Berkat Situs FlightRadar24, Jet Pribadi Pejabat dan Pesohor Tak Bisa Lagi Sembunyi

Laman pemantau lalu lintas udara mendadak ramai dikunjungi akhir-akhir ini, terutama pada saat Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi melakukan kunjungan ke Taiwan pada Selasa (2/8). Pelosi berangkat dengan menumpang pesawat militer dan tiba sebelum pukul 11 malam waktu setempat, menandai kunjungan resmi pejabat tertinggi AS pertama ke Taiwan dalam 25 tahun terakhir. Penerbangannya dipantau lebih dari 700.000 orang melalui situs FlightRadar24.

Industri penerbangan menjadi topik pembicaraan hangat di dunia maya setelah selebritas Kylie Jenner kedapatan naik jet pribadi untuk perjalanan berdurasi 17 menit saja. Dia dirujak habis-habisan lantaran menyumbang sekitar satu ton karbon dioksida dari penerbangan singkatnya.

Perusahaan pemasaran keberlanjutan Yard kemudian menyusun daftar artis papan atas yang paling sering melakukan penerbangan pribadi sepanjang tahun ini, serta jumlah karbon dioksida yang dilepaskan. Taylor Swift menjadi penyumbang terbanyak—mencapai 8.293,54 ton CO2, atau 1.185 kali lipat lebih banyak dari total emisi tahunan rata-rata seseorang—setelah 170 kali terbang tahun ini.

Lonjakan pengunjung FlightRadar24 meningkat drastis sejak itu, dan kunjungan Pelosi ke Taiwan menjadi puncaknya.

Situs tersebut mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti ADS-B, MLAT dan data radar, yang menyertakan jadwal dan status penerbangan milik maskapai dan bandara.

ADS-B merupakan kepanjangan dari automatic dependent surveillance-broadcast. Dengan teknologi ini, kita bisa melacak pesawat melalui navigasi satelit atau sensor lainnya. Transponder pesawat mengirim sinyal ke sebuah receiver yang terhubung ke FlightRadar24 untuk menunjukkan lokasi terkini. Sebagian besar pesawat di AS dan Eropa wajib memiliki ADS-B.

Selanjutnya ada ADS-B Exchange, yang dinilai lebih unggul karena dapat digunakan untuk melacak jet pribadi milik artis dan para penguasa. Situs ini berbeda dari FlightRadar24 yang tidak menampilkan seluruh data. “ADS-B tidak menyaring data pesawat militer maupun pribadi seperti yang dilakukan situs pemantau lalu lintas udara lainnya,” demikian bunyi keterangan di laman ADS-B Exchange.

FlightRadar24 menggunakan Multilateration (MLAT) untuk melacak pesawat yang tidak memiliki receiver ADS-B. Metode Time Difference of Arrival (TDOA) yang digunakan MLAT akan menentukan lokasi pesawat berdasarkan lama waktu yang dibutuhkan untuk menerima sinyal. Biasanya ini dilakukan pada pesawat dengan transponder model lama.

FlightRadar24 memiliki sumber data tambahan berupa pelacak satelit yang dilengkapi receiver ADS-B. Satelit-satelit ini dapat memperluas jangkauan penerbangan di atas lautan, atau di wilayah yang sulit melakukan penerimaan berbasis darat. Situs ini juga menerima data langsung di Amerika Utara yang didasarkan pada data radar dan dari Open Glider Network (OGN), yang merupakan platform terpadu untuk melacak pesawat kecil.

Situs FlightRadar24 menampilkan peta dunia yang dipenuhi ikon kecil berbentuk pesawat. Menu pop-up akan muncul di sebelah kiri begitu pesawatnya diklik. Di sana, pengguna bisa membaca informasi penerbangan, seperti jadwal lepas landas dan update aktual. Kamu juga dapat melihat rute penerbangan, posisi terkini, ketinggian, kecepatan dan sumber datanya. Mayoritas ikonnya berwarna kuning, yang berarti pergerakan pesawat dilacak menggunakan stasiun radar di darat. Ikon biru menunjukkan datanya dikumpulkan dari satelit.

Ian Petchenik selaku juru bicara FlightRadar24 mengatakan, pihaknya berupaya menambah lebih banyak sumber sebagai tanggapan minat yang tinggi terhadap penerbangan Pelosi.

“Ini menjadi penerbangan yang paling banyak dilacak di situs kami. Lebih dari 700.000 orang memantau proses pendaratan pesawat [yang ditumpangi Pelosi] di Taipei. Pemantauan terbanyak kedua terjadi pada saat Alexei Navalny pulang dari Jerman ke Rusia. Kala itu, kami menerima 550.000 pengunjung,” terangnya.

Sejumlah akun bot telah bermunculan di Twitter untuk memantau aktivitas penerbangan di berbagai sektor, seperti @ElonJet, @CelebJets, @SportJets, @Corporate_Jets dan @RUOligarchJets. Semua akun Twitter ini dikelola Jack Sweeney, mahasiswa University of Central Florida. Informasi yang tersedia berasal dari data publik ADS-B.

Sektor penerbangan pribadi mendapatkan penolakan yang cukup keras di masyarakat selama beberapa tahun terakhir. Publik figur dan sosok berpengaruh rutin menjadi sasaran lantaran mereka terlalu mengandalkan jenis penerbangan ini demi kenyamanan pribadi. Durasi perjalanan relatif singkat dan jaraknya tidak begitu jauh, tapi banyak artis lebih memilih naik jet pribadi biar cepat sampai. Padahal, mereka bisa saja menggunakan alternatif yang tidak meninggalkan jejak karbon begitu besar, dan perbedaan waktu tibanya tidak terlalu jauh.

Namun, dalam kasus Pelosi, ada kekhawatiran lain yang dirasakan saat orang memantau penerbangannya. Keputusannya mendatangi Taiwan dapat memperburuk hubungan AS dengan Tiongkok.

Kabarnya bahkan dikecam keras di Weibo. Platform media sosial ciptaan Tiongkok ini sampai dihentikan sementara operasinya di dalam negeri dan Taiwan gara-gara derasnya sentimen anti-AS yang masuk dari pengguna Tiongkok, yang menuding Pelosi sengaja memprovokasi masalah.