Habisi Kakek Agar Dapat Warisan, Lelaki AS Bunuh Ibunya Sekalian Karena Duit Menipis

Seorang lelaki di negara bagian Vermont, Amerika Serikat, ditangkap polisi pada 9 Mei 2022 atas dugaan dua pembunuhan berencana berbeda. Nathan Carman, yang kini berusia 28 tahun, menurut keterangan penyidik membunuh sang kakek, John Chakalos, pada 2013 demi mendapatkan jatah warisan lebih cepat. Ketika duit warisan itu menipis karena dia pakai foya-foya, Carman kembali bertindak nekat dengan membunuh ibunya sendiri, Linda Carman, tiga tahun sesudahnya.

Chakalos adalah pengusaha properti dan pemilik beberapa panti jompo, dengan nilai aset sebesar US$42 juta. Sebelum ditembak mati oleh cucunya sendiri, pengusaha 87 tahun itu sebenarnya sudah menjamin Carman bakal mendapat bagian warisan sebesar US$550 ribu. Beberapa bulan sebelum membunuh kakeknya, Carman diketahui berusaha akrab dengan Chakalos, bahkan sengaja menemani sang kakek ikut rapat perusahaan.

Alasan Carman terobsesi mendapat warisan lebih cepat belum diketahui. Namun yang jelas pada November 2013 dia membeli senapan Sig Sauer di negara bagian New Hampshire. Senapan itu lantas dia pakai menembak mati sang kakek di kediamannya pada 20 Desember dini hari. Satu jam setelah melakukan penembakan, Carman menemui ibunya untuk memancing, kebiasaan yang sudah mereka jalani sejak kecil.

Awalnya penembakan Chakalos tidak langsung dikaitkan dengan Carman yang memakai alibi subuh itu berangkat menuju dermaga untuk memancing bersama sang ibu. Keluarga besar Chakalos sempat membuat sayembara senilai US$250 ribu bagi siapapun yang bisa memberi informasi pembunuhan pengusaha properti tersebut.

Sesuai janji mendiang kakeknya, Carman mendapat bagian US$550 ribu (setara Rp8 miliar). Selama kurun 2014 hingga 2016, Carman menganggur dan mengandalkan duit warisan itu untuk hidup sehari-hari. Polisi mendapat bukti bahwa ketika uang tersebut menipis, Carman mulai merencanakan pembunuhan sang ibu.

“Carman menghabiskanya nyaris seluruh jatah warisannya selama menganggur. Pada akhir 2016, kondisi keuangannya memburuk,” demikian kutipan dakwaan dari jaksa yang diterima oleh VICE.

Upaya pembunuhan sang ibu inilah yang akhirnya memberi bukti tambahan pada polisi, kalau lelaki 28 tahun tersebut terlibat pula dalam penembakan Chakalos.

Pada hari H pembunuhan, Carman mengajak ibunya memancing naik kapal boat keluarga ke perairan New England. Mereka seharusnya cuma melaut sehari, kemudian balik ke pesisir. Sebelum berangkat, ditemukan bukti bila Carman mencopoti beberapa baut di buritan, yang membuat kapal jadi sulit dikendalikan.

Jaksa maupun polisi belum bisa mendapat kronologi lengkap bagaimana Carman menghabisi ibunya sendiri. Yang jelas kapal yang dia tumpangi tenggelam. Carman sempat ditolong tim SAR saat mengambang dengan sekoci 160 kilometer dari dermaga awal, dan mengesankan ibunya meninggal akibat kecelakaan saat memancing di laut.

Setelah selesai dirawat, Carman buru-buru mengajukan klaim asuransi jiwa sang ibu serta kapal keluarganya. Dia juga menuntut jatah warisan ibunya dia ambil alih. Notaris keluarga Chakalos, pada 2017, menilai permintaan Carman sangat mencurigakan. Dia menyewa detektif swasta, dan mendapati beberapa bukti bila Carman adalah penyebab Chakalos maupun Linda meninggal.

Perusahaan asuransi turut menggelar investigasi mandiri, lantas menolak pengajuan klaim dari Carman. Lelaki itu berusaha melawan balik dengan menggugat ke pengadilan, namun ditolak hakim pada 2019. Bukti rekayasa kerusakan kapal menurut hakim cukup meyakinkan, sehingga kapal yang ditumpangi Linda dan anaknya sudah pasti akan tenggelam. Carman pun terpojok, karena dia yang ngotot mengajak Linda memancing di hari nahas tersebut.

Penyelidikan kasus anak durhaka ini melibatkan FBI, coast guard, badan pengawas senjata api, serta kepolisian lintas negara bagian. Ditemukan bukti-bukti anyar bila Carman sengaja menghabisi kakek dan ibunya sendiri demi mendapatkan uang warisan.

Setelah bertahun-tahun membantah dakwaan, Carman akhirnya dijemput polisi dan dijebloskan ke penjara berkat adanya bukti-bukti baru. Dia ditahan tanpa kesempatan lepas dengan jaminan untuk sementara sampai kasusnya disidangkan. Dia masih berkukuh kalau meninggalnya Chakalos maupun Linda hanyalah “kecelakaan”. Jika terbukti melakukan dua pembunuhan berencana tersebut, Carman terancam vonis penjara seumur hidup.

Follow Mack Lamoureux di Twitter.