ dan membuat kalian tetap fokus,” Spiegel menerangkan.

Kalian juga bisa menemukan jenis audio porn lain di aplikasi Dipsea yang memproduksi ceritanya sendiri; Ferly yang berfokus pada perhatian; dan Literotica yang menyediakan lebih banyak konten fiksi dan fantasi.

Industri pornografi sangat luas dan beragam, tapi sayangnya terlalu mengutamakan fantasi laki-laki yang tidak realistis. Audio porn berbeda karena lebih memperhatikan kendali perempuan.

“Bagi pendengar seperti saya, audio porn adalah pelarian, terutama selama pandemi dan lockdown,” tutur Wkdfaerie, pendengar aktif audio porn yang juga memproduksi kontennya sendiri. “Kreativitas audio, koneksi yang saya rasakan, skenario yang dibayangkan membantu saya mengeksplorasi dan memenuhi keinginan, hasrat dan kebutuhan pribadi.”

Pendengar bisa mengisi kekurangan visual dengan imajinasinya, sering kali memberi mereka kendali tak tertandingi atas fantasi seksual mereka.

“Tak seperti pornografi visual, saya menikmati kemampuan untuk menciptakan dan membayangkan adegan dalam rekaman suara. Semuanya bergantung pada imajinasi saya sendiri,” Wkdfaerie melanjutkan.

Audio erotika bisa dinikmati kapan saja. Ada yang terbiasa mendengarkan di pagi hari, sebelum tidur, atau sambil berendam.

Dengan audio porn, kreator juga dapat mewujudkan imajinasi erotis mereka sendiri.

Wkdfaerie memulai sepak terjangnya sebagai kreator audio porn dengan membagikan rekaman “ramblefap” sekitar dua bulan lalu. Dia merekam suara desahan dan erangannya selama bermasturbasi.

“Genre ini sangat mudah dan tidak membutuhkan persiapan yang berlebihan,” katanya. Dia terus berimprovisasi dan mencoba genre lain, seperti menceritakan fantasi pribadinya atau membacakan skrip buatan orang lain. Wkdfaerie cenderung membagikan karyanya di Reddit.

“Sebagai mantan musisi, saya sangat menikmati kreativitas audio erotis,” lanjutnya. “Saya menyukai bagaimana irama, timbre dan ungkapan dapat menimbulkan perasaan dan respons.”

Wkdfaerie mengandalkan aksen Australia-nya yang khas dan “suara bariton merdu”. Selain itu, dia merahasiakan identitasnya. 

“Saya suka membayangkan [pengisi suara] sebagai orang pilihanku sendiri,” ujarnya. Karena itulah, dia ingin memberikan pengalaman serupa kepada para pendengar.

Audio porn telah memberikan hiburan yang tepat di saat kebanyakan orang membutuhkan pelarian, khususnya seperti sekarang ini.

“Target audiens saya adalah orang-orang yang ingin kabur sesaat dari dunia nyata,” kreator Sammy’s Place memberi tahu VICE. “Mereka-mereka yang ingin membiarkan imajinasinya bergerak liar.”

Follow Koh Ewe di Instagram.