Cari Kucingnya, Lelaki Australia Dobrak Penampungan Hewan Sambil Bawa Senapan Serbu

Pada 10 Januari 2021 lalu, seorang lelaki di pinggiran Kota Melbourne, Australia, mendobrak paksa rumah penampungan binatang liar. Lelaki itu, diidentifikasi bernama Tony Wittmann, mengenakan seragam dan helm taktis yang biasa dipakai tentara, sambil menenteng senapan serbu. Satu staf perempuan di rumah penampungan hewan itu dia todong, dipaksa menjelaskan keberadaan kucingnya.

Kira-kira begitulah ringkasan laporan resmi yang diterbikan pengadilan pada Rabu (13/1) lalu. Tony bertindak nekat demi mencari sang kucing kesayangan.

Lelaki 44 tahun itu ternyata veteran angkatan darat Australia. Semasa aktif bertugas, dia pernah mengalami masalah indisipliner, sehingga akhirnya dibebastugaskan. Barangkali si kucing adalah sahabat baginya melewati masa-masa sulit sebagai veteran. Sayang, karena tindakannya “menyerbu” rumah penampungan hewan, Tony berurusan dengan hukum. Dia dicokok polisi, dan dalam sidang perdana dijerat dengan pasal berlapis mencakup ancaman pada keselamatan orang lain, upaya penculikan, sampai dugaan perampokan bersenjata.

Kucing Tony ternyata memang ditampung di Rumah Satwa Liar Cranbourne West, setelah sempat berkeliaran di jalan. Tapi, sesuai jadwal, seharusnya Tony baru mengambil kucingnya sehari sebelum kejadian. Doi rupanya tidak sabar untuk menjemput si kucing, lalu datang 24 jam lebih cepat sembari menodong staf rumah penampungan hewan.

“Senapan yang dia bawa mirip seperti yang dipakai petugas SWAT di film-film laga,” kata keterangan saksi mata dari berkas pengadilan. Menurut keterangan korban, Tony mengancamnya sembari menodongkan senapan dalam jarak dekat. “Ikuti arahanku, maka kamu tidak akan kutembak.”

Dalam momen penodongan itu, pelaku turut bertanya di mana letak kandang-kandang kucing. Setelah dijelaskan detail oleh korban, Tony mengikat tubuh staf perempuan itu, lantas berusaha mengambil kucingnya. Dia ternyata tidak berhasil menemukan si meong. Tony pergi dari rumah penampungan itu menjelang pukul 12 siang waktu setempat. Si perempuan sendiri rupanya bisa membebaskan diri, menelepon atasannya, yang kemudian melapor ke polisi.

Tony segera ditangkap polisi pada 11 Januari, dan upayanya bebas dengan jaminan ditolak hakim. Dari penyelidikan polisi, senapan yang dibawa Tony berisi peluru tajam dan bisa melukai si staf perempuan kalau sampai benar-benar ditembakkan.

“Tindakannya mencerminkan potensi gangguan keamanan di masa depan bagi masyarakat, sehingga tersangka harus tetap ditahan,” demikian kesimpulan Ketua Majelis Hakim Gregg McNamara.

Polisi menyatakan korban mengalami trauma akibat tindakan pelaku. Sebelum menjemput paksa kucingnya dari penampungan, polisi mendapati bila Tony memesan beberapa senjata api dan tajam lain ke rumahnya meski motifnya belum jelas.

Pengacara Tony, Crystle Gomez Vazquez, meminta pengadilan tidak menjeratnya dengan pasal pidana. Dia kemungkinan mengidap gangguan kesehatan mental, khususnya PTSD akibat pengalamannya sebagai veteran.

Follow Gavin di Twitter